Artikel Ilmiah : I1B022010 a.n. ADE SUCI RAMADANI

Kembali Update Delete

NIMI1B022010
NamamhsADE SUCI RAMADANI
Judul ArtikelAnalisis Faktor-Faktor Yang Memengaruhi Kualitas Hidup Penyandang Talasemia Di Kabupaten Banyumas
Abstrak (Bhs. Indonesia)Latar Belakang : Talasemia merupakan kelainan darah bawaan yang memerlukan penanganan seumur hidup dan berpotensi menurunkan kualitas hidup penyandangnya. Kabupaten Banyumas tercatat lebih dari 600 kasus talasemia pada tahun 2023. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor yang berhubungan dengan kualitas hidup penyandang talasemia di wilayah tersebut
Metodologi : Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel terdiri dari 98 penyandang talasemia mayor yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Kualitas hidup diukur menggunakan instrumen WHOQOL-BREF. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat, dan multivariat menggunakan regresi logistik biner.
Hasil Penelitian : Mayoritas responden perempuan (73,5%), Sarjana (41,8%), wiraswasta (43,9%), ekonomi >UMR (56,1%), usia rata-rata 27 tahun. Sebagian besar memiliki Hb pretransfusi suboptimal (91,8%), dukungan keluarga baik (89,8%), kepatuhan transfusi tinggi (62,2%), tetapi tidak patuh terapi kelasi besi (56,1%). Kualitas hidup tinggi ditemukan pada 56,1% responden. Analisis bivariat menunjukkan hubungan signifikan dengan status ekonomi, pekerjaan, dukungan keluarga, kepatuhan transfusi, dan kepatuhan kelasi besi (p<0,05). Analisis multivariat mengidentifikasi pekerjaan wiraswasta (OR=6,177) dan kepatuhan terapi kelasi besi (OR=0,217) sebagai faktor paling berhubungan.
Kesimpulan : ekerjaan dan kepatuhan terapi kelasi besi merupakan faktor yang memiliki hubungan paling kuat dengan kualitas hidup penyandang talasemia.
Kata Kunci : kualitas_hidup, talasemia, kepatuhan_terapi
Abtrak (Bhs. Inggris)Background: Thalassemia is an inherited blood disorder requiring lifelong management and has the potential to reduce the quality of life of affected individuals. Banyumas Regency recorded over 600 thalassemia cases in 2023. This study aimed to analyze factors associated with the quality of life of thalassemia patients in the region.
Methodology: Cross-sectional study with 98 thalassemia major patients selected by total sampling. Quality of life was assessed using WHOQOL-BREF. Data were analyzed using univariate, bivariate, and multivariate binary logistic regression.
Results: Respondents were mostly female (73.5%), held bachelor’s degrees (41.8%), self-employed (43.9%), earned above regional minimum wage (56.1%), and averaged 27 years old. Most had suboptimal pretransfusion hemoglobin (91.8%), good family support (89.8%), high transfusion adherence (62.2%), but low iron chelation adherence (56.1%). High quality of life was found in 56.1% of participants. Bivariate analysis showed significant relationships between quality of life and economic status, occupation, family support, transfusion adherence, and chelation adherence (p<0.05). Multivariate analysis identified self-employment (OR=6.177) and iron chelation adherence (OR=0.217) as the strongest predictors.
Conclusion: Occupation and adherence to iron chelation therapy are the most significant factors associated with quality of life in thalassemia patients.
Keywords: quality_of_life, thalassemia, therapy_adherence
Kata kunciKata Kunci : kualitas_hidup, talasemia, kepatuhan_terapi
Pembimbing 1Annas Sumeru, M.Kep., Ns., Sp.Kep.MB
Pembimbing 2Agis Taufik, M.Kep., Ns., Sp.Kep.MB
Pembimbing 3
Tahun2026
Jumlah Halaman136
Tgl. Entri2026-01-21 09:36:38.237433
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.