Artikel Ilmiah : F1D022019 a.n. HANNA CHRISTI DWIMEI SIMATUPANG

Kembali Update Delete

NIMF1D022019
NamamhsHANNA CHRISTI DWIMEI SIMATUPANG
Judul ArtikelPolitik Pengakuan dalam Konflik Penolakan Keberadaan Gereja Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Filadelfia di Kabupaten Bekasi
Abstrak (Bhs. Indonesia)Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perjuangan jemaat HKBP Filadelfia dalam mendapatkan pengakuan untuk beribadah di lahan yang mereka miliki di Kabupaten Bekasi. Perjuangan dilakukan karena adanya penolakan dari sebagian masyarakat sekitar. Menggunakan konsep politik pengakuan James Tully, penelitian ini menjabarkan perjuangan yang dilakukan HKBP Filadelfia dalam dua bentuk: (1) perjuangan atas praktik pengaturan sepihak, dengan mengajukan gugatan hukum dan melakukan peribadahan di depan lahan yang disegel dan di depan Istana Negara; (2) perjuangan dalam dialog antarkewargaan yang dilakukan dengan pemerintah, komisi negara, hingga warga Jejalenjaya. Dengan menggunakan pendekatan studi kasus, penelitian ini menemukan bahwa pemerintah yang seharusnya bertanggung jawab atas legitimasi yang dimiliki nyatanya gagal dalam memberikan pengakuan, sehingga perjuangan jemaat HKBP Filadelfia terus berlanjut dan dinegosiasikan dengan berbagai strategi dalam sistem politik yang cenderung dipengaruhi oleh kelompok dominan. Penelitian ini memberikan temuan tentang dinamika politik pengakuan, bahwa kurangnya konsistensi tujuan karena pergantian pendeta menjadi salah satu faktor HKBP Filadelfia belum mendapatkan pengakuan secara utuh.
Abtrak (Bhs. Inggris)This study aims to analyze the struggle of the HKBP Filadelfia congregation to gain
recognition to worship on land they own in Bekasi Regency. This struggle was carried out due to
rejection from some of the surrounding community. Using James Tully's concept of the politics of
recognition, this study describes the struggle undertaken by HKBP Filadelfia in two forms: (1) the
struggle against unilateral regulatory practices, by filing lawsuits and holding worship services in
front of the sealed land and in front of the State Palace; (2) the struggle in inter-citizen dialogue
conducted with the government, state commissions, and residents of Jejalenjaya. Using a case
study approach, this study found that the government, which should be responsible for the
legitimacy they have, in fact, failed to grant recognition. Thus, the struggle of the HKBP Filadelfia
congregation continues and is negotiated with various strategies within a political system that
tends to be influenced by dominant groups. This study provides findings on the dynamics of the
politics of recognition, that the lack of consistency of goals due to changes in pastors is one factor
in HKBP Filadelfia not yet receiving full recognition.
Kata kunciPolitik Pengakuan, Konflik, HKBP Filadelfia, Dominasi, Dialog Antarkewargaan
Pembimbing 1Khairu Roojiqien Sobandi, M.A., Ph.D.
Pembimbing 2Khairurrizqo, S.IP., M.IP.
Pembimbing 3Triana Ahdiati, M.Si.
Tahun2026
Jumlah Halaman38
Tgl. Entri2026-01-20 15:22:41.458926
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.