Artikel Ilmiah : P2H024003 a.n. ISNA SULISTAMI HADIYATI

Kembali Update Delete

NIMP2H024003
NamamhsISNA SULISTAMI HADIYATI
Judul ArtikelUpaya Peningkatan Kinerja Penyuluh Pertanian di Kawasan Hortikultura Kabupaten Wonosobo
Abstrak (Bhs. Indonesia)Subsektor hortikultura merupakan kontributor terbesar terhadap perekonomian Kabupaten Wonosobo dengan sumbangan sebesar 29,6% terhadap PDRB daerah, namun produktivitas beberapa komoditas mengalami penurunan dalam beberapa tahun terakhir. Penurunan ini diduga berkaitan dengan efektivitas kinerja penyuluh pertanian sebagai ujung tombak penyampaian inovasi dan pendampingan petani. Selama ini penilaian kinerja penyuluh lebih banyak dilakukan melalui self-assessment, sehingga penting untuk memperoleh gambaran objektif dari sisi petani sebagai penerima manfaat kegiatan penyuluhan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui persepsi petani hortikultura tentang kinerja penyuluh pertanian serta merumuskan strategi peningkatan kinerja penyuluh melalui analisis SWOT. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif eksplanatif yang dilaksanakan di tiga kecamatan sentra hortikultura, yakni Garung, Kertek, dan Kalikajar di Kabupaten Wonosobo, yang dipilih secara purposif berdasarkan data produksi hortikultura dan dinamika kelembagaan kelompok tani. Responden berjumlah 82 orang merupakan petani hortikultura yang tergabung dalam kelompok tani, dengan pengumpulan data menggunakan kuesioner skala Likert. Persepsi petani dinilai melalui tiga aspek utama kinerja penyuluh, yaitu persiapan penyuluhan, pelaksanaan penyuluhan, serta evaluasi dan pelaporan penyuluhan. Selain itu, analisis SWOT digunakan untuk mengidentifikasi faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi kinerja penyuluh guna merumuskan strategi peningkatannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi petani terhadap kinerja penyuluh berada pada kategori baik di seluruh aspek. Sebanyak 93,90% petani menilai penyuluh telah melakukan persiapan penyuluhan dengan baik dengan indeks skor persepsi 70,96%; 82,93% menilai pelaksanaan penyuluhan baik dengan indeks skor persepsi 69,30%; dan 98,78% menyatakan bahwa aspek evaluasi dan pelaporan sudah terlaksana secara baik dengan indeks skor persepsi 72,34%. Uji Chi Square menunjukkan bahwa karakteristik responden seperti usia, jenis kelamin, pendidikan, dan pengalaman berusahatani tidak menunjukkan perbedaan signifikan terhadap persepsi. Uji korelasi rank spearman pada ketiga aspek menunjukkan hubungan positif yang cukup-baik (0,505, 0,502 dan 0,569) berarti terdapat hubungan antara persepsi petani tentang kinerja penyuluh pertanian di kawasan hortikultura dengan tingkat produktivitas komoditas pertanian. Hasil analisis IFAS dan EFAS menghasilkan skor selisih kekuatan–kelemahan sebesar 1,008 dan peluang–ancaman sebesar 1,060, menempatkan posisi strategi pada Kuadran I (Strategi Agresif/SO). Strategi yang direkomendasikan meliputi pemanfaatan kekuatan penyuluh untuk menangkap peluang, penguatan kompetensi teknis, optimalisasi pemanfaatan teknologi informasi, pengembangan program penyuluhan unggulan, serta peningkatan kerja sama dengan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan lainnya.

Kata Kunci : Persepsi petani; Kinerja penyuluh; Hortikultura; Analisis SWOT.

Abtrak (Bhs. Inggris)The horticulture subsector is the largest contributor to the economy of Wonosobo Regency, accounting for 29.6% of the regional GDP; however, the productivity of several commodities has declined in recent years. This decline is presumed to be related to the effectiveness of agricultural extension workers, who play a crucial role in delivering innovations and providing farmer assistance. Performance assessment of extension workers has mostly relied on self-assessment, making it important to obtain an objective evaluation from farmers as the beneficiaries of extension services. This study aims to determine horticulture farmers’ perceptions of the performance of agricultural extension workers and to formulate strategies for improving their performance using SWOT analysis. The research was conducted in three major horticultural centers—Garung, Kertek, and Kalikajar subdistricts of Wonosobo Regency—purposively selected based on horticultural production data and the dynamics of farmer group institutions. A total of 82 respondents, who are horticulture farmers organized in farmer groups, participated in the study. Data were collected using a Likert-scale questionnaire. Farmers’ perceptions were assessed through three main aspects of extension performance: preparation of extension activities, implementation of extension activities, and evaluation and reporting. In addition, SWOT analysis was used to identify internal and external factors influencing extension performance and to formulate appropriate improvement strategies. The research results indicate that farmers' perceptions of extension workers' performance are in the good category across all aspects. As many as 93.90% of farmers rated the extension preparation as good with a perception score index of 70.96%; 82.93% rated the implementation of extension activities as good with a perception score index of 69.30%; and 98.78% stated that the evaluation and reporting aspects were carried out well with a perception score index of 72,34%. The Chi-Square test showed that respondent characteristics such as age, gender, education, and farming experience did not exhibit significant differences in perceptions. The Spearman rank correlation test on the three aspects shows a moderately strong positive relationship (0.505, 0.502, and 0.569), indicating a correlation between farmers' perceptions of the performance of agricultural extension workers in horticultural areas and the productivity level of agricultural commodities.The IFAS and EFAS analyses yielded a strength-weakness differential score of 1.008 and an opportunity-threat score of 1.060, positioning the strategy in Quadrant I (Aggressive/SO Strategy). Recommended strategies include leveraging extension workers' strengths to capture opportunities, strengthening technical competencies, optimizing the use of information technology, developing flagship extension programs, and enhancing collaboration with local governments and other stakeholders.
Keywords: Farmer perception; Extension worker performance; Horticulture; SWOT analysis.
Kata kunciPersepsi petani; Kinerja penyuluh; Hortikultura; Analisis SWOT.
Pembimbing 1Dr. Sc. Agr. Ir. Yusuf Subagyo, M.P. IPU, ASEAN Eng.
Pembimbing 2Dr. Sukarso., M.Si.
Pembimbing 3
Tahun2026
Jumlah Halaman121
Tgl. Entri2026-02-12 11:13:19.511011
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.