Artikel Ilmiah : H1B020052 a.n. LIVIA AMALIA ZHULFA

Kembali Update Delete

NIMH1B020052
NamamhsLIVIA AMALIA ZHULFA
Judul ArtikelAnalisis Sebaran Banjir Rob di Kota Pekalongan Menggunakan Software Delft - 3D
Abstrak (Bhs. Indonesia)Kota Pekalongan merupakan salah satu daerah di pesisir pantai utara Jawa, yang sering
mengalami banjir rob. Banjir rob diakibatkan oleh pasang air laut, kenaikan muka air laut, dan
penurunan muka tanah. Banjir rob yang terjadi pada bulan Mei 2022 ini menjadi latar belakang utama
dilakukannya penelitian, dengan tujuan untuk menganalisis perbandingan hasil antara software dengan
kondisi aktual di lapangan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pemodelan coupling
antara model flow dan wave dengan menggunakan perangkat lunak Delft – 3D. Data yang digunakan
berupa data pasang surut dan data batimetri. Hasil dari pemodelan kemudian divalidasi menggunakan
informasi dari berbagai portal berita yang ada di media internet. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
inundasi atau kedalaman banjir rob terletak di antara 0 hingga 5 meter dalam bentuk indikator warna,
tidak spesifik terlihat kedalaman genangan pada setiap jamnya. Dalam hal ini menunjukkan bahwa
software Delft – 3D kurang tepat untuk analisis inundasi atau kedalaman banjir rob yang kurang dari
satu meter dan lebih cocok dalam mengidentifikasi area yang terdampak banjir rob serta pengaruh
pasang surut terhadap fenomena banjir tersebut.
Abtrak (Bhs. Inggris) Pekalongan City is one of the areas on the north coast of Java, which often experiences coastal
flood. Coastal flooding is caused by high tides, sea level rise, and land subsidence. The flood that
occurred in May 2022 became the main background for the study, with the aim of analyzing the
comparison of results between software and actual conditions in the field. The method used in this study
is coupling modeling between flow and wave models using Delft – 3D software. The data used were
tidal data and bathymetric data. The results of the modeling were then validated using information from
various news portals on the internet. The results of the study show that the inundation or depth of the
coastal flood is located between 0 to 5 meters in the form of color indicators, it is not specific to see the
depth of inundation at every hour. In this case, it shows that Delft – 3D software is not suitable for flood
analysis or the depth of coastal floods that is less than one meter and is more suitable for identifying
areas affected by coastal floods and the influence of tides on the flood phenomenon.
Kata kunciInundasi, Banjir Rob, Kota Pekalongan, Delft - 3D
Pembimbing 1Ir. Sanidhya Nika Purnomo, S.T., M.T., Ph.D.
Pembimbing 2Ir. Wahyu Widiyanto, S.T., M.T., Ph.D.
Pembimbing 3
Tahun2025
Jumlah Halaman13
Tgl. Entri2025-10-03 11:22:00.312418
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.