Artikel Ilmiah : F1A020081 a.n. AJI SATYA DHARMA

Kembali Update Delete

NIMF1A020081
NamamhsAJI SATYA DHARMA
Judul ArtikelGERAKAN SOSIAL ALIANSI SOEDIRMAN MELAWAN: STUDI KASUS GERAKAN 29 APRIL SEBAGAI PERLAWANAN TERHADAP KEBIJAKAN PERMENDIKBUDRISTEK NOMOR 2 TAHUN 2024
Abstrak (Bhs. Indonesia)Penelitian ini mengkaji peran mahasiswa dan implementasi dari Gerakan 29 April yang dilakukan oleh mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) yang tergabung dalam Aliansi Soedirman Melawan. Melihat bagaimana perjuangan mahasiswa dalam menentang dan melawan kebijakan Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Permendikbudristek) Nomor 2 Tahun 2024 tentang Standar Satuan Biaya Operasional Perguruan Tinggi (SSBOPT). Mahasiswa tidak hanya mengidentifikasi ketimpangan akibat dari kebijakan tersebut, melainkan juga menyuarakan aspirasi melalui forum audiensi dan mengorganisir massa sebagai bentuk perlawanan terhadap komersialisasi pendidikan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis data dengan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Penelitian ini menggunakan beberapa teori, seperti teori gerakan sosial dari Anthony Giddens, tahapan proses gerakan sosial menurut Macionis, dan konsep neoliberalisme pendidikan. Hasil penelitian menunjukan bahwa peran mahasiswa dalam mengawal isu kenaikan biaya pendidikan di Unsoed cukup penting karena mahasiswa selaku agen perubahan dan katalis gerakan sosial mampu untuk menyadarkan dan mengedukasi mahasiswa dan mengeskalasikan massa untuk melakukan Gerakan 29 April. Mahasiswa memiliki kontrol sosial terhadap birokrasi kampus dalam menetapkan suatu kebijakan.
Abtrak (Bhs. Inggris)This study examines the role of students and the implementation of the April 29 Movement carried out by students of Jenderal Soedirman University (Unsoed) who are members of the Soedirman's Alliance Against. It examines how students have fought against and opposed the policies outlined in Ministerial Regulation No. 2 of 2024 on the Operational Cost Standards for Higher Education Institutions (SSBOPT). Students not only identified the disparities caused by the policy but also voiced their aspirations through public hearings and organized mass protests as a form of resistance against the commercialization of education. This study employs a qualitative research method with a descriptive approach. Data collection was conducted through observation, in-depth interviews, and documentation. Data analysis involved data collection, data reduction, data presentation, and drawing conclusions. This study utilized several theories, such as Anthony Giddens' theory of social movements, Macionis' stages of the social movement process, and the concept of educational neoliberalism. The results of the study indicate that the role of students in monitoring the issue of rising education costs at Unsoed is quite important because students, as agents of change and catalysts of social movements, are able to raise awareness and educate students and escalate the masses to carry out the April 29 Movement. Students have social control over campus bureaucracy in setting policies.
Kata kunciMahasiswa, Gerakan Sosial, Aliansi Soedirman Melawan
Pembimbing 1Dr. Joko Santoso, M.Si.
Pembimbing 2Wiman Rizkidarajat, S.H., M.H.
Pembimbing 3Drs. Nalfaridas Baharuddin, M.Hum.
Tahun2025
Jumlah Halaman17
Tgl. Entri2025-08-23 16:27:45.386152
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.