Artikel Ilmiah : A0B022038 a.n. KHILLA RATNA MANGGALIH
| NIM | A0B022038 |
|---|---|
| Namamhs | KHILLA RATNA MANGGALIH |
| Judul Artikel | IDENTIFIKASI CADANGAN BIOMASSA PADA HUTAN KOTA KABUPATEN PURBALINGGA |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Hutan merupakan ekosistem yang memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan lingkungan melalui fungsi ekologis, ekonomis, dan sosialnya. Seiring perkembangan zaman, hutan tidak hanya dimanfaatkan sebagai penghasil kayu, tetapi juga berfungsi sebagai penyedia jasa lingkungan, termasuk pengatur iklim, penyerap karbon, dan penopang kehidupan makhluk hidup. Dalam konteks perkotaan, fungsi tersebut diwujudkan melalui keberadaan Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang berperan menjaga kualitas lingkungan dan mengurangi dampak pemanasan global. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007, minimal 30% dari wilayah suatu daerah harus dialokasikan untuk RTH, terdiri dari 20% RTH publik dan 10% RTH privat. Kawasan Perkotaan Purbalingga memiliki luas wilayah 2.704,70 hektar dengan ketersediaan RTH eksisting pada tahun 2018 mencapai 1.150,99 hektar atau 42,56% dari total wilayah. Kondisi ini menunjukkan bahwa Purbalingga telah melampaui standar kebutuhan minimal RTH. Namun, peran RTH dan hutan kota dalam penyerapan karbon di wilayah ini belum banyak diteliti. Padahal, hutan kota berpotensi besar dalam menurunkan kadar karbon di udara melalui proses fotosintesis yang menghasilkan biomassa dan cadangan karbon. Penelitian mengenai potensi volume kayu dan cadangan karbon sangat diperlukan untuk menilai kontribusi hutan kota terhadap mitigasi pemanasan global. Dengan demikian, pengembangan dan pengelolaan hutan kota di Kabupaten Purbalingga menjadi langkah strategis dalam upaya pengurangan emisi karbon dan peningkatan kualitas lingkungan perkotaan. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | Forests are ecosystems that play a vital role in maintaining environmental balance through their ecological, economic, and social functions. Over time, forests have become increasingly utilized not only as timber producers but also as providers of environmental services, including climate regulation, carbon absorption, and support for living organisms. In an urban context, these functions are realized through the existence of Green Open Spaces (RTH), which play a role in maintaining environmental quality and mitigating the impacts of global warming. Law No. 26 of 2007 stipulates that a minimum of 30% of a region's territory must be allocated for RTH, consisting of 20% public RTH and 10% private RTH. The Purbalingga urban area covers 2,704.70 hectares, with existing green open space (GOS) reaching 1,150.99 hectares in 2018, or 42.56% of the total area. This indicates that Purbalingga has exceeded the minimum requirement for GOS. However, the role of GOS and urban forests in carbon sequestration in this region has not been widely studied. In fact, urban forests have significant potential to reduce carbon levels in the air through the process of photosynthesis, which produces biomass and carbon reserves. Research on the potential volume of wood and carbon reserves is essential to assess the contribution of urban forests to global warming mitigation. Therefore, the development and management of urban forests in Purbalingga Regency is a strategic step in efforts to reduce carbon emissions and improve the quality of the urban environment. |
| Kata kunci | Hutan Kota, Ruang Terbuka Hijau, Pemanasan Global, Cadangan Karbon, Purbalingga. |
| Pembimbing 1 | Dr. Ir. Tamad, M.Si |
| Pembimbing 2 | |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2025 |
| Jumlah Halaman | 45 |
| Tgl. Entri | 2025-10-20 13:37:30.901498 |