Artikel Ilmiah : A1A021084 a.n. ALMIRA AULIA PUTRI

Kembali Update Delete

NIMA1A021084
NamamhsALMIRA AULIA PUTRI
Judul ArtikelANALISIS NILAI TAMBAH NIRA KELAPA MENJADI GULA SEMUT (Studi Kasus Pada Kelompok Tani Berkah Sari Kabupaten Purbalingga)
Abstrak (Bhs. Indonesia)Agroindustri gula kelapa memiliki potensi dalam meningkatkan pendapatan masyarakat, salah satunya yaitu berupa pengolahan nira kelapa menjadi gula semut. Penelitian ini yaitu menganalisis nilai tambah yang dihasilkan dari pengolahan nira kelapa menjadi gula semut pada Kelompok Tani Berkah Sari di Desa Candinata, Kecamatan Kutasari, Kabupaten Purbalingga. Gula semut merupakan produk olahan hasil penyadapan nira kelapa yang memiliki nilai ekonomis lebih tinggi dibandingkan gula cetak tradisional. Kelompok Tani Berkah Sari berdiri sejak 12 tahun lamanya, yang awalnya berbentuk koperasi kini menjadi kelompok tani yang dikelola sendiri. Kelompok Tani Berkah Sari memiliki harga rata-rata sendiri, sehingga menjadi pemasok yang dijual di beberapa perusahaan besar. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) menganalisis penerimaan dan pendapatan gula semut pada Kelompok Tani Berkah Sari Desa Candinata, Kecamatan Kutasari, Kabupaten Purbalingga. (2) menganalisis nilai tambah (value added) gula semut pada Kelompok Tani Berkah Sari Desa Candinata, Kecamatan Kutasari, Kabupaten Purbalingga.
Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus dengan teknik pengumpulan data melalui kuesioner dan wawancara terhadap 68 petani. Metode yang digunakan adalah analisis nilai tambah dengan pendekatan Hayami, yang menghitung perbedaan antara nilai output (gula semut) dengan biaya input (nira kelapa dan faktor produksi lainnya), serta memperhatikan distribusi keuntungan antara tenaga kerja dan pengusaha. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap anggota kelompok tani.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Rata-rata biaya produksi yang dikeluarkan masing-masing petani Kelompok Tani Berkah Sari dari pengolahan nira kelapa menjadi gula semut Rp128.409,00, meliputi biaya tetap sebesar Rp1.460,00 dan biaya varibel sebesar Rp126.948,00 per hari produksi. Rata-rata penerimaan yang diterima untuk pengolahan gula semut masing-masing sebesar Rp158.340,00 per hari produksi. Rata-rata pendapatan bersih yang diperoleh untuk pengolahan gula semut sebesar Rp29.931,00 per hari produksi. (2) Nilai tambah yang diterima anggota Kelompok Tani Berkah Sari dari pengolahan nira kelapa menjadi gula semut sebesar Rp 1.480,00 per kilogram gula semut dengan rasio nilai tambahnya 35% yang dikatakan sedang. Berdasarkan nilai rasio gula semut mengartikan bahwa pengolahan nira kelapa menjadi gula semut Kelompok Tani Berkah Sari sudah cukup efisien. Pengolahan ini termasuk dalam kategori padat karya, hal ini dikarenakan tingginya penyerapan tenaga kerja serta penggunaan teknologi yang relatif sederhana dan masih mengandalkan tenaga kerja manual.
Abtrak (Bhs. Inggris)The coconut sugar agroindustry had the potential to increase community income, one of which was through the processing of coconut sap into palm sugar. This study analyzed the added value generated from the processing of coconut sap into palm sugar by the Berkah Sari Farmer Group in Candinata Village, Kutasari District, Purbalingga Regency. Palm sugar was a processed product made from coconut sap tapping that had a higher economic value than traditional molded sugar. The Berkah Sari Farmer Group had been established for 12 years, which initially took the form of a cooperative and later became a self-managed farmer group. The Berkah Sari Farmer Group had its own average price, making it a supplier that sold to several large companies. The objectives of this study were (1) to analyze the acceptance and income of palm sugar in the Berkah Sari Farmer Group in Candinata Village, Kutasari District, Purbalingga Regency, and (2) to analyze the value added of palm sugar in the Berkah Sari Farmer Group in Candinata Village, Kutasari District, Purbalingga Regency.
This study used a case study approach with data collection techniques through questionnaires and interviews with 68 farmers. The method used was value- added analysis using the Hayami approach, which calculated the difference between output value (palm sugar) and input costs (palm sap and other production factors), as well as considering the distribution of profits between labor and entrepreneurs. Data was obtained through interviews, observations, and documentation of farmer group members.
The results of the study showed that (1) the average production cost incurred by each farmer in the Berkah Sari Farmer Group from processing coconut sap into palm sugar was Rp128,409.00, including fixed costs of Rp1,460.00 and variable costs of Rp126,948.00 per day of production. The average revenue received for processing palm sugar was Rp158,340.00 per production day. The average net income earned from processing palm sugar was IDR 29,931.00 per day of production.(2) The added value received by members of the Berkah Sari Farmer Group from processing coconut sap into palm sugar was IDR 1,480.00 per kilogram of palm sugar with an added value ratio of 35%, which was considered moderate. Based on the palm sugar ratio value, it could be interpreted that the processing of coconut sap into palm sugar by the Berkah Sari Farmer Group was quite efficient. This processing was classified as labor-intensive due to the high absorption of labor and the use of relatively simple technology that still relied on manual labor.
Kata kunciGula Semut, Nilai Tambah, Analisis Biaya, Hayami
Pembimbing 1Ratna Satriani, S.P., M.Sc.
Pembimbing 2Sunendar, S.P., M.Sc.
Pembimbing 3
Tahun2025
Jumlah Halaman80
Tgl. Entri2025-11-20 16:44:52.706744
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.