Artikel Ilmiah : H1E021063 a.n. ABIYYU THORIF ARKAN

Kembali Update Delete

NIMH1E021063
NamamhsABIYYU THORIF ARKAN
Judul ArtikelFrom Value Innovation to Market Validation: Integrating Blue Ocean Strategy and Choice-Based Conjoint for Public Wi-Fi Business Models
Abstrak (Bhs. Indonesia)PURPOSE: Studi ini membahas tantangan krusial mengenai rendahnya keterjangkauan internet di negara berkembang dengan merancang dan memvalidasi secara empiris model bisnis berkelanjutan untuk layanan Wi-Fi publik, dengan tujuan mengidentifikasi inovasi nilai yang mampu menyelaraskan keberlanjutan finansial dan aksesibilitas pengguna sehingga dapat menjembatani kesenjangan digital dan mendorong transformasi digital yang inklusif di pasar negara berkembang. METHODOLOGY: Pendekatan hibrida dua tahap digunakan, mengintegrasikan desain konseptual dengan validasi pasar empiris. Pada tahap pertama, berbagai alat Blue Ocean Strategy (BOS)—termasuk Six Path Framework, Buyer Utility Map, Eliminate-Reduce-Raise-Create (ERRC) Grid, dan Strategy Canvas—diterapkan untuk mengidentifikasi peluang pasar baru dan merancang model Wi-Fi publik berbasis iklan dengan akses gratis; sedangkan pada tahap kedua, analisis Choice-Based Conjoint (CBC) yang melibatkan 47 responden pengguna Wi-Fi publik perkotaan dilakukan untuk mengkuantifikasi preferensi pasar dan memvalidasi atribut model yang diusulkan. FINDINGS: Hasil penelitian menunjukkan ketidaksesuaian signifikan antara asumsi strategis dan ekspektasi pasar, di mana “kecepatan jaringan” muncul sebagai atribut terpenting kedua (30,87%), sementara kecepatan 5 Mbps yang diusulkan dalam formulasi BOS ditolak dengan kuat (utilitas = –39,23). Simulasi pasar juga menunjukkan bahwa model berbasis iklan dengan kecepatan yang dioptimalkan menjadi 10 Mbps memperoleh preferensi dominan (71,84%), yang menegaskan kelayakan konfigurasi “ad-supported 10 Mbps” sebagai solusi yang hemat biaya dan berorientasi pada pengguna. IMPLICATIONS for theory and practice: Studi ini memperluas kerangka Blue Ocean Strategy dengan mengintegrasikan alat desain strategis kualitatif dengan validasi pasar kuantitatif melalui CBC, menunjukkan bagaimana pengujian empiris dapat menyempurnakan proposisi nilai strategis dan mengoreksi asumsi inovasi, serta menyediakan cetak biru tervalidasi bagi operator telekomunikasi dan pembuat kebijakan untuk merancang sistem Wi-Fi publik yang berkelanjutan dan ramah pengguna. ORIGINALITY AND VALUE: Studi ini melampaui diskusi konseptual dengan menawarkan kerangka integrasi BOS–CBC berbasis data yang tervalidasi untuk inovasi nilai di pasar negara berkembang, menggabungkan kreativitas strategis dan ketelitian empiris, serta memberikan jalur metodologis baru dalam pengembangan model bisnis digital yang berkelanjutan dan inklusif.
Abtrak (Bhs. Inggris)PURPOSE: This study addresses the critical challenge of low internet affordability in developing countries by designing and empirically validating a sustainable business model for public Wi-Fi services. The research seeks to identify a value innovation that reconciles financial sustainability with user accessibility, thereby contributing to efforts that bridge the digital divide and promote inclusive digital transformation in emerging markets. METHODOLOGY: A two-stage hybrid framework is employed, integrating conceptual design with empirical market validation. In the first stage, multiple Blue Ocean Strategy (BOS) tools—including the Six Path Framework, Buyer Utility Map, Eliminate-Reduce-Raise-Create (ERRC) Grid, and Strategy Canvas—are systematically applied to identify new market opportunities and design an ad-supported, free-access public Wi-Fi model. In the second stage, a Choice-Based Conjoint (CBC) analysis involving 47 respondents from urban public Wi-Fi users is conducted to quantify market preferences and validate the proposed model’s attributes. FINDINGS: The results reveal a significant misalignment between strategic assumptions and market expectations. “Network speed” emerged as the second most important attribute (30.87% importance), while the 5 Mbps speed proposed in the BOS formulation was strongly rejected (utility = –39.23). Market simulations indicate that an ad-supported model with an optimized speed of 10 Mbps achieves dominant user preference (71.84%), confirming the feasibility of an “ad-supported 10 Mbps” configuration as both cost-effective and user-centered. IMPLICATIONS for theory and practice: The study extends the Blue Ocean Strategy framework by integrating qualitative strategic design tools with quantitative market validation through CBC. Theoretically, it demonstrates how empirical testing can refine strategic value propositions and correct innovation assumptions. Practically, it provides a validated blueprint for telecom operators and policymakers to design financially sustainable and user-friendly public Wi-Fi systems. ORIGINALITY AND VALUE: This study moves beyond conceptual discussions by offering a validated, data-driven BOS–CBC integration framework for value innovation in emerging markets. By combining strategic creativity with empirical rigor, it contributes a novel methodological pathway for developing sustainable and inclusive digital business models
Kata kuncipublic Wi-Fi, Blue Ocean Strategy, Six Path Framework, Buyer Utility Map, Strategy Canvas, Choice-Based Conjoint, business model innovation, internet affordability, market validation, value innovation.
Pembimbing 1Niko Siameva Uletika, S.T., M.Eng.
Pembimbing 2Ir. Amanda Sofiana, S.T.,M.T.
Pembimbing 3
Tahun2025
Jumlah Halaman14
Tgl. Entri2025-11-17 11:46:20.321101
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.