Artikel Ilmiah : F1B008067 a.n. MUHLISOH

Kembali Update Delete

NIMF1B008067
NamamhsMUHLISOH
Judul ArtikelDisparitas Hasil Pembangunan
(Studi Tentang Kegagalan Pembangunan Dalam Peningkatan Partisipasi Kasar Pendidikan Dasar Di Desa Karangjengkol, Kecamatan Kutasari, Kabupaten Purbalingga)
Abstrak (Bhs. Indonesia)Pasal 17 Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional menjelaskan bahwa pendidikan dasar yang wajib ditempuh adalah selama sembilan tahun yaitu sampai pada jenjang SMP/MTS/yang sederajat. Kondisi pendidikan selama empat tahun terakhir dari tahun 2008-2011 di Kabupaten Purbalingga tidak mengalami perubahan yang cukup signifikan dalam permasalahan pendidikan dasar. Angka putus sekolah anak usia wajib belajar masih mencapai kisaran angka 6,8 persen. Hal ini menjadi permasalahan mendasar bagi ketimpangan pembangunan sektor pendidikan dibandingkan dengan sektor ekonomi. Menurunnya angka pengangguran berbanding terbalik dengan partisipasi kasar pendidikan dasar yang ditandai dengan angka putus sekolah yang masih tinggi. Paradigma pembangunan yang diterapkan selama ini adalah paradigma pertumbuhan ekonomi. Padahal keberhasilan paradigma pertumbuhan mencapai pertumbuhan ekonomi yang tinggi telah membawa berbagai akibat negatif. Momentum pembangunan dicapai dengan pengorbanan deteriorasi ekologis, penyusutan sumber alam, timbulnya kesenjangan sosial dan dependensi (Moeljarto, 2007:9).
Abtrak (Bhs. Inggris)Article 17 of law No. 20 of 2003 about national education system explain that primary education that is obliged to be taken for nine years until the (junior high school) SMP/MTS/equal. The condition of education during the last four years of 2008-2011 in Purbalingga regency did not significantly changes in the basic educational problems. Dropout rate of school age children was still in the range of 6.8 percent. It becomes a fundamental problem for the education sector development gaps compared to the economic sector. The decreasing of unemployment rate is inversely with the primary education gross which is marked by the dropout rate is still high. The development paradigm that is applied is economic growth paradigm. Though the success of growth paradigm reaches the high economic growth has brought many negative effects. The development momentum is achieved by sacrificing the ecological deterioration, natural resources depletion, the emergence of social inequality and dependency (Moeljarto, 2007:9).
Kata kuncikegagalan pembangunan, partisipasi kasar, pendidikan dasar
Pembimbing 1Dra. Rukna Idanati, M.Kes
Pembimbing 2Tobirin, M.Si
Pembimbing 3Dwiyanto Indiahono, M.Si
Tahun2013
Jumlah Halaman12
Tgl. Entri(belum diset)
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.