| NIM | F1A022013 |
| Namamhs | RIYANI LINTANG VIONA |
| Judul Artikel | Hubungan Konsep Diri dan Interaksi Teman Sebaya dengan Tingkat FoMO pada Remaja |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | FoMO atau Fear of Missing Out merupakan perasaan ingin selalu terhubung dan tidak tertinggal dengan aktivitas orang lain. Fenomena FoMO menjadi fenomena yang marak terjadi di tengah masyarakat, terutama di kalangan remaja. Ini dapat dipengaruhi berbagai faktor, seperti: konsep diri dan interaksi teman sebaya. Penelitian ini bertujuan menjelaskan hubungan konsep diri dan interaksi teman sebaya dengan tingkat FoMO pada remaja. Penelitian ini menggunakan metode survei. Data dianalisis menggunakan uji korelasi Tau Kendall untuk mengukur hubungan antarvariabel. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat hubungan positif konsep diri dengan FoMO pada remaja dengan nilai korelasi sebesar 0.14, dan nilai p sebesar 0.003 menunjukan bahwa kedua varibel berhubungan signifikan. Analisis Hasil penelitian menunjukan adanya hubungan positif antara interaksi teman sebaya dengan FoMO pada remaja sebesar 0.29 dengan nilai p 0.000 menunjukan bahwa terdapat hubungan yang kedua variabel adalah signifikan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa konsep diri dan interaksi teman sebaya tidak sepenuhnya berhubungan dengan tingkat FoMO. Konsep diri yang kurang positif menjadi evaluasi untuk dirinya sendiri daripada membandingkan dengan orang lain. Remaja dengan konsep diri yang positif cenderung mengalami FoMO, dibandingkan remaja yang memiliki konsep diri negatif. Keterikatan teman sebaya yang cukup tidak dapat menimbulkan kecemasan pada remaja. FoMO pada remaja lebih berfokus pada hal-hal akademik seperti nilai dan prestasi daripada hiburan atau gaya hidup. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | FoMO, or Fear of Missing Out, is the feeling of always wanting to be connected and not left behind by the activities of others. The FoMO phenomenon has become widespread in society, especially among teenagers. This can be influenced by various factors, such as self-concept and peer interaction. This study aims to explain the relationship between self-concept and peer interaction with the level of FoMO in teenagers. This study uses a survey method. The data were analyzed using Kendall's Tau correlation test to measure the relationship between variables. The results showed that there was a positive relationship between self-concept and FoMO in adolescents with a correlation value of 0.14, and a p-value of 0.003, indicating that the two variables were significantly related. Analysis of the results showed a positive relationship between peer interaction and FoMO in adolescents of 0.29 with a p-value of 0.000, indicating that the relationship between the two variables is significant. The results of this study show that self-concept and peer interaction are not entirely related to the level of FoMO. A less positive self-concept becomes an evaluation of oneself rather than a comparison with others. Adolescents with a positive self-concept tend to experience FoMO, compared to adolescents with a negative self-concept. Sufficient peer attachment does not cause anxiety in adolescents. FoMO in adolescents focuses more on academic matters such as grades and achievements than entertainment or lifestyle. |
| Kata kunci | Konsep Diri , Interaksi Teman Sebaya, FoMO, Remaja |
| Pembimbing 1 | Dr. Nanang Martono, S. Sos., M.Si. |
| Pembimbing 2 | Amalia Nur Ramadhani, S. Sos., M.Si. |
| Pembimbing 3 | Ankarlina Pandu Primadata, S. Sos., M.Si. |
| Tahun | 2026 |
| Jumlah Halaman | 16 |
| Tgl. Entri | 2026-01-23 19:48:12.814491 |
|---|