Artikel Ilmiah : F1D021007 a.n. HILDAN HURO AL MUKARIM
| NIM | F1D021007 |
|---|---|
| Namamhs | HILDAN HURO AL MUKARIM |
| Judul Artikel | FRAMING RESISTENSI RANCANGAN UNDANG-UNDANG PEMILIHAN KEPALA DAERAH TAHUN 2024 DALAM AKUN INSTAGRAM @WORDFANGS |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Dalam penelitian ini, akun Instagram @Wordfangs, yang dimiliki oleh musisi Baskara Putra, digunakan untuk menyelidiki framing resistensi terhadap Rancangan Undang-undang Pemilihan Kepala Daerah tahun 2024. Media sosial seperti Instagram adalah ruang penting bagi selebriti untuk menyatakan kritik politik secara naratif, visual, dan simbolik. Terdapat lima postingan Instagram selama proses isu RUU Pilkada yang digunakan sebagai bahan identifikasi, yang dianalisis dengan menerapkan metode deskriptif kualitatif memakai pendekatan model framing Robert M. Entman. Hasil mengungkapkan bahwa akun ini membingkai RUU Pilkada sebagai risiko kemunduran demokrasi dan kedaulatan rakyat, serta menunjukkan gangguan dominasi elite politik. Strategi visual seperti meme dan simbol Peringatan Darurat digunakan untuk mendorong solidaritas emosional dan horizontal. Hasil ini memperkuat Teori Connective Action Bennett & Segerberg dan mengembangkan kajian tentang fungsi selebriti sebagai aktor non-formal yang membentuk wacana publik. Hasil framing juga menegaskan bahwa resistensi digital dalam budaya populer dapat memberikan tekanan politik alternatif yang efektif. Kata Kunci: framing, RUU Pilkada 2024, @wordfangs, selebriti politik, connective action |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | This study utilizes the Instagram account @Wordfangs, owned by musician Baskara Putra, to investigate the framing of resistance against the 2024 Regional Head Election Bill (RUU Pilkada). Social media platforms like Instagram serve as crucial spaces for celebrities to express political critique through narrative, visual, and symbolic forms. Five Instagram posts during the bill's discourse were selected for analysis using a qualitative descriptive method with Robert M. Entman’s framing model approach. The findings reveal that the account frames the RUU Pilkada as a threat to democratic progress and popular sovereignty, highlighting disruptions in political elite dominance. Visual strategies such as memes and Emergency Alert symbols were employed to foster emotional and horizontal solidarity. These results reinforce Bennett and Segerberg’s Connective Action theory and expand the study of celebrities’ role as non-formal actors shaping public discourse. The framing outcomes also indicate that digital resistance within popular culture can exert effective alternative political pressure. Keywords: framing, RUU Pilkada 2024, @Wordfangs, political celebrities, connective action |
| Kata kunci | Kata Kunci: framing, RUU Pilkada 2024, @wordfangs, selebriti politik, connective action |
| Pembimbing 1 | Bowo Sugiarto, S.IP., M.Si., Ph.D. |
| Pembimbing 2 | Triana Ahdiati, M.Si. |
| Pembimbing 3 | Neneng Sobibatu Rohmah, S.Sos., M.I.P. |
| Tahun | 2025 |
| Jumlah Halaman | 36 |
| Tgl. Entri | 2025-11-20 12:27:41.838801 |