Artikel Ilmiah : G1A022009 a.n. GHINA ADIBAH MAHARANI
| NIM | G1A022009 |
|---|---|
| Namamhs | GHINA ADIBAH MAHARANI |
| Judul Artikel | UJI ANTIJAMUR DAN ANTIBIOFILM NANOPARTIKEL PERAK (AgNp) DARI EKSTRAK ETIL ASETAT TERONG UNGU (Solanum melongena L.) TERHADAP Candida albicans ATCC 10231 |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Latar Belakang: Candida albicans merupakan jamur oportunistik penyebab utama kandidiasis yang memiliki kemampuan membentuk biofilm, sehingga meningkatkan resistensi terhadap terapi antijamur konvensional. Pendekatan berbasis bahan alam dan nanoteknologi dikembangkan sebagai alternatif untuk meningkatkan efektivitas penghambatan dan perusakan biofilm jamur. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi aktivitas antijamur dan antibiofilm nanopartikel perak yang disintesis dari ekstrak etil asetat terong ungu (Solanum melongena L.) terhadap Candida albicans ATCC 10231. Metodologi: Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorium dengan rancangan post-test only control group. Nanopartikel perak disintesis melalui metode green synthesis menggunakan ekstrak etil asetat terong ungu sebagai agen pereduksi dan penstabil. Aktivitas antijamur dianalisis melalui penentuan Minimum Inhibitory Concentration (MIC) dan Minimum Fungicidal Concentration (MFC), sedangkan aktivitas antibiofilm dievaluasi menggunakan metode microtiter plate assay untuk memperoleh nilai Minimum Biofilm Inhibitory Concentration 50% (MBIC₅₀) dan Minimum Biofilm Reduction Concentration 50% (MBRC₅₀). Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa nanopartikel perak memiliki ukuran rata-rata 77 nm. Aktivitas antijamur menunjukkan nilai MIC sebesar 8 mg/mL dengan sifat fungistatik, sementara aktivitas fungisidal tidak tercapai pada uji MFC. Aktivitas antibiofilm menunjukkan efektivitas yang signifikan dengan nilai MBIC₅₀ sebesar 2,079 mg/mL dan MBRC₅₀ sebesar 1,736 mg/mL, disertai pola dosis–respon yang konsisten terhadap hambatan dan reduksi biofilm C. albicans. Kesimpulan: Nanopartikel perak ekstrak etil asetat terong ungu memiliki potensi sebagai agen antijamur dan antibiofilm berbasis bahan alam, dengan efektivitas yang lebih menonjol terhadap fase biofilm dibandingkan fase planktonik, sehingga berpeluang dikembangkan sebagai agen pendukung terapi kandidiasis. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | Background: Candida albicans is an opportunistic fungal pathogen and the leading cause of candidiasis, with the ability to form biofilms that significantly increase resistance to conventional antifungal therapies. Natural product–based approaches combined with nanotechnology have been explored to enhance antifungal and antibiofilm efficacy. Objective: This study aimed to evaluate the antifungal and antibiofilm activities of silver nanoparticles synthesized from the ethyl acetate extract of purple eggplant (Solanum melongena L.) against Candida albicans ATCC 10231. Methodology: This experimental laboratory study employed a post-test only control group design. Silver nanoparticles were synthesized using a green synthesis approach, with the ethyl acetate extract of S. melongena serving as a reducing and stabilizing agent. Antifungal activity was assessed by determining the Minimum Inhibitory Concentration (MIC) and Minimum Fungicidal Concentration (MFC). Antibiofilm activity was evaluated using a microtiter plate assay to determine the Minimum Biofilm Inhibitory Concentration 50% (MBIC₅₀) and Minimum Biofilm Reduction Concentration 50% (MBRC₅₀). Results: The synthesized silver nanoparticles had an average particle size of 77 nm. Antifungal testing revealed an MIC value of 8 mg/mL with fungistatic activity, while no fungicidal effect was observed in the MFC assay. The nanoparticles demonstrated significant antibiofilm activity, with MBIC₅₀ and MBRC₅₀ values of 2.079 mg/mL and 1.736 mg/mL, respectively, and exhibited a consistent dose–response pattern in both biofilm inhibition and reduction. Conclusion: Silver nanoparticles synthesized from the ethyl acetate extract of Solanum melongena L. exhibit promising antifungal and antibiofilm activities against Candida albicans, with greater effectiveness against the biofilm phase than the planktonic phase. These findings highlight their potential development as a natural adjunctive agent for candidiasis therapy |
| Kata kunci | Candida albicans, nanopartikel perak, Solanum melongena L., antijamur, antibiofilm, green synthesis |
| Pembimbing 1 | Dr. dr. Setiawati, M.Sc |
| Pembimbing 2 | Anriani Puspita Karunina Ning Widhi, S. Si, M. Si |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2025 |
| Jumlah Halaman | 12 |
| Tgl. Entri | 2025-12-30 10:51:00.02912 |