Artikel Ilmiah : I1C022015 a.n. SITI NURLAELATUL MAULIDIYAH

Kembali Update Delete

NIMI1C022015
NamamhsSITI NURLAELATUL MAULIDIYAH
Judul ArtikelAktivitas Antibakteri dan Antibiofilm Ekstrak Etil Asetat Jamur Endofit Penicillium citrinum K8 Simbion Nudibranchia terhadap Pseudomonas aeruginosa
Abstrak (Bhs. Indonesia)Pseudomonas aeruginosa merupakan patogen prioritas tinggi penyebab utama infeksi nosokomial. Resistensi antibiotik yang diperparah oleh pembentukan biofilm menjadi tantangan besar dalam terapi, sehingga diperlukan eksplorasi senyawa baru, salah satunya dari jamur endofit Penicillium citrinum. Penelitian ini bertujuan menguji aktivitas antibakteri dan antibiofilm ekstrak etil asetat jamur endofit P. citrinum K8 simbion nudibranchia terhadap P. aeruginosa. Jamur diinokulasikan pada media PDA hingga diperoleh isolat murni, kemudian difermentasi pada media padat beras dan diekstraksi dengan maserasi menggunakan etil asetat dan dishaking selama 24 jam. Aktivitas antibakteri diuji melalui difusi sumuran, sedangkan aktivitas antibiofilm diuji dengan mikrodilusi pada fase 24 dan 48 jam. Struktur biofilm diamati menggunakan Scanning Electron Microscopy (SEM). Ekstrak 1% menghasilkan zona hambat 6,62±0,48 mm termasuk kategori sedang. Penghambatan biofilm lebih tinggi pada fase 24 jam dibandingkan 48 jam. Persen penghambatan ekstrak 1% pada 24 jam sebanding dengan kloramfenikol 1%, sedangkan variasi konsentrasi lain berbeda signifikan pada kedua fase (p<0,05). Nilai MBIC50 kurang dari 0,125% pada 24 jam dan meningkat di atas 1% pada 48 jam. Hasil SEM menunjukkan kerusakan struktur biofilm setelah perlakuan ekstrak. Dengan demikian, ekstrak etil asetat P. citrinum K8 berpotensi sebagai agen antibakteri dan antibiofilm terhadap P. aeruginosa.
Abtrak (Bhs. Inggris)Pseudomonas aeruginosa is a high-priority pathogen and a major cause of nosocomial infections. Antibiotic resistance, exacerbated by biofilm formation, represents a serious therapeutic challenge, highlighting the need for new antimicrobial agents, including those derived from endophytic fungi. This study evaluated the antibacterial and antibiofilm activities of the ethyl acetate extract of the nudibranch-associated endophytic fungus Penicillium citrinum K8 against P. aeruginosa. The fungus was cultured on PDA to obtain a pure isolate, fermented on solid rice medium, and extracted by ethyl acetate maceration with shaking for 24 h. Antibacterial activity was assessed using the agar well diffusion method, while antibiofilm activity was evaluated by microdilution at 24- and 48-h phases. Biofilm structure was further examined using scanning electron microscopy (SEM). The 1% extract produced a moderate inhibition zone of 6.62 ± 0.48 mm. Biofilm inhibition was higher at 24 h than at 48 h. The percentage of biofilm inhibition by the 1% extract at 24 h was comparable to that of 1% chloramphenicol, while other concentration variations showed significant differences at both phases (p < 0.05). The MBIC50 value at 24 h was lower than 0.125%, whereas at 48 h it increased to more than 1%. SEM observations confirmed biofilm disruption after treatment. Overall, the ethyl acetate extract of P. citrinum K8 demonstrates potential as an antibacterial and antibiofilm agent against P. aeruginosa.
Kata kunciAntibakteri, Antibiofilm, Penicillium citrinum, Pseudomonas aeruginosa
Pembimbing 1Dr.rer.nat. apt. Harwoko, M.Sc
Pembimbing 2apt. Putri Khaerani C., M.Pharm.Sci
Pembimbing 3
Tahun2026
Jumlah Halaman9
Tgl. Entri2026-02-04 09:22:17.811202
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.