Artikel Ilmiah : A1A021066 a.n. VIARY PUTRI MAHARANI

Kembali Update Delete

NIMA1A021066
NamamhsVIARY PUTRI MAHARANI
Judul ArtikelStrategi Pengembangan Usaha Gula Kelapa Kristal Pada CV Permata Satria Kabupaten Banyumas
Abstrak (Bhs. Indonesia)Indonesia sebagai negara agraris memiliki potensi besar dalam
pengembangan sektor agroindustri, salah satunya pada komoditas gula kelapa yang
menjadi produk unggulan ekspor. CV Permata Satria di Kabupaten Banyumas
merupakan perusahaan pengolah gula kelapa kristal berorientasi ekspor yang
menghadapi berbagai tantangan, seperti fluktuasi pasokan bahan baku, perbedaan
kualitas produk, minimnya promosi, dan sistem manajemen yang belum optimal.
Penelitian ini bertujuan untuk : 1) mengidentifikasi faktor internal (kekuatan dan
kelemahan) yang dimiliki CV Permata Satria, 2) mengidentifikasi faktor eksternal
(peluang dan ancaman) yang dihadapi CV Permata Satria, 3) merumuskan strategi
pengembangan usaha produk gula kelapa kristal yang tepat untuk CV Permata
Satria.
Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus. Metode studi kasus
merupakan salah satu metode penelitian yang mempunyai nilai penting baik secara
akademis maupun praktis. Objek penelitian ini yaitu faktor-faktor internal maupun
eksternal yang dapat mempengaruhi pengembangan usaha di CV Permata Satria.
Penelitian ini dilaksanakan di CV Permata Satria yang berlokasi di Kabupaten
Banyumas, Jawa Tengah pada bulan September hingga Oktober 2025. Penelitian
ini dengan menggunakan teknik pengumpulan data dengan metode purposive
sampling dan sampling jenuh dengan total 28 responden. Teknik pengumpulan data
yang digunakan pada penelitian ini adalah dengan menggunakan observasi,
wawancara dan penarikan kuesioner. Pendekatan analisis SWOT sebagai metode
utama untuk merumuskan strategi pengembangan usaha gula kelapa kristal dan uji
lanjutan menggunakan QSPM untuk menentukan strategi berdasarkan hasil analisis
SWOT.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa CV Permata Satria memiliki sepuluh
faktor internal yang terdiri dari lima kekuatan dan lima kelemahan, serta sepuluh
faktor eksternal yang meliputi lima peluang dan lima ancaman. Berdasarkan hasil
analisis SWOT, diperoleh sepuluh alternatif strategi pengembangan yang dapat
dijadikan dasar dalam menentukan arah pengembangan usaha perusahaan. Melalui
analisis QSPM, strategi prioritas yang terpilih yaitu mengoptimalkan kapasitas
produksi dengan alat yang memadai untuk memenuhi potensi tingginya permintaan
pasar gula kelapa kristal yang terus meningkat. Strategi ini diharapkan mampu
meningkatkan efisiensi produksi, memperkuat daya saing perusahaan, serta
mendukung keberlanjutan usaha gula kelapa kristal di Kabupaten Banyumas.
Abtrak (Bhs. Inggris)Indonesia, as an agricultural country, had significant potential for developing
the agro-industrial sector, including coconut sugar as a leading export commodity.
CV Permata Satria in Banyumas Regency was an export-oriented crystal coconut
sugar processing company that faced various challenges, such as fluctuating raw
material supply, inconsistent product quality, limited promotion, and a suboptimal
management system. This study aimed to: (1) identify CV Permata Satria’s internal
factors (strengths and weaknesses), (2) identify its external factors (opportunities
and threats), and (3) formulate an appropriate strategy for developing the crystal
coconut sugar product business.
The research method used was a case study. Case studies were research
methods that held significant academic and practical value. The object of this study
was the internal and external factors that could influence business development at
CV Permata Satria. This research was conducted at CV Permata Satria, located in
Banyumas Regency, Central Java, from September to October 2025. The sampling
techniques used were purposive sampling and saturated sampling, involving a total
of 28 respondents. Data collection techniques included observation, interviews, and
questionnaires. A SWOT analysis approach served as the primary method for
formulating a development strategy for the crystal coconut sugar business, and
further analysis using the QSPM (Quality of Service Performance Matrix) was
applied to determine strategic priorities based on the SWOT results.
The results indicated that CV Permata Satria had ten internal factors
consisting of five strengths and five weaknesses, and ten external factors consisting
of five opportunities and five threats. Based on the SWOT analysis, ten alternative
development strategies were identified to serve as a basis for determining the
company’s business development direction. Through the QSPM analysis, the
selected priority strategy was optimizing production capacity with adequate
equipment to meet the potentially high market demand for crystal coconut sugar,
which continued to grow. This strategy was expected to improve production
efficiency, strengthen the company’s competitiveness,and support the sustainability
of the crystal coconut sugar business in Banyumas Regency.
Kata kuncipengembangan usaha, gula kelapa kristal, SWOT, QSPM
Pembimbing 1Indah Widyarini, S.P., M.Sc.
Pembimbing 2Ratna Satriani, S.P., M.Sc.
Pembimbing 3
Tahun2025
Jumlah Halaman148
Tgl. Entri2025-11-20 00:11:30.100419
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.