Artikel Ilmiah : G4A023017 a.n. JILAN NABILA FIRDY

Kembali Update Delete

NIMG4A023017
NamamhsJILAN NABILA FIRDY
Judul ArtikelHubungan Religiusitas terhadap Perawatan Diri untuk Pengendalian
Diabetes Melitus pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di Kecamatan
Sumbang Banyumas
Abstrak (Bhs. Indonesia)Latar Belakang : Diabetes melitus (DM) masih menjadi salah satu masalah
kesehatan besar di dunia dan dapat menyebabkan berbagai komplikasi sehingga
membutuhkan manajemen diabetes. Religiusitas dapat menimbulkan kesejahteraan
psikologis dan membantu pasien DM mengatasi berbagai masalah yang berpotensi
muncul melalui perawatan diri. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan
religiusitas dan perawatan diri terhadap kadar HbA1c pasien diabetes melitus tipe
2 di Kecamatan Sumbang, Banyumas. Metode : Penelitian ini bersifat observatif
analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel diambil menggunakan teknik
total sampling berjumlah 65 pasien DM tipe 2 di Puskesmas Sumbang 1 dan 2. Data
religiusitas dan perawatan diri diambil menggunakan kuesioner CRS-15 dan
DSMQ. HbA1c diukur menggunakan metode borronate affinity. Data diuji
menggunakan aplikasi SPSS dengan uji Kolmogorov Smirnov dan Spearman. Hasil
: Tingkat religiusitas tinggi 44 (75.9%) dan sedang 14 (24.1%). Tingkat perawatan
diri baik 55 (94.8%), cukup 2 (3.4%), dan kurang 1 (1.7%). Kadar HbA1c tidak
mencapai target 44 (75.7%) dan mencapai target 14 (24.1%). Religiusitas dan
perawatan diri diuji menggunakan uji Kolmogorov Smirnov didapakan Sig. 0.195,
kemudian dengan uji Spearman didapatkan nilai Asymp Sig. 0.226. Hubungan
perawatan diri dengan pengendalian DM diuji menggunakan Kolmogorov Smirnov
didapatkan Sig. 0.200, kemudian uji Spearman didapatkan nilai Asymp Sig. 0.336.
Kesimpulan : Tidak ada hubungan antara religiusitas dan perawatan diri. Tidak
ada hubungan antara perawatan diri dan kadar HbA1c.
Abtrak (Bhs. Inggris)Background : Diabetes mellitus (DM) was still a major health problem in the world
and could cause various complications that require diabetes management.
Religiosity could lead to psychological well-being and help DM patients overcome
various potential problems through self-care. The purpose of this study was to
determine the relationship between religiosity and self-care on HbA1c levels in type
2 diabetes mellitus patients in Sumbang District, Banyumas. Methods: This
research was an analytic observation with a cross-sectional approach. Sample was
taken using a total sampling technique totaling 65 type 2 DM patients at Sumbang
1 and 2 Health Centers. Religiosity and self-care data were taken using the CRS-
15 and DSMQ questionnaires. HbA1c levels were measured using the borronate
affinity method. The data was tested using the SPSS application with Kolmogorov
Smirnov and Spearman tests. Results: The level of religiosity were 44 (75.9%) high
and 14 (24.1%) moderate. The level of self-care were 55 (94.8%) good, 2 (3.4%)
enough, and 1 (1.7%) less. HbA1c measured were 44 (75.7%) patients did not reach
the target and 14 (24.1%) patients reached the target. Religiosity and self-care data
were tested using the Kolmogorov Smirnov resulted Sig. 0.195, then using
Spearman test obtained Asymp Sig. 0.226. Relationship between self-care and DM
control was measured using Kolmogorov Smirnov obtained Sig. 0.200 and using
Spearman test obtained Asymp Sig. 0.336. Conclusion : There is no relationship
between religiosity and self-care. There is no relationship between self-care and
HbA1c levels.
Kata kunciDiabetes melitus, perawatan diri, pengendalian diabetes melitus, religiusitas.
Pembimbing 1dr. Diah Krisnansari, M. Si.
Pembimbing 2Rahmawati Wulansari, Psi, M.Si.
Pembimbing 3-
Tahun2023
Jumlah Halaman86
Tgl. Entri2025-11-28 08:08:51.585188
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.