| NIM | J1C021023 |
| Namamhs | DINDA SYIFANI |
| Judul Artikel | Konstruksi Sosial Keluarga Alternatif di Jepang: Studi Atas Pandangan Masyarakat Jepang di Kota Amakusa |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Konsep keluarga alternatif di Jepang berkembang seiring dengan perubahan aspek sosial, ekonomi, dan nilai budaya masyarakat lokal. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana pandangan dan penerimaan masyarakat Jepang terhadap konsep keluarga alternatif, khususnya di kota Amakusa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui wawancara mendalam kepada sepuluh narasumber yang terdiri dari tiga laki-laki dan tujuh perempuan dengan latar belakang sosial yang beragam. Analisis data dilakukan dengan menerapkan teori konstruksi sosial oleh Berger dan Luckmann yang menekankan tiga proses utama dalam pembentukan realitas sosial, yaitu eksternalisasi, objektivasi, dan internalisasi. Hasil menunjukkan bahwa meskipun adanya pengaruh kuat dari sistem keluarga tradisional, sebagian masyarakat mulai menerima bentuk keluarga alternatif seperti keluarga kolektif, keluarga pilihan, dan keluarga bebas. Keluarga alternatif kini tidak lagi dilihat sebagai penyimpangan, melainkan sebagai bentuk adaptasi terhadap kondisi sosial kontemporer.
|
| Abtrak (Bhs. Inggris) | The concept of alternative families in Japan has developed in line with changes in the social, economic, and cultural values of local communities. This study aims to explore how Japanese society perceives and accepts the concept of alternative families, particularly in the city of Amakusa. The research employs a descriptive qualitative approach through in-depth interviews with ten informants consisting of three men and seven women from diverse social backgrounds. Data analysis is carried out by applying Berger and Luckmann’s theory of social construction, which emphasizes three main processes in the formation of social reality: externalization, objectivation, and internalization. The findings reveal that despite the strong influence of the traditional family system, some members of society have begun to accept alternative family forms such as collective families, chosen families, and free families. Alternative families are no longer seen as a deviation but rather as a form of adaptation to contemporary social conditions.
|
| Kata kunci | konstruksi sosial, keluarga alternatif, masyarakat Jepang, Berger dan Luckmann |
| Pembimbing 1 | Dr.Yusida Lusiana, S.S., M.Si., M.Pd. |
| Pembimbing 2 | Safrina Arifiani Felayati S.Pd., M.A |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2025 |
| Jumlah Halaman | 9 |
| Tgl. Entri | 2025-10-03 14:07:23.344561 |
|---|