Artikel Ilmiah : I1B022054 a.n. AZIZAH NURUL HANUN

Kembali Update Delete

NIMI1B022054
NamamhsAZIZAH NURUL HANUN
Judul ArtikelHubungan Jenis Kelamin dan Usia Gestasi dengan Perilaku Menyusu Bayi Prematur
Abstrak (Bhs. Indonesia)ABSTRAK

HUBUNGAN JENIS KELAMIN DAN USIA GESTASI DENGAN
PERILAKU MENYUSU BAYI PREMATUR
Azizah Nurul Hanun, Haryatiningsih Purwandari, Meivita Dewi
Latar Belakang: Angka kelahiran prematur global dan nasional masih tergolong tinggi dengan prevalensi mencapai 31,5% di RSUD Prof. DR. Margono Soekarjo pada tahun 2023. Kondisi prematuritas menyebabkan ketidakmatangan fungsional dalam koordinasi menghisap, menelan, dan bernapas yang berisiko pada ketidakcukupan asupan nutrisi dan gangguan pertumbuhan. Faktor biologis seperti usia gestasi dan jenis kelamin diduga memiliki peran terhadap perbedaan pola serta efektivitas perilaku menyusu. Oleh karena itu penelitian ini dilakukan untuk menganalisis determinan perilaku menyusu bayi prematur guna mendukung keberhasilan ASI ekslusif.
Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif korelasional dengan desain penelitian cross-sectional. Sampel pada penelitian ini sebanyak 21 responden dengan teknik pengambilan sampel menggunakan convenience sample. Analisis data yang digunakan yaitu spearman rank dan fisher’s exact test.
Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan bahwa bayi prematur memiliki rata-rata usia gestasi 33 minggu dan usia PMA 36 minggu, mayoritas berjenis kelamin perempuan, dan mayoritas skor APGAR bayi pada menit ke-1 sebagian besar berada pada kategori asfiksia sedang (73,9%), selanjutnya pada menit ke-5 dan ke-10 didominasi kategori normal dengan masing-masing nilai (47,8%) dan (60,9%). Hasil analisis skor PIBBS memiliki median 16 dan sebanyak 61,9% bayi berada pada kategori perilaku menyusu tidak adekuat. Hasil analisis uji bivariat antara usia gestasi dan skor PIBBS tidak terdapat hubungan signifikan dengan nilai (p= 0,474), sedangkan hasil analisis bivariat antara jenis kelamin dan skor PIBBS tidak terdapat hubungan signifikan dengan nilai (p= 0,325).
Kesimpulan: Usia gestasi saat lahir dan jenis kelamin tidak berhubungan signifikan dengan perilaku menyusu bayi prematur yang dinilai menggunakan PIBBS dalam penelitian ini.
Kata Kunci: Breastfeeding, Gender, Imatur, Neonatus
Abtrak (Bhs. Inggris)ABSTRACT

RELATIONSHIP BETWEEN SEX, GESTATIONAL AGE, AND
BREASTFEEDING BEHAVIOR OF PREMATURE INFANTS
Azizah Nurul Hanun, Haryatiningsih Purwandari, Meivita Dewi
Background: Global and national preterm birth rates remain high, with a prevalence reaching 31.5% at Prof. Dr. Margono Soekarjo Regional General Hospital in 2023. Prematurity causes functional immaturity in the coordination of sucking, swallowing, and breathing, leading to inadequate nutritional intake and growth disorders. Biological factors such as gestational age and gender are suspected to play a role in differences in breastfeeding patterns and effectiveness. Therefore, this study was conducted to analyze the determinants of breastfeeding behavior in premature infants to support the success of exclusive breastfeeding.
Methods: This study used a quantitative correlational method with a cross-sectional design. The sample for this study comprised 21 respondents, selected through convenience sampling. Data analysis used Spearman's rank and Fisher's exact tests.
Research Results: The results showed that premature infants had a mean gestational age of 33 weeks and a PMA of 36 weeks. The majority were female, and the majority of infants' APGAR scores at 1 minute were in the moderate asphyxia category (73.9%). Furthermore, at 5 and 10 minutes, the infants were predominantly in the normal category, with scores of 47.8% and 60.9%, respectively. The PIBBS score analysis showed a median of 16, and 61.9% of infants were in the inadequate breastfeeding behavior category. Bivariate analysis showed no significant association between gestational age and PIBBS score (p=0.474), while bivariate analysis showed no significant association between sex and PIBBS score (p=0.325).
Conclusion: Gestational age at birth and sex were not significantly associated with breastfeeding behavior in premature infants assessed using the PIBBS in this study.
Keywords: Breastfeeding, Gender, Immature, Neonate
Kata kunciBreastfeeding, Gender, Imatur, Neonatus
Pembimbing 1Haryatiningsih Purwandari, S.Kep., Ns., M.Kep., Sp.Kep.An. Ph.D.
Pembimbing 2Meivita Dewi P, S.Kep., Ns., M.Kep.
Pembimbing 3
Tahun2026
Jumlah Halaman10
Tgl. Entri2026-01-29 13:29:39.294363
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.