Artikel Ilmiah : B1A020046 a.n. NAJAH SEPTI WULANDARI

Kembali Update Delete

NIMB1A020046
NamamhsNAJAH SEPTI WULANDARI
Judul ArtikelPemberian Mushroom Growth Promoter Pada Budidaya Jamur Tiram Putih (Pleurotus ostreatus)
Abstrak (Bhs. Indonesia)Jamur tiram putih (Pleurotus ostreatus) menjadi komoditas yang populer dan
banyak dibudidayakan di Indonesia. Produktivitas jamur tiram putih salah satunya
tergantung pada kualitas medium tanam. Medium tanam untuk budidaya jamur tiram
terdiri atas serbuk gergaji kayu sebagai bahan utama yang dicampur dengan dedak padi,
dedak jagung sebagai nutrisi tambahan. Peningkatan kualitas medium tanam dapat
dilakukan dengan pemberian growth promoter yang merupakan zat yang berperan
sebagai pemacu pertumbuhan jamur. Growth promoter yang digunakan sebagai nutrisi
tambahan pada penelitian ini yaitu limbah cair tempe, air bekas cucian beras (air leri),
air kelapa, dan hormon IAA. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh
pemberian growth promoter terhadap produktivitas jamur tiram putih dan mengetahui
jenis growth promoter terbaik untuk produktivitas jamur tiram putih.
Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan Rancangan Acak
Lengkap (RAL) faktor tunggal yaitu pemberian growth promoter yang terdiri dari
beberapa macam yaitu air limbah tempe, air leri, dan air kelapa dengan taraf masing
masing (0 ml, 10 ml, 20 ml, dan 30 ml), dan IAA dengan taraf (10, 20, 30 ppm)
sehingga didapatkan 13 perlakuan. Setiap unit perlakuan digunakan 3 medium tanam
atau baglog masing-masing 3 kali ulangan, sehingga terdapat 117 unit percobaan.
Variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah variabel bebas dan variabel
terikat. Variabel bebas yaitu pemberian growth promoter sedangkan variabel terikat
yaitu produktivitas jamur tiram. Parameter utama yang diamati yaitu kemunculan
tubuh buah pertama dan bobot basah jamur tiram putih. Parameter pendukung yang
diamati yaitu laju pertumbuhan miselium, diameter tudung, panjang stipe dan BER
(Biology Efficiency Ratio). Data utama dianalisis menggunakan analisis ragam
(ANOVA) pada tingkat kesalahan 5% dan dilanjutkan dengan uji BNJ dengan taraf 5%.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian air limbah tempe 20 ml berpengaruh
pada parameter kemunculan tubuh buah. Sementara itu growth promoter tidak
berpengaruh terhadap produktivitas jamur tiram. Pemberian hormon IAA 30 ppm
memberikan bobot basah tertinggi sebesar 373 gram.
Abtrak (Bhs. Inggris)White oyster mushroom (Pleurotus ostreatus) is a popular and widely
cultivated in Indonesia. The productivity of white oyster mushrooms depends on the
quality of the growing medium. The growing medium for oyster mushroom cultivation
consists of sawdust as the main ingredient mixed with rice bran, corn bran as additional
nutrients. Improving the quality of the growing medium can be done by the addition of
growth promoters, substances that act as a stimulator of mushroom growth. Growth
promoters used as additional nutrients in this study are tempeh liquid waste, rice
washing water (leri water), coconut water, and IAA hormone. This study aims to reveal
the effect of growth promoter on the productivity of white oyster mushrooms and to
determine the best of growth promoter for white oyster mushroom productivity.
The method used in this study was an experimental method using a single-factor
Completely Randomized Design (CRD), with four treatment and three replications.
The treatments applied were tempeh wastewater, leri water, and coconut water with
each level (0 ml, 10 ml, 20 ml, and 30 ml), and IAA with levels (10, 20, 30 ppm) so
that 13 treatments were obtained. Each treatment unit used 3 planting mediums or
baglogs each with 3 replications, so there were 117 experimental units. The variables
used in this study are independent variables and dependent variables. The independent
variable is the addition of growth promoter while the dependent variable is oyster
mushroom productivity. The main parameters observed were the appearance of the first
fruiting body and the fresh weight of white oyster mushroom. Supporting parameters
observed were mycelium growth rate, hood diameter, stipe length and BER (Biology
Effency Ratio). The resulting data were analyzed for analysis of variance (ANOVA) at
the 5% error level and continued with honestly significant difference (HSD) / Tukey
with a 5% level. The results showed that the addition of 20 ml tempe wastewater had
an effect on the parameters of fruiting body formation. Meanwhile, growth promoter
had no effect on oyster mushroom productivity. The provision of 30 ppm IAA
hormones provides the highest fresh weight of 373 grams.
Kata kuncibudidaya, growth promoter , jamur tiram putih, produktivitas
Pembimbing 1Prof.Dr. Nuniek Ina Ratnaningtyas M.S.
Pembimbing 2Dr.Iwan Saskiawan
Pembimbing 3
Tahun2025
Jumlah Halaman32
Tgl. Entri2025-11-02 19:56:02.074788
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.