Artikel Ilmiah : F2D023001 a.n. EKO PRASETYO

Kembali Update Delete

NIMF2D023001
NamamhsEKO PRASETYO
Judul ArtikelRezim Indeks Desa Membangun sebagai Media Politik Pengaturan Pembangunan di Kebumen
Abstrak (Bhs. Indonesia)ABSTRAK
Penelitian ini mengkaji penerapan Indeks Desa Membangun (IDM) sebagai instrumen
pengukur pembangunan desa di Kabupaten Kebumen berdasarkan Permendesa PDTT Nomor 2
Tahun 2016. Studi ini menyoroti bagaimana IDM, yang dirancang sebagai standar nasional yang
seragam, diterapkan pada desa-desa dengan karakteristik sosial budaya dan kebutuhan
pembangunan yang sangat beragam. Hasil analisis menunjukkan bahwa penerapan IDM sering
kali mengabaikan kondisi unik di tiap desa, khususnya dalam hal kebutuhan layanan publik
yang tidak selalu menjadi kewenangan desa. Hal ini mengakibatkan hambatan dalam
perencanaan kegiatan pembangunan dan alokasi sumber daya yang kurang berdampak sesuai
dengan prioritas lokal. Lebih jauh, penelitian ini juga mengungkap bagaimana IDM berfungsi
sebagai mekanisme governmentality yang mengatur dan membatasi kebebasan desa dalam
mengambil keputusan pembangunan. Mekanisme ini memaksa desa untuk mengikuti agenda
pembangunan yang bersifat sentralistik, sehingga ruang otonomi desa menjadi terbatas. Dengan
demikian, penerapan IDM di Kabupaten Kebumen mencerminkan ketegangan antara standar
nasional yang seragam dengan realitas sosial politik desa yang kompleks dan beragam.
Kata kunci: Indeks Desa Membangun, Governmentality, Pembangunan Desa.
Abtrak (Bhs. Inggris)ABSTRACT
This research examines the implementation of the Indeks Desa Membangun (IDM) as an
instrument to measure village development in Kebumen Regency based on Permendesa PDTT
Nomor 2 Tahun 2016. The study highlights how the IDM, designed as a uniform national
standard, is applied to villages with highly diverse socio-cultural characteristics and
development needs. The analysis shows that the application of the IDM often neglects the
unique conditions of each village, especially regarding public service needs that are not always
within the village's authority. This leads to obstacles in planning development activities and
results in resource allocation that does not effectively address local priorities. Furthermore,
this study reveals how the IDM functions as a mechanism of governmentality that regulates
and restricts village autonomy in making development decisions. This mechanism forces
villages to follow a centralistic development agenda, thereby limiting their autonomy space.
Thus, the implementation of the IDM in Kebumen Regency reflects the tension between a
uniform national standard and the complex, diverse socio-political realities of villages.
Keywords: Indeks Desa Membangun, Governmentality, Village Development.
Kata kunciIndeks Desa Membangun, Governmentality, Pembangunan Desa.
Pembimbing 1Dr. Indaru Setyo Nurprojo, S.IP., M.A.
Pembimbing 2Dr. Agus Haryanto, S.IP., M.Si.
Pembimbing 3-
Tahun2025
Jumlah Halaman20
Tgl. Entri2025-11-18 12:45:43.771203
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.