Artikel Ilmiah : P2G024008 a.n. HARIYAWAN AGUNG WAHYUDI

Kembali Update Delete

NIMP2G024008
NamamhsHARIYAWAN AGUNG WAHYUDI
Judul ArtikelDAMPAK AKTIVITAS MANUSIA TERHADAP DISTRIBUSI DAN POPULASI BURUNG DI GUNUNG SLAMET, JAWA TENGAH
Abstrak (Bhs. Indonesia)Pulau Jawa telah kehilangan sebagian besar hutan dataran rendahnya, yang menyebabkan banyak burung endemik untuk bertahan hidup terutama di tempat perlindungan di kawasan pegunungan. Gunung Slamet, Important Bird Area (IBA) di Jawa Tengah, adalah salah satu tempat perlindungan tersebut, namun semakin terdesak akibat pembukaan obyek rekreasi, perburuan, dan meningkatnya akses manusia ke dalam kawasan. Dalam penelitian ini, struktur komunitas burung yang meliputi kelimpahan, kepadatan, dan keanekaragaman dianalisis hubungannya dengan faktor lingkungan dan tekanan manusia. Burung disurvei di 235 stasiun penghitungan titik dengan gradien ketinggian yang berbeda, dan aktivitas manusia dicatat secara oportunistik di sepanjang rute survey. Pemodelan dilakukan untuk memprediksi keberadaan dan kepadatan burung dan memetakan intensitas aktivitas manusia menggunakan pengambilan sampel jarak standar dan pendekatan pemodelan spasial. Tercatat 122 spesies burung, termasuk 14 endemik Jawa, dengan hasil indeks Shannon–Wiener yang tinggi (H' ≈ 3,97), yang menunjukkan bahwa Gunung Slamet masih mendukung komunitas burung pegunungan yang kaya. Namun, struktur komunitas burung diketahui tidak merata, dengan indikasi beberapa spesies generalis dan toleran gangguan mencapai kepadatan tinggi di sepanjang jalur setapak dan tepi hutan, sementara banyak spesies spesialis hutan pegunungan bertahan hidup dengan kepadatan rendah di petak-petak hutan dengan tutupan tajuk tinggi dan aktivitas manusia rendah. Aktivitas manusia membentuk area yang berkelompok pada skala 1–3 km. Secara keseluruhan, Gunung Slamet merupakan habitat dengan kualitas baik yang terganggu, sehingga diperlukan peningkatan pengelolaan jalur setapak, pengendalian perburuan, dan perlindungan petak-petak hutan yang minim aktivitas manusia untuk mempertahankan fungsi perlindungannya.

Abtrak (Bhs. Inggris)Java has lost much of its lowland forest, forcing many endemic birds to persist mainly in montane refugia. Mount Slamet, an Important Bird Area in Central Java, is one such refugium but is increasingly exposed to recreation, hunting, and human access. We examined how bird communities are structured by relating abundance, density, and diversity to habitat and human pressure. Birds were surveyed at 235 point-count stations along elevation gradients, and human activities were recorded opportunistically along survey routes; we then modeled bird occurrence and density and mapped human activity intensity using standard distance-sampling and spatial modeling approaches. We recorded 122 bird species, including 14 endemic to Java, and a high Shannon–Wiener index (H' ≈ 3.97), indicating that Mount Slamet still supports a rich montane bird community. However, community structure was uneven: a few generalist and disturbance-tolerant species reached high densities along trails and forest edges, whereas many montane forest specialists persisted at low densities in forest patches with high canopy cover and low human activity. Human activities formed clustered “pressure islands” at scales of 1–3 km. Overall, Mount Slamet represents a refugium under disturbance, highlighting the need to manage trails, control hunting, and protect quiet forest patches to maintain its refugial function.

Kata kuncibird community, Mount Slamet, human disturbance, montane forest, spatial modeling
Pembimbing 1Prof. Dr.rer.nat. Imam Widhiono, M.Z., M.S.
Pembimbing 2Dr. Drs. Eming Sudiana, M.Si.
Pembimbing 3
Tahun2025
Jumlah Halaman90
Tgl. Entri2025-12-01 17:41:16.694487
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.