Artikel Ilmiah : F1F021016 a.n. ISMAYRENNA DWI SALSABILA

Kembali Update Delete

NIMF1F021016
NamamhsISMAYRENNA DWI SALSABILA
Judul ArtikelKebijakan Unorthodox Era Pemerintahan Erdogan Dalam Menghadapi Inflasi Turki Tahun 2021-2023
Abstrak (Bhs. Indonesia)Inflasi Turki pada tahun 2021-2023, menimbulkan ketidakstabilan kondisi ekonomi, sosial hingga politik. Pemerintahan Erdogan berupaya merespon krisis ekonomi melalui kebijakan unorthodox atau pemangkasan suku bunga. Kebijakan ini menimbulkan pertanyaan dan sorotan para ekonom hingga dunia internasional, karena pemangkasan suku bunga saat terjadi inflasi jarang diterapkan oleh suatu negara karena sangat beresiko. Dinamika penerapan kebijakan ini tentu tidak terlepas dari peran Erdogan untuk tetap menerapkan kebijakan yang berbeda dengan kebijakan moneter konvensional dibantu oleh lembaga yang berwenang terkait kebijakan ekonomi yaitu TCMB (Turkiye Cumhuriyet Markaz Bankasi) atau bank sentral Turki. Oleh karena itu, penelitian ini menganalisis alasan dibalik penerapan kebijakan unorthodox untuk menghadapi inflasi Turki tahun 2021-2023 dengan menggunakan teori populisme neoliberal yang mencakup narasi populis dan kebijakan ekonomi yang diterapkan oleh pemerintah selama ketidakstabilan ekonomi, sosial, dan politik di tahun tersebut.
Abtrak (Bhs. Inggris)Turkey’s inflation in 2021-2023 caused economic, social, and political instability. The Erdogan administration attempted to respond to the economic crisis trough unorthodox policies or interest rate cuts. This policy raised questions and attracted attention from economist and the international community, as interest rate cuts during inflation are rarely implemented by countries due to the high risk involved. The dynamics of this policy implementation are inseperable from Erdogan’s role in continuing to implement policies that differ from conventional monetery policies, assisted by the instituion responsible for economic policy, TCMB (Turkiye Cumhuriyet Markaz Bankasi) or the Turkish Central Bank. Therefore, this study analyzes the reasons behind the implementation of unorthodox policies to deal with inflation in Turkey 2021-2023 using the theory of neoliberal populism, which includes populist narratives and economic policies implemented by the government during economic, social, and political instability in those years.
Kata kunciKata kunci: Inflasi Turki, Erdogan, Kebijakan Unorthodox, Stabilitas Ekonomi, Sosial dan Politik Turki
Pembimbing 1Dr. Tundjung Linggarwati, S.IP, M.Si
Pembimbing 2Arum Tri Utami, S.IP., M.A
Pembimbing 3Fitri Adi Setyorini, M.H.I
Tahun2025
Jumlah Halaman64
Tgl. Entri2025-11-20 12:03:31.412962
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.