Artikel Ilmiah : D0A022088 a.n. WAHYU FAJAR SUBEKTI

Kembali Update Delete

NIMD0A022088
NamamhsWAHYU FAJAR SUBEKTI
Judul ArtikelKegiatan Pemeliharaan Penggemukan Sapi di Kandang Kitane Kecamatan Banjarnegara Kabupaten Banjarnegara
Abstrak (Bhs. Indonesia)Laporan Magang yang berjudul “Kegiatan Pemeliharaan Penggemukan Sapi di Kandang Kitane Kecamatan Parakancanggah Kabupaten Banjarnegara” telah dilaksanakan pada 25 Januari–15 Maret 2025 di Peternakan Kandang Kitane Desa Parakancanggah, Kecamatan Banjarnegara, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah. Tujuan magang adalah untuk melaksanakan persyaratan kurikuler pada Program Studi DIII Budidaya Ternak Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman, memahami secara langsung kegiatan pemeliharaan sapi dengan tujuan penggemukan, serta memahami efektifitas budidaya dan usaha sapi.
Materi kegiatan magang yaitu sapi potong jenis PO, Simmental, dan Limousin dengan total populasi 50 kepala, akan tetapi objek yang diamati hanya 10 kepala Limousin. Metode yang digunakan dalam pelaksanaan magang yaitu observasi dan wawancara dengan pihak owner maupun petugas kandang. Data primer meliputi kegiatan rutin dan tidak rutin, sedangkan data sekunder adalah data evaluasi kecukupan pakan. Kegiatan rutin meliputi pembersihan kandang, pembersihan ternak, sanitasi, dan pemberian pakan. Kegiatan tidak rutin meliputi vaksinasi, penjualan sapi, pengobatan sapi ketika sakit, dan pemisahan sapi yang sakit. Pakan yang digunakan di Peternakan Kandang Kitane adalah jerami segar. Pemberian pakan yang digunakan yaitu dengan metode component feeding. Pemberian hijauan satu kepala sapi dalam sehari sekitar 27 kg. Selain menggunakan pakan hijauan, juga menggunakan pakan konsentrat yang diberikan dua kali sehari setiap pagi dan sore hari sebelum pemberian hijauan. Konsentrat yang digunakan merupakan campuran dari beberapa konsentrat jadi dengan penambahan beberapa bahan lain yang kemudian dicampurkan dengan air atau dengan istilah komboran.
Kandang berjumlah 3 buah dengan populasi yang berbeda setiap kandangnya. Faktor lokasi kandang yang cenderung terasering, sehingga satu kandang bisa menampung sekitar 20–24 ekor sapi. Konstruksi bangunan menggunakan semen dan atap seng. Tipe kandang yang digunakan di Kandang Kitane yaitu head to head. Pemeliharan pada Peternakan Kandang Kitane selama 1 periode menghasilkan rata-rata PBBH sebesar 0,98 dan dihasilkan keuntungan sebesar Rp 51.882.376,-. Pemeliharaan 1 periode menghasilkan data yang menggambarkan Peternakan Kandang Kitane merupakan peternakan yang layak untuk diteruskan dan sudah memenuhi semua aspek dalam pemeliharaan sapi potong, meliputi aspek kesehatan, pakan, ekonomi, dan kesejahteraan ternak atau animal welfare.
Abtrak (Bhs. Inggris)The internship report entitled “Cattle Fattening Maintenance Activities at the Kitane Barn in Parakancanggah District, Banjarnegara Regency” was conducted from January 25 to March 15, 2025, at the Kitane Barn Farm in Parakancanggah Village, Banjarnegara District, Banjarnegara Regency, Central Java. The purpose of the internship was to fulfill the curricular requirements of the DIII Animal Husbandry Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Jenderal Soedirman University, to gain firsthand understanding of cattle fattening activities, and to understand the effectiveness of cattle breeding and farming.
The internship activities involved PO, Simmental, and Limousin beef cattle with a total population of 50 head, but only 10 Limousin cattle were observed. The methods used in the internship were observation and interviews with the farm owner and barn staff. Primary data included routine and non-routine activities, while secondary data consisted of feed adequacy evaluation data. Routine activities included cleaning the barn, cleaning the cattle, sanitation, and feeding. Non-routine activities included vaccination, cattle sales, treating sick cattle, and separating sick cattle. The feed used at the Kitane Barn Farm was fresh straw. Feeding was done using the component feeding method. The amount of forage fed to one head of cattle per day was around 27 kg. In addition to forage, concentrate feed is also used, which is given twice a day, in the morning and afternoon before forage is given. The concentrate used is a mixture of several ready-made concentrates with the addition of several other ingredients, which are then mixed with water or, in other words, blended.
There are three pens with different populations in each pen. The location of the pens is terraced, so that one pen can accommodate around 20-24 cows. The buildings are constructed using cement and zinc roofs. The type of pen used at the Kitane Pen Farm is head to head. Maintenance at the Kitane Pen Farm for one period resulted in an average PBBH of 0.98 and a profit of Rp 51,882,376. Maintenance over one period produced data showing that the Kitane Barn Farm is a viable farm to continue and has met all aspects of beef cattle maintenance, including health, feed, economics, and animal welfare.
Kata kuncikeuntungan, pakan, PBBH, pemeliharaan, sapi Limousin.
Pembimbing 1Prof. Ir. Dadang Mulyadi Saleh, M.S., M.Agr.Sc., Ph.D., IPU., ASEAN Eng.
Pembimbing 2Dr. Hermawan Setyo Widodo, S.Pt., M.Si.
Pembimbing 3
Tahun2025
Jumlah Halaman46
Tgl. Entri2025-11-20 22:23:42.7305
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.