| NIM | E2A023002 |
| Namamhs | JUFRI MAFIT SUMANTRI |
| Judul Artikel | Enforcing Political Neutrality among Contract-Based Government Employees (PPPK) in Local Elections: A Case Study of Purbalingga Regency |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Penegakan asas netralitas politik terhadap Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) menghadirkan tantangan hukum dan kelembagaan yang kompleks dalam kerangka tata kelola pemerintahan daerah di Indonesia. Studi ini menganalisis dimensi hukum, konstitusional, dan budaya dari pelaksanaan netralitas politik PPPK dalam konteks pemilihan kepala daerah, dengan fokus pada kasus di Kabupaten Purbalingga. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu yuridis sosiologis, dengan menggabungkan pendekatan normatif, konseptual, dan empiris untuk mengevaluasi efektivitas peraturan yang berlaku, khususnya Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023, serta aplikasinya dalam praktik administrasi daerah. Data diperoleh melalui survei, wawancara, dan laporan lapangan untuk menilai kapasitas institusional lembaga seperti BKD, KASN, dan Panwaslu, serta peran masyarakat sipil dalam pengawasan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketidaksesuaian antara norma hukum dan praktik administratif bersumber pada ambiguitas regulasi, lemahnya koordinasi antarlembaga, dan rendahnya internalisasi netralitas sebagai etika profesi. Ketidakpastian hukum terkait status ganda PPPK sebagai aparatur negara sekaligus warga negara dengan hak konstitusional memperumit proses penegakan. Penegakan asas netralitas memerlukan penguatan sistem hukum yang terintegrasi, pendidikan hukum preventif, serta pembentukan budaya hukum yang partisipatif agar tercipta layanan publik yang adil, akuntabel, dan demokratis, khususnya pada masa pemilu. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | The enforcement of political neutrality among contract-based government employees (PPPK) presents complex legal and institutional challenges within Indonesia’s decentralized administrative system. This study critically examines the legal, constitutional, and cultural dimensions of PPPK neutrality during regional elections, with a particular focus on the case of Purbalingga Regency. Using a socio legal methodology, the research combines doctrinal, normative, and empirical approaches to assess the effectiveness of existing legal instruments, primarily Law Number 20 of 2023, and their practical application in local governance settings. The analysis draws on interviews, survey data, and field observations to evaluate the institutional capacity of civil service bodies such as BKD, KASN, and Panwaslu, as well as the role of civil society in oversight. The findings reveal significant enforcement gaps caused by regulatory ambiguity, overlapping institutional mandates, and limited internalization of neutrality as a professional ethic. Although neutrality is legally required, its implementation is constrained by legal uncertainty related to PPPK’s dual identity as both public officials and holders of constitutional rights. The study argues that enforcement must move beyond formal legal provisions to include cultural legitimacy, institutional coordination, and adaptation to digital era challenges. Drawing on the legal doctrine of proportionality and the concept of law as a living institution, the study recommends regulatory reform, structured ethical training, and participatory monitoring mechanisms to promote accountability and safeguard democratic integrity within the civil service. |
| Kata kunci | contract-based civil servants, legal enforcement, political neutrality |
| Pembimbing 1 | Prof. Dr. Tedi Sudrajat. S.H,.M.H |
| Pembimbing 2 | Dr.Siti Kunarti. S.H,.M.Hum |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2025 |
| Jumlah Halaman | 15 |
| Tgl. Entri | 2025-11-17 19:52:40.279683 |
|---|