Artikel Ilmiah : A1H023005 a.n. PUTRI ALIFADYCHA MIESYARIELL SEISARIASTI

Kembali Update Delete

NIMA1H023005
NamamhsPUTRI ALIFADYCHA MIESYARIELL SEISARIASTI
Judul ArtikelPengaruh Mineral Wollastonite dan Fly Ash Bottom Ash Terhadap Serapan Ca Daun, Bobot Akar Pakcoy dan Sifat Kimia Tanah Entisol
Abstrak (Bhs. Indonesia)Pakcoy (Brassica rapa L.) merupakan salah satu tanaman sayur yang
memiliki nilai ekonomis dan gizi yang tinggi, selain itu pertumbuhannya cukup
cepat dan dapat tumbuh dengan baik di lingkungan yang beriklim panas maupun
dingin. Namun, produktivitasnya menurun akibat kesuburan tanah yang rendah,
terutama di tanah Entisol. Tanah Entisol merupakan tanah yang kurang
menguntungkan bagi pertumbuhan karena miskin unsur hara. Tanah Entisol
memiliki tekstur kasar, dengan konsisten lepas serta memiliki kemantapan agregat
yang rendah. Tanah Entisol sangat peka terhadap erosi dan tergolong tanah muda
sehingga profilnya belum berkembang, serta memiliki tekstur bervariasi dari
lempung ke lempung berpasir. Oleh karena itu, diperlukan perbaikan tanah dengan
memberikan pembenah tanah yaitu fly ash bottom ash (FABA) dan mineral
wollastonite (sumber kalsium dan silika). Pemberian kalsium dapat meningkatkan
perbaikan tanah, meningkatkan pH, dan memasok nutrisi penting bagi tanaman.
Penelitian dilakukan di Screenhouse Experimental Farm dan Laboratorium
Ilmu Tanah dan Sumberdaya Lahan Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal
Soedirman, dari Desember 2024 hingga Juli 2025. Rancangan yang digunakan
adalah RAK dengan dua faktor, yaitu dengan dosis wollastonite (0, 2, 4, dan 6 g
Si/polybag) dan FABA (0, 2, 4, dan 6 g Si/polibag), terdapat 2 perlakuan dan
setiap perlakuan terdapat 4 taraf serta terdapat 16 kombinasi. Tanaman yang
digunakan yaitu pakcoy varietas Nauli F1. Variabel yang diamati yaitu pH tanah,
daya hantar listrik (DHL), ketersediaan unsur hara seperti Ca dan Na didalam
tanah, serapan Ca pada daun, bobot kering akar, bobot segar akar, dan panjang
akar. Data dianalisis dengan menggunakan ANOVA dan uji lanjut DMRT pada
taraf 95%.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian FABA dan mineral
wollastonite pada tanah Entisol belum mampu meningkatkan terhadap serapan
kalsium (Ca) daun, panjang akar, bobot segar, bobot kering akar, maupun berat
tajuk tanaman pakcoy. Namun, FABA cenderung meningkatkan daya hantar
listrik (DHL) tanah pada 2 MST, sedangkan wollastonite mampu meningkatkan
pH KCI 2 MST dengan dosis maksimum 5,1 g Si/polibag mineral wollastonite,
serta dapat meningkatkan hasil pada pH KCl setelah panen.
Abtrak (Bhs. Inggris)Pakcoy (Brassica rapa L.) is a vegetable crop with high economic and
nutritional value. It grows quickly and thrives in both hot and cold climates.
However, its productivity declines due to low soil fertility, especially in Entisol
soils. Entisol soils are unfavorable for growth because they are poor in nutrients.
Entisol soil has a coarse texture, loose consistency, and low aggregate stability.
Entisol soil is very susceptible to erosion and is classified as young soil, meaning
that its profile is not yet developed and its texture varies from clay to sandy clay.
Therefore, soil improvement is needed by adding soil conditioners, namely fly ash
bottom ash (FABA) and wollastonite minerals (sources of calcium and silica). The
addition of calcium can improve the soil, increase the pH, and supply essential
nutrients for plants.
The research was conducted at the Screenhouse Experimental Farm and the
Soil Science and Land Resources Laboratory, Faculty of Agriculture, Jenderal
Soedirman University, from December 2024 to July 2025. The design used was
RAK with two factors, namely the dosage of wollastonite (0, 2, 4, and 6 g
Si/polybag) and FABA (0, 2, 4, and 6 g Si/polybag). There were 2 treatments and
each treatment had 4 levels, resulting in 16 combinations. The plant used was
Nauli F1 pakcoy. The variables observed were soil pH, electrical conductivity
(EC), availability of nutrients such as Ca and Na in the soil, Ca uptake in leaves,
dry root weight, fresh root weight, and root length. The data were analyzed using
ANOVA and DMRT follow-up tests at a 95% level.
The results showed that the application of FABA and wollastonite minerals
to Entisol soil did not increase leaf calcium (Ca) uptake, root length, fresh weight,
dry root weight, or pakcoy plant crown weight. However, FABA tends to increase
soil electrical conductivity at 2 MST, while wollastonite is able to increase the pH
KCl 2 MST with a maximum dose of 5.1 g Si/polybag of wollastonite mineral,
and can increase yields at pH KCl after harvest.
Kata kunciEntisol, FABA, Wollastonite, Pakcoy, Kalsium
Pembimbing 1Prof. Ir. Kharisun, Ph.D.
Pembimbing 2Hana Hanifa, S.P., M.Sc.
Pembimbing 3
Tahun2026
Jumlah Halaman85
Tgl. Entri2026-01-21 11:43:45.055262
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.