Artikel Ilmiah : P2G024011 a.n. ARIANI DWI ASTUTI

Kembali Update Delete

NIMP2G024011
NamamhsARIANI DWI ASTUTI
Judul ArtikelDAMPAK EKOLOGIS, SOSIAL DAN EKONOMI PENGEMBANGAN MODEL DESA KONSERVASI DI LUAR KAWASAN KONSERVASI
Abstrak (Bhs. Indonesia)Perubahan kondisi ekologi, sosial, ekonomi dan politik yang demikian cepat memerlukan perubahan paradigma baru dalam pengelolaan sumberdaya hayati. Konsep Model Desa Konservasi (MDK) merupakan salah satu konsep paradigma baru upaya konservasi di sekitar kawasan konservasi. Pengelolaan MDK yang berkelanjutan membawa dampak sosial, ekonomi dan ekologis. Desa Banjarmangu, Kecamatan Banjarmangu, Kabupaten Banjarnegara merupakan MDK di luar kawasan konservasi sehingga diperlukan penelitian mengenai dampak sosial, ekonomi dan ekologis. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode kualitatif untuk mengkaji dampak sosial dan dampak ekonomi desa konservasi. Sedangkan metode kuantitaf pada penelitian ini yaitu berupa menganalisis dampak ekologis desa konservasi ditinjau dari aspek penutupan lahan Tahun 2018 dan 2025 dan keanekaragaman burung. Dampak Ekologis ditinjau dari perubahan penggunaan lahan Tahun 2018 pertanian lahan kering campur seluas 146,12 Ha, Pertanian lahan kering seluas 15,00 Ha, sawah seluas 10,60 Ha, pemukiman seluas 57,35 Ha, lahan kosong seluas 1,80 Ha dan tubuh air seluas 5,21 Ha. Sedangkan Tahun 2025 pertanian lahan kering campur seluas 133,42 Ha, pertanian lahan kering seluas 10,49 Ha, sawah seluas 25,71 Ha, pemukiman seluas 59,50 Ha, lahan kosong seluas 2,32 Ha dan tubuh air seluas 4,64 Ha. Dampak Ekologis ditinjau dari keanekaragaman burung menggunakan Indeks Keanekaragaman Jenis Shannon-Wienner didapatkan nilai pada klasifikasi penggunaan lahan pertanian lahan kering campur sebesar 2,64 (sedang), sawah sebesar 2,02 (sedang), pemukiman sebesar 2,24 (sedang). Dampak Sosial yang terjadi di Desa Banjarmangu memberikan dampak positif, terutama dalam mengubah perilaku masyarakat dalam mengelola lahan, interaksi sosial, membentuk organisasi baru dan menggabungkan kearifan lokal untuk melestarikan sumberdaya alam maupun warisan nenek moyang. Dampak Ekonomi Desa Konservasi berimplikasi positif terhadap kesejahteraan masyarakat di Desa Banjarmangu yaitu telah mampu memberi nilai tambah ekonomi Masyarakat dengan timbulnya matapencaharian baru meliputi pembudidaya burung, guide (pemandu burung), budidaya kopi konservasi, adopsi sarang burung, catering, pedagang warung, penginapan, dan pembudidaya lebah.
Kata Kunci : Model Desa Konservasi (MDK), Desa Banjarmangu
Abtrak (Bhs. Inggris)Abstract
Rapid ecological, social, economic, and political change requires a new paradigm for biodiversity management. Model Desa Konservasi (MDK, The Conservation Village Model) represents one such innovative approach to conservation in conservation area buffer zones. Sustainable implementation of MDK is expected to generate social, economic, and ecological impacts. Banjarmangu Village, Banjarmangu Sub-district, Banjarnegara District, is an MDK located outside a designated conservation area, thus, research is needed to evaluate its social, economic, and ecological outcomes. This study used qualitative methods to assess the social and economic impacts of the conservation village, and quantitative methods to assess ecological impacts by analyzing land-cover change between 2018 and 2025 and bird diversity. Ecological impacts based on land-use change showed that, in 2018, mixed dryland agriculture covered 146.12 ha, dryland agriculture 15.00 ha, rice fields 10.60 ha, settlements 57.35 ha, bare land 1.80 ha, and water bodies 5.21 ha. By 2025, mixed dryland agriculture decreased to 133.42 ha and dryland agriculture to 10.49 ha, while rice fields increased to 25.71 ha, settlements to 59.50 ha, bare land to 2.32 ha, and water bodies slightly decreased to 4.64 ha. Ecological impacts assessed using the Shannon–Wiener species diversity index showed moderate bird diversity in mixed dryland agriculture (H’ = 2.64), rice fields (H’ = 2.02), and settlements (H’ = 2.24). Social impacts in Banjarmangu Village were positive, particularly in changing community behaviour in land management, strengthening social interaction, forming new community organizations, and integrating local wisdom to conserve natural resources and cultural heritage. The economic impacts of the Conservation Village were also positive, improving community welfare by creating new livelihood opportunities, including bird breeding, birdwatching guide services, cultivating conservation-based coffee, bird nest adoption schemes, catering, food stalls, homestays, and bee farming. Keywords : The Conservation Village Model, Banjarmangu Village
Kata kunciModel Desa Konservasi (MDK), Desa Banjarmangu
Pembimbing 1Prof. Dr.rer.nat. Imam Widhiono, M.Z., M.S.
Pembimbing 2Prof.Dr. Muslihudin, M.Si.
Pembimbing 3
Tahun2025
Jumlah Halaman14
Tgl. Entri2025-12-01 20:46:58.223768
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.