| NIM | A1D022204 |
| Namamhs | TRI WAHYUNINGSIH |
| Judul Artikel | Aplikasi Biofungisida Greemi-G untuk Pengendalian Penyakit Hawar Daun pada Tanaman Kentang Varietas Atlantik di Dataran Medium |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Penyakit hawar daun (Phytophthora infestans) merupakan penyakit utama pada tanaman kentang yang dapat menyebabkan kehilangan hasil hingga 100%, terutama pada varietas Atlantik di dataran medium. Pengendalian penyakit ini masih bergantung pada fungisida sintetis yang berisiko terhadap lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas dan dosis terbaik biofungisida Greemi-G berbasis Trichoderma spp. dalam mengendalikan hawar daun serta pengaruhnya terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kentang. Penelitian dilaksanakan di Desa Karangsari, Kabupaten Pemalang pada Mei–Agustus 2025 menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan lima perlakuan dan delapan ulangan, yaitu kontrol, fungisida sintetis 100%, serta kombinasi fungisida sintetis dan Greemi-G (75:25, 50:50, dan 25:75). Parameter pengamatan meliputi intensitas penyakit, laju perkembangan penyakit, AUDPC, pertumbuhan, dan hasil tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi Greemi-G mampu menekan perkembangan penyakit hawar daun dan menurunkan nilai AUDPC. Kombinasi fungisida sintetis 25% dan Greemi-G 75% memberikan hasil terbaik tanpa menurunkan pertumbuhan dan hasil tanaman. Biofungisida Greemi-G berpotensi mengurangi penggunaan fungisida sintetis hingga 75% dan direkomendasikan sebagai pengendalian hawar daun yang ramah lingkungan. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | Late blight (Phytophthora infestans) is a major disease in potato cultivation that can cause up to 100% yield loss, particularly in the Atlantic variety grown in medium-altitude areas. Disease control still relies heavily on synthetic fungicides, raising environmental concerns. This study aimed to evaluate the effectiveness and optimum dosage of the Trichoderma spp.-based biofungicide Greemi-G for late blight control and its effect on potato growth and yield. The study was conducted in Pemalang Regency from May to August 2025 using a randomized block design with five treatments and eight replications: control, 100% synthetic fungicide, and combinations of synthetic fungicide and Greemi-G (75:25, 50:50, and 25:75). Observations included disease development, AUDPC, plant growth, and yield. The results showed that Greemi-G application effectively suppressed late blight development and reduced AUDPC values. The combination of 25% synthetic fungicide and 75% Greemi-G was the most effective without negatively affecting plant growth and yield. Greemi-G has the potential to reduce synthetic fungicide use by up to 75% and can be recommended as an environmentally friendly control strategy. |
| Kata kunci | Hawar daun, kentang, Greemi-G, Trichoderma spp., biofungisida |
| Pembimbing 1 | Dr. Endang Mugiastuti, S.P., M.P. |
| Pembimbing 2 | Dr. Rokhana Faizah, S.P., M.Si. |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2026 |
| Jumlah Halaman | 24 |
| Tgl. Entri | 2026-02-03 22:40:59.486399 |
|---|