| NIM | E1B021008 |
| Namamhs | ROZAN HIBATULLOH |
| Judul Artikel | ISLAMIC BOARDING SCHOOLS AS PROVIDERS OF WORK TRAINING IN THE JUVENILE JUSTICE SYSTEM (Study at Islamic Boarding Schools Qommarul Hudda Kabupaten Banjarengara) |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Pidana pelatihan kerja merupakan salah satu bentuk sanksi pidana yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak, sebagaimana tercantum dalam Pasal 71 ayat (1) huruf c, yang dijatuhkan kepada anak yang melakukan tindak pidana. Pidana ini bertujuan untuk memberikan pembinaan serta menghindarkan anak dari pidana perampasan kemerdekaan yang berpotensi berdampak negatif terhadap perkembangan anak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas pelaksanaan pidana pelatihan kerja serta mengidentifikasi faktor-faktor yang menjadi hambatan dalam pelaksanaannya. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis sosiologis dengan pendekatan kualitatif.Jenis data yang digunakan meliputi data primer dan data sekunder, yang diperoleh melalui wawancara, observasi, dan studi kepustakaan. Penelitian ini dilakukan di Pondok Pesantren Qomarrul Huda Banjarnegara. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pelaksanaan pidana pelatihan kerja di banjarnegara terdiri dari, pelatihan infrastruktur, menjahit, perbengkelan telah berjalan sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Nomor 11 tahun 2012. Namun,Pelaksanaanya belum optimal karena masih menghadapi sejumlah hamnbatan. Hambatan tersebut kesadaran anak, sarana prasarana, pembimbing khusus yang mengawasi anak serta stigma negatif dari masyarakat terhadap anak yang menjalani pidana pelatihan kerja. Kondisi ini menunjukkan perlunya penguatan dukungan kelembagaa,peningkatan kualitas pembinaan, penguatan sinergi antara lembaga pelaksana, balai pemasyarakatan, serta masyarakat guna mencapai rehabilitasi dan reintegrasi sosial anak secara optimal. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | Job training is a form of criminal sanction regulated in Law Number 11 of 2012 concerning the Juvenile Criminal Justice System, as stated in Article 71 paragraph (1) letter c, which is imposed on children who commit criminal acts. This sanctions aims to provide guidance and prevent children from the crime of deprivation of independence which has the potential to have a negative impact on children's development. This study aims to examine the effectiveness of the implementation of vocational training as a criminal penalty and to identify the obstacles encountered in its implementation. The research method used is sociological juridical with a qualitative approach. The types of data used include primary data and secondary data, which are obtained through interviews, observations, and literature studies. This research was conducted at the Qomarrul Huda Islamic Boarding School, Banjarnegara. The results of this study show that the implementation of criminal job training in Banjarnegara consists of infrastructure training, sewing, workshops have been running in accordance with the provisions of Law Number 11 of 2012. However, the implementation is not optimal because it still faces a number of obstacles. These obstacles are child awareness, infrastructure, special supervisors who supervise children and negative stigma from the community towards children undergoing criminal work training. This condition indicates the need to strengthen institutional support, improve the quality of coaching, and enhance synergy among implementing institutions, correctional centers, and the community in order to achieve optimal rehabilitation and social reintegration of children.
|
| Kata kunci | Keywords: Juvenile Criminal Justice System, Vocational Training, Legal Effectiveness. |
| Pembimbing 1 | Prof. Dr. Setya Wahyudi, S.H., M.H |
| Pembimbing 2 | Dr. Dwi Hapsari Retnaningrum, S.H., M.H |
| Pembimbing 3 | Dwiki Oktobrian, S.H., M.H. |
| Tahun | 2026 |
| Jumlah Halaman | 23 |
| Tgl. Entri | 2026-02-11 13:01:50.907453 |
|---|