Artikel Ilmiah : C1A022110 a.n. DINNY WAHYU LESTARI

Kembali Update Delete

NIMC1A022110
NamamhsDINNY WAHYU LESTARI
Judul ArtikelDeterminan Daya Saing Industri Manufaktur Indonesia Tahun 2000-2024
Abstrak (Bhs. Indonesia)Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis determinan daya saing industri manufaktur Indonesia yang diukur melalui Revealed Comparative Advantage (RCA) periode 2000–2024. Variabel utama yang dikaji meliputi Foreign Direct Investment (FDI), Economic Complexity Index (ECI), dan Economic Freedom Index (EFI), dengan nilai tukar dan keterbukaan perdagangan sebagai variabel kontrol. Metode analisis yang digunakan adalah Vector Error Correction Model (VECM) untuk mengevaluasi hubungan jangka panjang, dinamika jangka pendek, serta mekanisme penyesuaian melalui Error Correction Term (ECT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam jangka panjang, FDI dan ECI berpengaruh positif dan signifikan terhadap daya saing, mendukung teori growth endogen dan technology spillover. Sebaliknya, EFI belum menunjukkan pengaruh optimal terhadap sektor manufaktur karena liberalisasi ekonomi lebih dominan mendorong sektor intermediasi keuangan. Nilai tukar ditemukan memberikan tekanan pada daya saing akibat ketergantungan tinggi pada input impor, sementara keterbukaan perdagangan berfungsi sebagai faktor adaptif tata kelola ekonomi. Kebaruan penelitian ini mengungkap adanya feedback effect dan kekakuan struktural yang memerlukan waktu penyesuaian jangka menengah. Signifikansi nilai ECT mengonfirmasi mekanisme koreksi menuju keseimbangan jangka panjang. Penelitian ini merekomendasikan penguatan kapasitas serap industri domestik, percepatan kematangan institusi, dan penguatan basis produksi dalam negeri untuk meningkatkan kompleksitas ekspor secara berkelanjutan.
Abtrak (Bhs. Inggris)This study analyzes the determinants of Indonesia's manufacturing competitiveness, measured by Revealed Comparative Advantage (RCA) from 2000 to 2024. The primary variables include Foreign Direct Investment (FDI), Economic Complexity Index (ECI), and Economic Freedom Index (EFI), with exchange rates and trade openness as control variables. Using the Vector Error Correction Model (VECM), the study evaluates long-term relationships and short-term dynamics through the Error Correction Term (ECT). Findings indicate that in the long run, FDI and ECI significantly enhance competitiveness, supporting endogenous growth and technology spillover theories. Conversely, EFI's impact is suboptimal as economic liberalization predominantly drives the financial sector rather than the real sector. The exchange rate pressures competitiveness due to high import dependence, while trade openness acts as an adaptive factor for economic governance. The study identifies structural rigidities requiring medium-term adjustment, confirmed by the ECT's significance. Recommendations include strengthening domestic industrial absorption capacity, accelerating institutional maturity, and reinforcing the domestic production base to sustainably increase export complexity and reduce vulnerability to global fluctuations.
Kata kunciDaya Saing, Industri Manufaktur, FDI, ECI, VECM.
Pembimbing 1Dr. Abdul Aziz Ahmad, S.E., M.Si
Pembimbing 2-
Pembimbing 3-
Tahun2026
Jumlah Halaman6
Tgl. Entri2026-02-10 16:35:51.13702
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.