| NIM | F1A022048 |
| Namamhs | LAILA SABRINA |
| Judul Artikel | Toxic Productivity Among University Students: The Role of Institutional Policy and Student Experience Perspectives |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Toxic productivity semakin banyak dialami mahasiswa ketika tuntutan akademik, tekanan sosial, dan kebijakan institusional secara bersamaan membentuk budaya kampus yang menormalisasi aktivitas tanpa henti. Penelitian ini mengkaji fenomena tersebut di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Jenderal Soedirman, dengan menelusuri bagaimana mahasiswa memaknai regulasi akademik yang berorientasi pada produktivitas serta bagaimana struktur tersebut berinteraksi dengan kecenderungan psikologis mereka. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif, dengan pengumpulan data dari 233 mahasiswa melalui kuesioner berskala Likert dan Guttman, lalu dianalisis menggunakan distribusi frekuensi dan statistik deskriptif untuk mengidentifikasi pola perilaku, persepsi terhadap kebijakan institusi, dan dampak yang dialami. Hasil penelitian menunjukkan bahwa banyak mahasiswa merasakan tekanan untuk terus produktif, yang ditandai rasa bersalah saat beristirahat, beban akademik berlebih, serta penurunan kesejahteraan. Mahasiswa juga menilai bahwa kebijakan institusional, seperti kewajiban berorganisasi dan sistem kredit kegiatan mahasiswa ikut memperkuat budaya pencapaian yang mendorong produktivitas berlebihan. Temuan ini menegaskan bahwa toxic productivity tidak hanya dipengaruhi faktor pribadi dan sosial, tetapi juga ekspektasi struktural kampus. Penelitian merekomendasikan penyesuaian kebijakan yang lebih fleksibel, indikator kinerja yang lebih seimbang, dan penguatan dukungan kesehatan mental untuk menciptakan lingkungan akademik yang lebih sehat. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | Toxic productivity has become increasingly prevalent among university students as academic expectations, social pressures, and institutional policies collectively shape a culture that normalizes continuous activity. This study examines the phenomenon within the Faculty of Social and Political Sciences, Universitas Jenderal Soedirman, by exploring how students interpret productivity-oriented academic regulations and how these structures interact with psychological tendencies. Using a descriptive quantitative design, data were collected from 233 undergraduate students through a structured questionnaire employing Likert and Guttman scales, and analyzed using frequency distributions and descriptive statistics to identify behavioral patterns, perceptions of institutional policies, and experienced impacts. The findings show that many students experience persistent pressure to remain productive, often accompanied by guilt during rest, academic overload, and declining well-being. Students perceive institutional requirements such as mandatory organizational involvement and credit-based activity systems as reinforcing an achievement-oriented environment that intensifies excessive productivity. These results demonstrate that toxic productivity arises not only from personal or social factors but also from structural academic expectations that shape bounded rationality in student decision-making. The study concludes that policy adjustments promoting flexibility, balanced performance indicators, and improved mental-health support are essential to mitigating excessive productivity pressures and fostering healthier academic conditions. |
| Kata kunci | Toxic Productivity, Burnout, University Policy, Mental Health Interventions, Well-Being |
| Pembimbing 1 | Ratna Dewi |
| Pembimbing 2 | Arizal Mutahir |
| Pembimbing 3 | Wiman Rizkidarajat |
| Tahun | 2026 |
| Jumlah Halaman | 28 |
| Tgl. Entri | 2026-02-03 08:11:48.808205 |
|---|