Artikel Ilmiah : F1A022106 a.n. SEKAR APRILIA AZAHRO

Kembali Update Delete

NIMF1A022106
NamamhsSEKAR APRILIA AZAHRO
Judul ArtikelTRADISI GREBEG GETHUK : STUDI TENTANG KENDALA DAN KEBERLANJUTAN TRADISI GREBEG GETHUK DI KOTA MAGELANG
Abstrak (Bhs. Indonesia)Grebeg Gethuk merupakan tradisi khas Kota Magelang yang menonjolkan makanan tradisional getuk sebagai simbol identitas budaya daerah. Keunikan tradisi ini menjadikan Magelang dikenal sebagai "Kota Gethuk", sekaligus memperkuat citra budaya lokal di tengah masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengisi kekosongan kajian mengenai kendala dalam pelaksanaan Tradisi Grebeg Gethuk serta mendeskripsikan pelaksanaannya dan strategi pencegahan yang diterapkan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, dengan sumber data primer dan sekunder yang diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan Grebeg Gethuk menghadapi berbagai kendala, seperti dampak pandemi Covid-19, miskomunikasi antar pihak terkait, dan keterbatasan anggaran. Meskipun demikian, semangat pelestarian budaya tetap tinggi berkat sinergi antara pemerintah, masyarakat, pelaku seni, dan pelaku usaha getuk. Strategi pencegahan yang dilakukan mencakup peningkatan koordinasi lintas sektor, optimalisasi anggaran, serta inovasi pelaksanaan tradisi yang adaptif terhadap situasi. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa keberlangsungan Grebeg Gethuk sangat bergantung pada kolaborasi dan komitmen semua pemangku kepentingan untuk menjaga tradisi sebagai bentuk kearifan lokal yang hidup dan relevan di era modern.
Abtrak (Bhs. Inggris)Grebeg Gethuk is a distinctive tradition of Magelang City that highlights the traditional food getuk as a symbol of regional cultural identity. The uniqueness of this tradition has earned Magelang the nickname “City of Getuk” and strengthened the image of local culture within the community. This study aims to fill the gap in research concerning the challenges in implementing the Grebeg Gethuk tradition, while also describing its execution and the preventive strategies adopted by the Department of Education and Culture. A qualitative descriptive method was used, drawing on primary and secondary data obtained through interviews, observation, and documentation. The findings reveal that the implementation of Grebeg Gethuk faces several obstacles, including the impact of the Covid-19 pandemic, miscommunication among stakeholders, and budget constraints. Nevertheless, the spirit of cultural preservation remains strong, supported by collaboration among the government, community, artists, and getuk producers. Preventive strategies include enhancing cross-sectoral coordination, optimizing budget use, and introducing innovative adaptations of the tradition in response to current conditions. The study concludes that the continuity of Grebeg Gethuk relies heavily on the collaboration and commitment of all stakeholders to preserve this tradition as a form of living and relevant local wisdom in the modern era.
Kata kunciTradition; Local Wisdom; Grebeg Gethuk; Implementation Challenges; Preservation Strategy
Pembimbing 1Prof. Dr. Edy Suyanto, M.Si
Pembimbing 2Dr. Rili Windiasih, M.Si
Pembimbing 3
Tahun2025
Jumlah Halaman20
Tgl. Entri2026-02-07 18:15:15.677178
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.