| NIM | E1A022003 |
| Namamhs | TRI WAHYU NURHILAL |
| Judul Artikel | Kedudukan Anak Dari Perkawinan Pertama Sebagai Ahli Waris Menurut KUH Perdata (Studi Kasus Putusan Nomor 170/Pdt.G/2024/PN Jkt. Utr) |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Pewarisan dalam KUH Perdata pada dasarnya memberikan kedudukan yang setara kepada seluruh anak, termasuk anak dari perkawinan pertama maupun kedua. Namun dalam praktik, sengketa sering muncul ketika pewaris melakukan perkawinan kedua dan meninggalkan keturunan dari kedua perkawinan tersebut. Anak dari perkawinan pertama kerap tidak memperoleh haknya secara penuh karena ketidakpahaman mengenai kedudukannya sebagai ahli waris golongan I. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kedudukan anak dari perkawinan pertama sebagai ahli waris dan menganalisis pertimbangan hukum Majelis Hakim dalam Putusan Nomor 170/Pdt.G/2024/PN Jkt.Utr terkait pembagian harta peninggalan. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan, pendekatan kasus, dan pendekatan konseptual melalui analisis terhadap KUH Perdata, doktrin, serta putusan pengadilan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak dari perkawinan pertama tetap memiliki hak waris yang sah dan setara dengan ahli waris golongan I dari perkawinan kedua berdasarkan Pasal 852 KUH Perdata. Dan, pertimbangan hukum Majelis Hakim dalam putusan tersebut telah sesuai dengan ketentuan KUH Perdata, khususnya dalam menilai harta warisan sebagai harta bersama yang harus dipisahkan terlebih dahulu sebelum dilakukan pembagian harta peninggalan kepada para ahli waris berdasarkan Pasal 128 KUH Perdata. Penelitian ini menyarankan agar hakim dapat mengkualifisir unsur-unsur pewarisan yang terdapat dalam KUH Perdata, guna memberikan kejelasan dasar yuridis. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | Inheritance in the Civil Code basically provides equal status to all children, including children from first and second marriages. However, in practice, disputes often arise when the testator enters into a second marriage and leaves offspring from both marriages. Children from the first marriage often do not receive their full rights due to a lack of understanding regarding their position as class I heirs. This study aims to analyze the position of children from the first marriage as heirs and analyze the legal considerations of the Panel of Judges in Decision Number 170/Pdt. G/2024/PN Jkt. Utr regarding the distribution of inheritance. The research method used is normative juridical with a statutory approach, a case approach, and a conceptual approach through an analysis of the Civil Code, doctrine, and court decisions. The results of the study indicate that children from the first marriage still have legal inheritance rights and are equal to class I heirs from the second marriage, based on Article 852 of the Civil Code. And, the legal considerations of the Panel of Judges in the decision are in accordance with the provisions of the Civil Code, especially in assessing inheritance as joint property that must be separated first before the inheritance is distributed to the heirs based on Article 128 of the Civil Code. This study suggests that judges can qualify the elements of inheritance contained in the Civil Code, in order to provide clarity on the legal basis. |
| Kata kunci | Kedudukan Anak, Ahli Waris, Pewarisan |
| Pembimbing 1 | Prof. Tri Lisiani Prihatinah, S.H., M.A., Ph.D. |
| Pembimbing 2 | Asti Inayah, S.H., M.H. |
| Pembimbing 3 | Prof. Dr. Sulistyandari, S.H., M.Hum. |
| Tahun | 2026 |
| Jumlah Halaman | 15 |
| Tgl. Entri | 2026-02-05 11:06:56.485277 |
|---|