Artikel Ilmiah : B1B018039 a.n. PUTI JASMINE MUTIARA ARISCA

Kembali Update Delete

NIMB1B018039
NamamhsPUTI JASMINE MUTIARA ARISCA
Judul ArtikelDIVERSITY OF MORPHOLOGY, ANATOMY CHARACTERS, AND CURCUMIN CONTENT OF THE RHIZOME OF THREE Curcuma SPECIES IN PURWODADI BOTANICAL GARDEN
Abstrak (Bhs. Indonesia)Curcuma merupakan genus terkemuka dalam famili Zingiberaceae, yang seringkali menimbulkan tantangan identifikasi karena ciri morfologi yang tumpang tindih. Studi ini bertujuan untuk mengevaluasi variasi morfologi dan anatomi, serta kandungan kurkumin, dari tiga spesies Curcuma (Curcuma aeruginosa Roxb., Curcuma mangga Val. & van Zijp, dan Curcuma heyneana Val. & Zjip) dari Kebun Raya Purwodadi. Metode survei dengan pengambilan sampel acak digunakan. Parameter morfologi difokuskan pada dimensi rimpang, warna, aroma, dan pola percabangan, sedangkan analisis anatomi meneliti karakteristik butiran pati. Kandungan kurkumin diukur menggunakan spektrofotometri UV-Vis dan dianalisis melalui ANOVA satu arah dengan uji HSD Tukey. Hasil penelitian menunjukkan penanda morfologi yang berbeda, seperti cincin biru pada C. aeruginosa dan aroma seperti mangga pada C. mangga. Secara anatomi, butiran pati sebagian besar berbentuk oval dengan ukuran berkisar antara 10 hingga 40 µm. Kandungan kurkumin bervariasi secara signifikan antar spesies (p < 0,05), dengan C. mangga menghasilkan konsentrasi tertinggi (629,63 ± 6,17 mg), diikuti oleh C. aeruginosa (76,24 ± 1,05 mg), dan C. heyneana (3,43 ± 0,09 mg). Temuan ini menunjukkan bahwa C. mangga merupakan sumber kurkumin yang paling potensial di antara spesies yang diteliti, dan baik ciri morfologi maupun anatomi berfungsi sebagai penanda yang dapat diandalkan untuk diferensiasi spesies.
Abtrak (Bhs. Inggris)Curcuma is a prominent genus in the Zingiberaceae family, often presenting identification challenges due to overlapping morphological traits. This study aimed to evaluate the morphological and anatomical variations, as well as the curcumin content, of three Curcuma species (Curcuma aeruginosa Roxb., Curcuma mangga Val. & van Zijp, and Curcuma heyneana Val. & Zjip) from the Purwodadi Botanical Garden. A survey method with random sampling was employed. Morphological parameters focused on rhizome dimensions, color, aroma, and branching patterns, while anatomical analysis examined the characteristics of starch grains. Curcumin content was quantified using UV-Vis spectrophotometry and analyzed via one-way ANOVA with Tukey’s HSD test. The results demonstrated distinct morphological markers, such as the blue ring in C. aeruginosa and the mango-like aroma in C. mangga. Anatomically, starch grains were predominantly oval with sizes ranging from 10 to 40 µm. Curcumin content varied significantly across species (p < 0.05), with C. mangga yielding the highest concentration (629.63 ± 6.17 mg), followed by C. aeruginosa (76.24 ± 1.05 mg), and C. heyneana (3.43 ± 0.09 mg). These findings suggest that C. mangga is the most potential source of curcumin among the studied species, and both morphological and anatomical traits serve as reliable markers for species differentiation.
Kata kuncianatomy, Curcuma, curcumin, morphology, purwodadi botanical garden
Pembimbing 1Dr. Juwarno, M.P.
Pembimbing 2Trimanto, S.Pd., M.Si.
Pembimbing 3
Tahun2026
Jumlah Halaman6
Tgl. Entri2026-01-20 11:23:33.654932
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.