Artikel Ilmiah : I2A023003 a.n. SYAHLA RIZKI ALIFIYA

Kembali Update Delete

NIMI2A023003
NamamhsSYAHLA RIZKI ALIFIYA
Judul ArtikelEVALUASI PROGRAM PELAYANAN KESEHATAN PEDULI REMAJA (PKPR) DALAM UPAYA PENINGKATAN KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA DI PUSKESMAS KAWUNGANTEN KABUPATEN CILACAP
Abstrak (Bhs. Indonesia)EVALUASI PROGRAM PELAYANAN KESEHATAN PEDULI REMAJA (PKPR) DALAM UPAYA PENINGKATAN KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA DI PUSKESMAS KAWUNGANTEN KABUPATEN CILACAP

1Syahla Rizki Alifiya, 2Arih Diyaning Intiasari, 3Eri Wahyuningsih


ABSTRAK


Latar Belakang: Puskesmas Kawunganten merupakan puskesmas yang sudah menjalankan PKPR dengan berbagai kegiatan-kegiatan PKPR yang dilakukan didalam maupun luar gedung. Ditemukan beberapa permasalahan kesehatan reproduksi seperti jumlah kematian ibu hamil usia remaja, kematian neonatal akibat BBLR dan anemia remaja.
Tujuan Penelitian: Mengevaluasi program PKPR dalam upaya peningkatan kesehatan reproduksi di Puskesmas Kawunganten Kabupaten Cilacap berdasarkan model CIPP dengan fokus pada aspek input.
Metode: Desain penelitian kualitatif dengan model evaluasi CIPP. Teknik pengambilan data dengan wawancara mendalam dan dokumentasi. Analisis data menggunakan komputerisasi.
Hasil: Tim PKPR lintas sektor sudah terbentuk dan mengikuti pelatihan mengenai kesehatan remaja namun jumlah pelaksana kegiatan PKPR masih terbatas. Berbagai layanan sudah dapat diakses oleh remaja termasuk konseling, penyuluhan kesehatan dan pemeriksaan kesehatan di puskesmas, sekolah dan masyarakat dan seluruhnya sudah dapat dilakukan pendaftaran secara online, namun belum memiliki sarana prasarana yang lengakap seperti ketersediaan ruangan ramah remaja. Kerjasama lintas sektor sudah dilakukan seperti dengan sekolah, perangkat desa, orang tua hingga masyarakat namun belum seluruhnya dapat menarik remaja untuk memiliki minat berkunjung terutama ke posyandu remaja. Pencatatan dan pelaporan dilakukan secara rutin dan berkala namun ada beberapa kegiatan yang belum tercatat dengan baik karena keterbatasan sumber daya dan sarana yang dimiliki.
Kesimpulan: Program PKPR sudah berjalan dengan beberapa ketersediaan input yang sudah terpenuhi namun belum maksimal. Hal tersebut perlu segera diperbaiki untuk meningkatkan pelayanan kesehatan terhadap remaja.
Abtrak (Bhs. Inggris)EVALUATION OF THE ADOLESCENT HEALTH CARE PROGRAM (PKPR) IN EFFORTS TO IMPROVE ADOLESCENT REPRODUCTIVE HEALTH AT THE KAWUNGANTEN COMMUNITY HEALTH CENTER IN CILACAP REGENCY

1Syahla Rizki Alifiya, 2Arih Diyaning Intiasari, 3Eri Wahyuningsih


ABSTRACT


Background: Puskesmas Kawunganten is a health center that has implemented PKPR with various PKPR activities carried out both inside and outside the building. Several reproductive health problems were found, such as the number of deaths among pregnant teenagers, neonatal deaths due to low birth weight, and anemia among teenagers.
Research Objective: Evaluating the PKPR program in efforts to improve reproductive health at the Kawunganten Community Health Center in Cilacap Regency based on the CIPP model with a focus on input aspects.
Method: Qualitative research design using the CIPP evaluation model. Data collection techniques using in-depth interviews and documentation. Data analysis using computerization.
Results: The cross-sector PKPR team has been formed and has undergone training on adolescent health, but the number of PKPR activity implementers is still limited. Various services are already accessible to adolescents, including counseling, health education, and health checks at health centers, schools, and communities, and all of these can be registered online. However, there is still a lack of adequate infrastructure, such as the availability of youth-friendly rooms. Cross-sectoral cooperation has been carried out with schools, village officials, parents, and the community, but it has not been able to attract adolescents to visit, especially the adolescent health posts. Recording and reporting are carried out regularly and periodically, but some activities have not been properly recorded due to limited resources and facilities.
Conclusion: The PKPR program has been running with some of the inputs already fulfilled, but not yet optimally. This needs to be addressed immediately to improve health services for adolescents.
Kata kuncievaluasi, program Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja (PKPR), puskesmas
Pembimbing 1Dr. Arih Diyaning Intiasari, S.KM., M.PH
Pembimbing 2Dr. Eri Wahyuningsih, S.Ked., M.Kes
Pembimbing 3
Tahun2025
Jumlah Halaman14
Tgl. Entri2025-11-18 23:42:59.730371
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.