Artikel Ilmiah : I1B022033 a.n. MELIYA CAHYA FITRI RAUHALI
| NIM | I1B022033 |
|---|---|
| Namamhs | MELIYA CAHYA FITRI RAUHALI |
| Judul Artikel | Gambaran Tingkat Pengetahuan Kader Posyandu tentang Program Integrasi Layanan Primer di Kecamatan Purwokerto Utara |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Latar Belakang: Program Integrasi Layanan Primer (ILP) merupakan transformasi pelayanan kesehatan dasar yang dimulai pada tahun 2023, dengan posyandu berfungsi sebagai garda terdepan di tingkat masyarakat. Keberhasilan pelaksanaan ILP sangat bergantung pada pengetahuan kader posyandu mengenai konsep dasar, pelaksanaan pelayanan, peran dan tanggung jawab, serta prosedur pencatatan dan pelaporan. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan tingkat pengetahuan kader posyandu tentang program ILP di Kecamatan Purwokerto Utara. Metodologi: Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan potong lintang (cross-sectional). Populasi penelitian adalah seluruh kader posyandu yang telah mengikuti pelatihan ILP di wilayah kerja Puskesmas Purwokerto Utara (n = 147). Sebanyak 112 kader dipilih menggunakan teknik stratified random sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner pengetahuan yang telah divalidasi dan memiliki reliabilitas yang baik (Cronbach’s Alpha = 0,765). Data dianalisis menggunakan analisis univariat. Hasil: Sebagian besar kader memiliki tingkat pengetahuan sedang tentang ILP (53,6%), diikuti oleh tingkat pengetahuan baik (43,8%) dan pengetahuan kurang (2,7%). Kesimpulan: Pengetahuan kader posyandu mengenai ILP sebagian besar berada pada kategori sedang. Meskipun konsep dasar umumnya telah dipahami, masih terdapat kesenjangan pengetahuan pada beberapa komponen pelayanan dan batasan kewenangan kader. Oleh karena itu, diperlukan pendidikan dan pelatihan berkelanjutan untuk meningkatkan kompetensi kader dan mendukung pelaksanaan ILP yang efektif. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | Background: The Primary Care Integration Program (ILP) is a transformation of basic health services initiated in 2023, with posyandu functioning as the frontline at the community level. The effectiveness of ILP implementation largely depends on posyandu cadres’ knowledge of basic concepts, service delivery, roles and responsibilities, as well as recording and reporting procedures. This study aimed to describe the level of knowledge of posyandu cadres regarding the ILP program in North Purwokerto District. Methodology: This study employed a quantitative descriptive design with a cross-sectional approach. The population consisted of all posyandu cadres who had participated in ILP training in the working area of Purwokerto Utara Public Health Centers (n=147). A total of 112 cadres were selected using stratified random sampling. Data were collected using a validated knowledge questionnaire with good reliability (Cronbach’s Alpha = 0.765) and analyzed using univariate analysis. Results: Most cadres demonstrated a moderate level of knowledge regarding ILP (53.6%), followed by good (43.8%) and poor (2.7%) knowledge levels. Conclusion: The knowledge of posyandu cadres on ILP is predominantly moderate. While basic concepts are generally understood, gaps remain in certain service components and the scope of cadre authority. Continuous education and training are needed to strengthen cadre competence and support effective ILP implementation. |
| Kata kunci | Integrasi Layanan Primer, Kader Posyandu, Pengetahuan |
| Pembimbing 1 | Asep Iskandar, M.Kep., Ns., Sp.Kep.Kom. |
| Pembimbing 2 | Lita Heni Kusumawardani, S.Kep., M.Kep., Ns. Sp.Kep.Kom. |
| Pembimbing 3 | - |
| Tahun | 2025 |
| Jumlah Halaman | 9 |
| Tgl. Entri | 2026-01-15 12:04:26.033224 |