| NIM | C3A021003 |
| Namamhs | TATANG ROIS |
| Judul Artikel | Membangun Kinerja Pemasaran Melalui Keunggulan Motif Budaya Daerah (Regiocultral) pada IKM Batik di Wilayah Ciayumajakuning
|
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Penelitian ini didasari karena adanya perbedaan penelitian mengenai pengaruh kapabilitas inovasi terhadap kinerja pemasaran, dimana terdapat peneliti yang menyatakan berpengaruh dan tidak berpengaruh. UKM di Indonesia memiliki peran penting, tetapi masih dihadapkan dengan masalah, terutama dengan kinerja pemasaran. Berdasarkan pada masalah, maka untuk menyelesaikannya dibangun suatu model kebaruan sebagai variabel mediasi, yaitu keunggulan motif regiocultural. Keunggulan motif regioculural merupakan sintesa dari resourcce advantage theory and competition dan cultural identity theory. Penelitian ini melibatkan peran variabel lain yang berkaitan, yaitu kemampuan eksplorasi dan kemampuan penetrasi pasar. Penelitian ini merupakan penelitian dasar kausalitas dengan pendekatan kuantitatif. Populasi penelitian ini adalah IKM batik di wilayah Ciayumajakuning (Kota Cirebon, Kabupaten Cirebon, Kabupaten Indramayu, Kabupaten Majalengka, dan Kabupaten Kuningan) Provinsi Jawa Barat. Ukuran sampel ditetapkan sebanyak 200 responden menggunakan metode disproportionate random sampling. Pengumpulan data bersumber dari data primer melalui penyebarkan kuisioner dan data sekunder melalui penelusuran data yang terpublikasi. Pengukuran variabel menggunakan skala interval dengan teknik agree-disagree scale. Analisis data menggunakan Structural Equation Modelling (SEM) dengan program AMOS (Analysis of Moment Structure). Simpulan penelitian menyatakan bahwa kemampuan eksplorasi memiliki peran penting dalam meningkatkan kapabilitas inovasi, kapabilitas inovasi memiliki peran penting dalam meningkatkan keunggulan motif regiocultural dan kinerja pemasaran, keunggulan motif regiocultural memiliki peran penting dalam meningkatkan kemampuan penetrasi pasar dan kinerja pemasaran, serta keunggulan motif regiocultural memediasi pengaruh kapabilitas inovasi terhadap kinerja pemasaran. Berdasarkan simpulan tersebut sehingga penelitian ini memiliki peran penting dalam menyelesaikan riset gap dan masalah yang dihadapi UKM. Penelitian ini menyarankan untuk penelitian mendatang agar melakukan pembaharuan data IKM batik di Ciayumajakuning, mengakomodir kepentingan dari sisi konsumen dengan mengadopsi teori ¬co-creation, dan dilakukan pada industri lain selain batik. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | This research is based on the differences in research on the effect of innovation capability on marketing performance, where some researchers find that it has an effect and some find that it has no effect. SMEs in Indonesia have an important role, but they still face problems, especially in marketing performance. Based on this problem, a novelty model was developed as a mediating variable to solve it, namely the superiority of regiocultural motives. The superiority of regiocultural motives is a synthesis of resource advantage theory and competition and cultural identity theory. This study includes the role of other related variables, namely exploration ability and market penetration ability. This study is a basic causal study with a quantitative approach. The population of this study is batik IKM in Ciayumajakuning area (Cirebon city, Cirebon regency, Indramayu regency, Majalengka regency and Kuningan regency) in West Java province. The sample size was set at 200 respondents using the disproportionate random sampling method. Data collection was based on primary data by distributing questionnaires and secondary data by searching published data. An interval scale was used to measure the variables using the agree-disagree scale technique. Structural equation modelling (SEM) was used to analyse the data using AMOS (Analysis of Moment Structure). The research conclusion is that exploration ability has an important role in increasing innovation ability, innovation ability has an important role in increasing the superiority of regiocultural motives and marketing performance, the superiority of regiocultural motives has an important role in increasing market penetration ability and marketing performance, and the superiority of regiocultural motives mediates the influence of innovation ability on marketing performance. Based on these conclusions, this study has an important role in addressing research gaps and problems faced by adopting co-creation theory, and be conducted in industries other than batik. |
| Kata kunci | Kapabilitas inovasi; kemampuan eksplorasi; keunggulan motif regiocultural; kemampuan penetrasi pasar; dan kinerja pemasaran. |
| Pembimbing 1 | Prof. Dr. Suliyanto, S.E., M.M. |
| Pembimbing 2 | Dr. Lusi Suwandari, S.E., M.Si. |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2025 |
| Jumlah Halaman | 496 |
| Tgl. Entri | 2025-10-15 09:29:04.360883 |
|---|