Artikel Ilmiah : H1B021023 a.n. NGATIKOH FAJRIANTI

Kembali Update Delete

NIMH1B021023
NamamhsNGATIKOH FAJRIANTI
Judul ArtikelPENGGUNAAN DATA HUJAN SATELIT GPM-IMERG UNTUK PEMODELAN DEBIT BANJIR DI DAERAH ALIRAN SUNGAI (DAS) SERAYU
Abstrak (Bhs. Indonesia)Banjir merupakan bencana alam umum yang merusak, termasuk di Daerah Aliran Sungai (DAS) Serayu dengan sejarah banjir signifikan. Kemajuan teknologi memungkinkan estimasi curah hujan menggunakan data satelit sebagai alternatif sumber hidrologi, penting untuk daerah dengan stasiun pengamatan hujan terbatas, terutama wilayah terpencil. Tujuan penelitian ini untuk memodelkan debit banjir menggunakan HEC-HMS dan membandingkan dengan data hasil observasi di lapangan. Data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu data hujan satelit GPM-IMERG dan data debit sungai observasi harian tahun 2004-2023, yang kemudian dianalisis dengan DEM, peta tata guna lahan dan peta jenis tanah untuk menghasilkan parameter model terbaik. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa sebelum kalibrasi model termasuk tidak memuaskan. Setelah dilakukan kalibrasi, indikator penilaian kinerja model meningkat walaupun masih dalam kategori tidak memuaskan. Pada tahap validasi, kinerja model semakin membaik dengan nilai R² sebesar 0,67, NSE sebesar 0,610 dan 0,609, RSR sebesar 0,6 serta PBIAS masing-masing sebesar -17,10 dan -17,13 yang termasuk kategori baik. Analisis debit kala ulang menggunakan distribusi Gumbel untuk data observasi dan Log Pearson III untuk hasil pemodelan menghasilkan debit kala ulang 2 tahun sebesar 1057,435 m³/s (observasi) dan 975,950 m³/s (pemodelan) dengan pola kenaikan debit yang serupa hingga kala ulang 100 tahun. Dengan demikian, model mampu mempresentasikan hubungan antara debit hasil simulasi dan debit observasi dengan baik sehingga data hujan satelit GPM-IMERG dapat dijadikan alternatif pemodelan hidrologi pada DAS dengan keterbatasan data pengukuran hujan di lapangan.
Abtrak (Bhs. Inggris)Floods are destructive general natural disasters, including in the Serayu Watershed with a history of significant flooding. Technological advances allow rainfall estimation using satellite data as an alternative source of hydrology, important for areas with limited rainfall observation stations, especially remote areas. The purpose of this study is to model flood discharge using HEC-HMS and compare it with data from observations in the field. The data used in this study are GPM-IMERG satellite rain data and daily observation river discharge data for 2004-2023, which are then analyzed with DEM, land use maps and soil type maps to produce the best model parameters. The modeling results show that before the calibration of the included model was unsatisfactory. After calibration, the model performance assessment indicator increased even though it was still in the unsatisfactory category. At the validation stage, the model's performance improved with an R² value of 0.67, NSE of 0.610 and 0.609, RSR of 0.6 and PBIAS of -17.10 and -17.13 respectively which are in the good category. The re-discharge analysis using the Gumbel distribution for the observation data and the Pearson Log III for the modeling results resulted in a 2-year re-discharge of 1057.435 m³/s (observation) and 975.950 m³/s (modeling) with a similar pattern of discharge increase until the 100-year re-release. Thus, the model is able to present the relationship between the simulation discharge and the observation discharge well so that GPM-IMERG satellite rainfall data can be used as an alternative to hydrological modeling in watersheds with limited rainfall measurement data in the field.
Kata kunciBanjir, DAS Serayu, GPM-IMERG, HEC-HMS, pemodelan hidrologi.
Pembimbing 1Ir. Sanidhya Nika P., S.T., M.T., Ph.D.
Pembimbing 2Dr. Eng. Ir. Purwanto B. S., S.T., M.T.
Pembimbing 3
Tahun2025
Jumlah Halaman8
Tgl. Entri2025-10-22 10:14:32.801478
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.