Artikel Ilmiah : B3A021004 a.n. NINA HERLINA

Kembali Update Delete

NIMB3A021004
NamamhsNINA HERLINA
Judul ArtikelForest edge effects on medicinal plants diversity in lowland forest in Gunung Tilu, West Java, Indonesia
Abstrak (Bhs. Indonesia)Abstrak. Herlina N, Widhiono I, Proklamaningsih E, Sudiana E, Nasihin I, Nurdin. 2025. Pengaruh tepi hutan terhadap keanekaragaman tumbuhan obat di hutan dataran rendah Gunung Tilu, Jawa Barat, Indonesia. Biodiversitas 26: 2873-2881. Pengaruh tepi hutan merupakan fenomena ekologi yang mempengaruhi keanekaragaman tumbuhan obat di daerah perbatasan antara tepi hutan dan interior hutan. Gunung Tilu di Jawa Barat, Indonesia, merupakan kawasan hutan dataran rendah dengan potensi sumber daya alam yang melimpah, namun masyarakat sekitar seringkali memanfaatkan berbagai sumber daya berupa hasil hutan kayu dan nonkayu, khususnya tumbuhan obat yang dapat menimbulkan pengaruh tepi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keanekaragaman tumbuhan obat dan menentukan pengaruh tepi hutan terhadap keanekaragaman tumbuhan obat di lereng utara dan lereng barat kawasan hutan Gunung Tilu. Metode transek garis digunakan untuk mengumpulkan data tumbuhan obat. Pengambilan sampel dilakukan dengan membuat plot untuk menganalisis komposisi, jenis dominan, indeks keanekaragaman, indeks kemerataan, dan indeks kesamaan komunitas. Selanjutnya, variabel lingkungan seperti suhu, kelembaban, intensitas cahaya matahari, dan pH tanah dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 89 jenis tumbuhan obat yang diklasifikasikan ke dalam 41 famili. Famili dengan jumlah tumbuhan obat terbanyak berasal dari famili Asteraceae dan Moraceae. Pada lereng barat, tingkat tumbuhan bawah, semai, tiang, dan pohon tidak mengalami komposisi yang signifikan pada berbagai jarak, tetapi pada tingkat pancang, perubahan terjadi pada jarak 260 meter. Pada lereng utara, terdapat variasi kedalaman tepi yang berbeda pada setiap tingkat pertumbuhan, di mana pada tumbuhan bawah, semai, dan pancang, kedalaman tepi mencapai 260 meter, sedangkan pada tingkat tiang, perubahan terjadi pada jarak 240 meter dan pohon pada 120 meter. Hal ini menunjukkan bahwa komunitas pohon beradaptasi lebih cepat terhadap kondisi lingkungan di hutan dibandingkan dengan tahap lainnya.
Abtrak (Bhs. Inggris)Abstract. Herlina N, Widhiono I, Proklamaningsih E, Sudiana E, Nasihin I, Nurdin. 2025. Forest edge effects on medicinal plants
diversity in lowland forest in Gunung Tilu, West Java, Indonesia. Biodiversitas 26: 2873-2881. Forest edge effect is an ecological
phenomenon that affects diversity of medicinal plants in the border area between forest edge and the interior. Gunung Tilu in West Java,
Indonesia, is a lowland forest area with abundant natural resource potential, but the surrounding communities often use various
resources in the form of wood and non-wood forest products, specifically medicinal plants which might cause edge effect. This study
aims to analyze the diversity of medicinal plants and determine the effect of forest edges on the diversity of medicinal plants on the
northern slopes and western slopes in the Gunung Tilu forest area. Line transect method was used to collect medicinal plant data.
Sampling was done by making plots to analyze the composition, dominant species, diversity index, evenness index, and community
similarity index. Furthermore, environmental variables such as temperature, humidity, sunlight intensity and soil pH were analyzed
using the Spearman correlation test. The results showed that there were 89 species of medicinal plants classified into 41 families. The
families with the largest number of medicinal plants came from the Asteraceae and Moraceae families. On the western slope, the
understory, seedling, pole, and tree levels did not experience significant composition at various distance, but at the sapling level,
changes occurred at a distance of 260 meters. On the northern slope, there were different variations in edge depth at each growth level
where in understory, seedlings, and saplings, the edge depth reached up to 260 meters, while at the pole level, changes occurred at a
distance of 240 meters and trees at 120 meters. This shows that tree communities adapt more quickly to environmental condition in the
forest compared to other stages.
Kata kunciBiodiversity, edge effect, Gunung Tilu, lowland forest, medicinal plants
Pembimbing 1Prof. Dr.rer.nat. Imam Widhiono MZ, M.S.
Pembimbing 2Prof.Dr. Elly Proklamasiningsih, M.P
Pembimbing 3Dr. Eming Sudiana, M,Si
Tahun2025
Jumlah Halaman9
Tgl. Entri2025-10-24 22:22:55.563708
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.