Artikel Ilmiah : I1B022105 a.n. DZUHRIATUL KHUMAIRAH
| NIM | I1B022105 |
|---|---|
| Namamhs | DZUHRIATUL KHUMAIRAH |
| Judul Artikel | GAMBARAN PENGETAHUAN DAN SIKAP MASYARAKAT TENTANG KESIAPSIAGAAN DAN DETEKSI DINI BENCANA GUNUNG MELETUS |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Latar Belakang: Indonesia memiliki tingkat kerentanan yang tinggi terhadap erupsi gunung berapi, termasuk Gunung Slamet yang sejak tahun 2023 berada pada Level II (Waspada). Desa Limpakuwus sebagai wilayah rawan bencana memerlukan kesiapsiagaan masyarakat yang memadai. Meskipun penelitian sebelumnya melaporkan rendahnya tingkat pengetahuan dan sikap masyarakat di daerah rawan erupsi, kondisi di Limpakuwus menunjukkan hasil yang berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan tingkat pengetahuan dan sikap masyarakat terhadap kesiapsiagaan dan deteksi dini bencana erupsi gunung berapi sebagai dasar penguatan strategi mitigasi yang kontekstual. Metode: Penelitian ini menggunakan desain survei deskriptif kuantitatif dengan melibatkan 69 responden yang dipilih melalui teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, kemudian dianalisis secara deskriptif menggunakan persentase univariat. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden berusia produktif, bekerja sebagai petani, dan berpendidikan sekolah dasar. Tingkat pengetahuan dikategorikan baik (85,5%), cukup (13,0%), dan kurang (1,4%). Seluruh responden (100%) menunjukkan sikap yang baik terhadap kesiapsiagaan dan deteksi dini. Kesimpulan: Masyarakat Desa Limpakuwus tergolong siap dan responsif terhadap ancaman erupsi gunung berapi, dengan pengetahuan dan sikap positif sebagai dasar kuat untuk mitigasi bencana yang berkelanjutan. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | Background: Indonesia has a high level of vulnerability to volcanic eruptions, including Mount Slamet, which has remained at Level II (Alert) since 2023. Limpakuwus Village, as a disaster-prone area, requires adequate community preparedness. Although previous studies reported low levels of knowledge and attitudes among residents in eruption-prone areas, conditions in Limpakuwus show different findings. This study aims to describe the community’s level of knowledge and attitudes toward preparedness and early detection of volcanic eruption disasters as a basis for strengthening contextual mitigation strategies. Method: This research used a quantitative descriptive survey design involving 69 respondents selected through a total sampling technique. Data were collected using validated and reliable questionnaires and analyzed descriptively using univariate percentages. Result: The results showed that most respondents were of productive age, worked as farmers, and had elementary education. The level of knowledge was categorized as good (85.5%), fair (13.0%), and poor (1.4%). All respondents (100%) demonstrated positive attitudes toward preparedness and early detection. Conclusion: The people of Limpakuwus Village are considered ready and responsive to volcanic eruption threats, with good knowledge and positive attitudes serving as a strong foundation for sustainable disaster mitigation. |
| Kata kunci | Keywords:Attitudes, Early Detection, Knowledge, Mount Slamet, Preparedness |
| Pembimbing 1 | Galih Noor Alivian |
| Pembimbing 2 | Wahyudi Mulyaningrat |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2025 |
| Jumlah Halaman | 10 |
| Tgl. Entri | 2025-12-18 16:08:11.401193 |