Artikel Ilmiah : I1C021026 a.n. WINDA NURCHAYATI

Kembali Update Delete

NIMI1C021026
NamamhsWINDA NURCHAYATI
Judul ArtikelUJI AKTIVITAS KOMBINASI EKSTRAK BAWANG PUTIH (Allium sativum L.) dan LENGKUAS (Alpinia galanga (L.) Willd) TERHADAP Malassezia furfur
Abstrak (Bhs. Indonesia)Malassezia furfur merupakan jamur lipofilik penyebab utama pitiriasis versicolor yang sering menimbulkan masalah kesehatan kulit. Penggunaan obat antijamur sintetis seperti azol seringkali menimbulkan resistensi dan efek samping, sehingga diperlukan alternatif dari bahan alam. Bawang putih (Allium sativum L.) dan lengkuas (Alpinia galanga (L.) Willd diketahui memiliki senyawa aktif yang bersifat antijamur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas kombinasi ekstrak bawang putih dan lengkuas terhadap jamur Malassezia furfur. Penelitian ini menggunakan metode in vitro dengan desain Simplex Lattice Design (SLD) untuk menentukan kombinasi optimal ekstrak etanol bawang putih dan lengkuas terhadap M. furfur. Uji aktivitas antijamur dilakukan dengan metode difusi cakram pada berbagai kombinasi konsentrasi ekstrak. Data dianalisis menggunakan SLD dan perangkat lunak Design Expert 13 untuk memprediksi formulasi paling efektif. Hasil uji menunjukkan bahwa kombinasi ekstrak bawang putih dan lengkuas memberikan hasil tertinggi pada rasio 4,5:6,5 zona hambat sebesar 14,70 mm. Analisis SLD juga memprediksi bahwa solusi kombinasi paling efektif untuk menghambat pertumbuhan M. furfur pada rasio 4,459:6,581 zona hambat sebesar 15,314 mm. Kombinasi ekstrak bawang putih dan lengkuas menunjukkan efek sinergis sebagai antijamur terhadap M. furfur.
Abtrak (Bhs. Inggris)Malassezia furfur is a lipophilic fungus and the primary causative agent of pityriasis versicolor, a common skin health problem. The use of synthetic antifungal drugs such as azoles often leads to resistance and adverse effects, thereby highlighting the need for natural alternatives. Garlic (Allium sativum L.) and galangal (Alpinia galanga (L.) Willd.) are known to contain bioactive compounds with antifungal properties. This study aims to evaluate the antifungal activity of the combined extracts of garlic and galangal against Malassezia furfur. This study employed an in vitro method with a Simplex Lattice Design (SLD) to determine the optimal combination of ethanol extracts of garlic and galangal against M. furfur. Antifungal activity was tested using the disc diffusion method at various extract concentration combinations. Data were analyzed using SLD and Design Expert 13 software to predict the most effective formulation. The results showed that the combination of garlic and galangal extracts produced the highest inhibition zone at a ratio of 4.5:6.5, with a diameter of 14.70 mm. SLD analysis also predicted that the most effective inhibitory solution against M. furfur was achieved at a ratio of 4.459:6.581, with an inhibition zone of 15.314 mm. The combination of garlic and galangal extracts demonstrated a synergistic antifungal effect against M. furfur.
Kata kunciAllium sativum, Alpinia galanga, Malassezia furfur, kombinasi ekstrak, Simplex Lattice Design
Pembimbing 1Dr. apt. Eka Prasasti Nur Rachmani, M.Sc.
Pembimbing 2Dr. Ratna Stia Dewi, M.Sc
Pembimbing 3
Tahun2025
Jumlah Halaman10
Tgl. Entri2025-08-27 15:35:30.4259
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.