Artikel Ilmiah : C1C021027 a.n. HANA LAILATUL FAIZAH

Kembali Update Delete

NIMC1C021027
NamamhsHANA LAILATUL FAIZAH
Judul ArtikelPENGARUH LITERASI KEUANGAN, GAYA HIDUP KONSUMTIF, PENGENDALIAN DIRI, DAN MENTAL ACCOUNTING TERHADAP PERILAKU BERUTANG MAHASANTRI DI PESANTREN PURWOKERTO
Abstrak (Bhs. Indonesia)Penelitian ini dimotivasi oleh pesatnya pertumbuhan lembaga pendidikan Islam, khususnya pesantren di daerah perkotaan seperti Purwokerto. Mahasantri merupakan entitas sosial yang unik dan kompleks karena mereka memainkan peran ganda, sebagai mahasiswa yang diharapkan mengikuti perkembangan zaman, dan sebagai santri yang harus menjunjung tinggi nilai-nilai tradisional dan agama di pesantren. Sebagai perwakilan Generasi Z, mahasiswa saat ini menghadapi tantangan finansial yang jauh lebih besar daripada generasi sebelumnya. Paparan terhadap budaya yang sangat konsumtif melalui media sosial, kemudahan akses ke platform pinjaman online, dan praktik utang konvensional di antara sesama mahasantri menciptakan kerentanan finansial. Terdapat kontradiksi yang jelas dalam lingkungan pesantren, di mana nilai kesederhanaan seringkali bertentangan dengan budaya isyraf atau perilaku berlebihan. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk menganalisis secara mendalam faktor-faktor yang memengaruhi perilaku utang mahasiswa pesantren. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data primer. Populasi sasaran adalah seluruh mahasiswa di Kabupaten Purwokerto, berjumlah 1.927 orang. Dengan menggunakan rumus Slovin dan margin kesalahan 5%, diperoleh sampel sebanyak 331 responden. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling dengan kriteria ketat, yaitu mahasiswa Gen-Z aktif (berusia 18-25 tahun) yang memiliki pengalaman atau saat ini memiliki utang. Pengumpulan data dilakukan melalui survei kuesioner menggunakan skala Likert 1-5. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku meminjam mahasiswa dipengaruhi secara signifikan oleh dua faktor utama: literasi keuangan, yang bertindak sebagai penghambat (pengaruh negatif), dan gaya hidup konsumtif, yang bertindak sebagai pendorong utama (pengaruh positif). Meskipun mahasiswa memiliki pengendalian diri dan sistem penganggaran pribadi (akuntansi mental), kedua faktor internal ini terbukti tidak cukup untuk mengekang niat meminjam karena tekanan lingkungan perkotaan yang sangat besar dan fenomena FOMO (Fear of Missing Out). Perilaku mahasiswa yang berutang dipicu oleh literasi keuangan yang rendah dan gaya hidup konsumtif yang tinggi, di mana tekanan sosial lebih dominan daripada pengendalian diri.
Abtrak (Bhs. Inggris)This research is motivated by the rapid growth of Islamic educational institutions, particularly Islamic boarding schools (pesantren) in urban areas like Purwokerto. Mahasantri are unique and complex social entities because they play a dual role: as university students who are expected to keep up with the times, and as santri who must adhere to traditional and religious values in Islamic boarding schools. As representatives of Generation Z, current university students face much greater financial challenges than previous generations. The exposure to a highly consumptive urban culture through social media, easy access to online lending platforms, and conventional debt practices among fellow students create financial vulnerability. There is a clear contradiction in the pesantren environment, where the value of simplicity often clashes with the culture of isyraf or excessive behavior. The main objective of this study is to analyze in depth the factors that influence the debt behavior of Islamic boarding school students. This study uses a quantitative approach with primary data. The target population is all students in Purwokerto District, totaling 1,927 people. Using the Slovin formula and a 5% margin of error, a sample of 331 respondents was obtained. The sampling technique used purposive sampling with strict criteria, namely active Gen-Z students (aged 18-25 years) who had experience with or currently had debt. Data collection was conducted through a questionnaire survey using a 1-5 Likert scale. The results of the study show that the borrowing behavior of university students is significantly influenced by two main factors: financial literacy, which acts as a deterrent (negative influence), and a consumptive lifestyle, which acts as the main driver (positive influence). Although students have self-control and personal budgeting systems (mental accounting), these two internal factors have proven insufficient to curb the intention to borrow due to the immense pressure of the urban environment and the phenomenon of FOMO. The behavior of student debtors is triggered by low financial literacy and high consumptive lifestyles, where social pressure dominates over self-control.
Kata kunciFinancial Literacy, Consumptive Lifestyle, Self-Control, Mental Accounting, Debt Intention, Debt Behavior
Pembimbing 1Ascaryan Rafinda,SE., M.Sc., Ph.D., Ak
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun2026
Jumlah Halaman144
Tgl. Entri2026-02-03 10:14:59.354624
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.