| NIM | H1E021020 |
| Namamhs | AVIT RIDWAN TORO |
| Judul Artikel | USULAN PENGEMBANGAN SEKTOR BASIS DENGAN PEMETAAN IKM OLAHAN AGROINDUSTRI MENGGUNAKAN METODE LOCATION QUOTIENT (LQ) DAN ARCGIS |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Penelitian ini dilatar belakangi minimnya informasi terkait sebaran potensi IKM olahan agroindustri, sehingga perlu dilakukan pemetaan secara sistematis. Tujuan peelitian ini adalah pemetaan sebaran IKM olahan agroindustri baik menggunakan metode LQ maupun menggunakan peta spasial, menentukan sektor basis dan non basis untuk dijadikan dasar komoditas unggulan daerah dan rekomendasi pengembangan IKM olahan agroindustri. Metode pemetaan potensi menggunakan Location Quotient (LQ) yang digunakan sebagai alat diagnostik untuk menentukan komoditas unggulan wilayah. Untuk peta spasial menggunakan aplikasi ArcGIS sebagai gambaran visual sebaran komoditas. Berdasarkan hasil penelitian mengidentifikasi IKM olahan yang tersebar Kabupaten Purbalingga sejumlah 27 IKM yang terdiri dari IKM olahan berbahan baku kelapa, kopi, glagah arjuna, dan nanas. Berdasarkan analisis LQ menunjukkan bahwa dari 27 IKM terdapat 13 IKM yang termasuk kategori Basis, dan 14 IKM yang termasuk non Basis. IKM olahan kopi menjadi komoditas basis dengan nilai tertinggi (5,854) yang terdapat di Kecamatan Karangmoncol. Disusul komoditas olahan glagah arjuna (4,734) yang terdapat di Kecamatan Padamara. Lalu komoditas olahan nanas (3,058) yang terdapat di kecamatan Karangreja. Terakhir yaitu komoditas olahan kelapa (1,287) yang terdapat di Kecamatan Bojongsari. Sebagai tindak lanjut, 4 IKM yaitu olahan kopi, glagah arjuna, nanas dan kelapa ini direkomendasikan sebagai sektor unggulan melalui program integrasi teknologi, sertifikasi, penguatan kelembagaan paguyuban dan perluasan pasar digital. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | This research was motivated by the lack of information regarding the distribution of agro-industrial SME potential, making it necessary to conduct systematic mapping. The objectives of this research are to map the distribution of agro-industrial SMEs using both the LQ method and spatial maps, determine the base and non-base sectors to be used as the basis for regional leading commodities, and provide recommendations for the development of agro-industrial SMEs. The potential mapping method uses Location Quotient (LQ) as a diagnostic tool to determine the region's leading commodities. For spatial maps, ArcGIS software is used to provide a visual representation of commodity distribution. Based on the research results, 27 agro-industrial SMEs were identified in Purbalingga Regency Purbalingga, consisting of 27 processed SMEs using raw materials such as coconut, coffee, glagah arjuna, and pineapple. Based on the LQ analysis, it was found that out of the 27 SMEs, 13 SMEs were categorized as Basic, and 14 SMEs were categorized as non-Basic. Coffee-based processed SMEs were the basic commodity with the highest value (5.854) located in Karangmoncol Subdistrict. This was followed by glagah arjuna-based processed commodities (4.734) located in Padamara Subdistrict. Then pineapple processing (3.058) found in Karangreja District. Finally, coconut processing (1.287) found in Bojongsari District. As a follow-up, these 4 SMEs, namely coffee, glagah arjuna, pineapple, and coconut processing, are recommended as leading sectors through a technology integration program. |
| Kata kunci | Agroindustri, IKM Olahan, Location Quotient, Purbalingga, Sektor Basis |
| Pembimbing 1 | Heri Irawan, S.T., M.T. |
| Pembimbing 2 | Reza Azizul Nasa Al-Hakim, S.T., M.T. |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2026 |
| Jumlah Halaman | 16 |
| Tgl. Entri | 2026-02-12 11:33:22.601236 |
|---|