| NIM | G1A022043 |
| Namamhs | KHANSA FAKHIRA RAHMANI |
| Judul Artikel | DETERMINAN KEPATUHAN KONSUMSI OBAT PADA PASIEN DIABETES MELITUS DI PROVINSI JAWA TENGAH: ANALISIS DATA SURVEI KESEHATAN INDONESIA 2023 |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Latar Belakang: Diabetes Melitus (DM) merupakan the silent killer, satu dari setiap dua orang tidak menyadari kondisi DM yang dialaminya. Hasil SKI 2023 menunjukkan adanya gap prevalensi penduduk yang didiagnosis DM oleh tenaga kesehatan dengan hasil pemeriksaan kadar gula darah sebesar 9,5% (2,2% vs 11,7%). Diabetes Melitus yang tidak terdeteksi dan tidak dikendalikan dengan baik dapat menyebabkan komplikasi. Faktor kunci dalam pengendalian gula darah bagi pasien DM adalah kepatuhan mengkonsumsi obat yang diberikan sesuai anjuran dokter. Tujuan: Menganalisis hubungan antara status gizi, aktivitas fisik, usia, pemeriksaan GDS berkala, informasi mengenai obat DM, pendidikan, dan karakteristik geografis dengan kepatuhan konsumsi obat pada pasien diabetes melitus di Provinsi Jawa Tengah. Metodologi: Penelitian menggunakan rancangan analitik observasional pendekatan cross-sectional dengan data sekunder SKI 2023. Hasil: Responden penelitian didominasi individu berusia ≥ 60 tahun, tidak obesitas, aktivitas fisik kurang, pemeriksaan GDS minimal 1 bulan sekali, mendapat penjelasan obat DM, pendidikan rendah, dan tinggal di perkotaan. Uji regresi logistik pada analisis bivariat dan multivariat memperoleh nilai p-value < 0,001 pada variabel pemeriksaan GDS berkala dan penjelasan obat DM. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara pemeriksaan GDS berkala dan penjelasan obat DM dengan kepatuhan konsumsi obat pada pasien diabetes melitus di Provinsi Jawa Tengah. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | Background: Diabetes Mellitus (DM) is known as a silent killer, with one in two individuals unaware of their condition. The 2023 SKI results indicate a 9.5% prevalence gap between residents diagnosed with DM by health professionals and those identified through blood glucose testing (2.2% vs 11.7%). Undetected and poorly controlled DM can lead to complications. A key factor in blood glucose control among DM patients is adherence to prescribed medication. Objective: To analyze the association between nutritional status, physical activity, age, regular random blood glucose (RBG) monitoring, information regarding diabetes mellitus (DM) medication, education, and geographical characteristics with medication adherence among diabetes mellitus patients in Central Java Province. Methodology: This study employed an analytical observational design with a cross-sectional approach using secondary data from the 2023 Indonesian Health Survey (SKI 2023). Results: Most respondents were aged ≥ 60 years, non-obese, had low physical activity, underwent RBG monitoring at least once a month, received information regarding DM medication, had a low level of education, and resided in urban areas. Logistic regression analysis in both bivariate and multivariate models showed p-values < 0.001 for regular RBG monitoring and information on DM medication. Conclusion: There is a significant association between regular RBG monitoring and information regarding DM medication with medication adherence among diabetes mellitus patients in Central Java Province. |
| Kata kunci | Diabetes Melitus; Kepatuhan Obat; Glukosa Darah Berkala; Penjelasan Obat DM; Provinsi Jawa Tengah; SKI 2023 |
| Pembimbing 1 | dr. Joko Mulyanto, M. Sc, Ph.D |
| Pembimbing 2 | dr. Ary Nahdiyani Amalia, M. Biomed |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2026 |
| Jumlah Halaman | 15 |
| Tgl. Entri | 2025-12-31 04:52:34.929924 |
|---|