Artikel Ilmiah : C1A009091 a.n. MOCHAMMAD TAUFIQ MUNAJAD
| NIM | C1A009091 |
|---|---|
| Namamhs | MOCHAMMAD TAUFIQ MUNAJAD |
| Judul Artikel | STRATEGI PENGEMBANGAN KETAHANAN PANGAN BERDASARKAN KOMODITAS UNGGULAN PANGAN DI KABUPATEN BANYUMAS |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Penelitian ini berjudul “Strategi Pengembangan Ketahanan Pangan Berdasarkan Komoditas Unggulan Pangan di Kabupaten Banyumas”. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi komoditas unggulan pangan pada 27 kecamatan di Kabupaten Banyumas, mengidentifikasi prospek pengembangan komoditas pangan yang menjadi komoditas unggulan pangan di Kabupaten Banyumas, serta mengidentifikasi pola dan struktur pertumbuhan produksi komoditas unggulan pangan pada 27 kecamatan di Kabupaten Banyumas. Selanjutnya merumuskan strategi pengembangan ketahanan pangan berdasarkan komoditas unggulan pangan di Kabupaten Banyumas. Agar dapat menjawab tujuan penelitian tersebut, maka komoditas unggulan pangan dianalisis menggunakan metode Location Quotient (LQ). Untuk mengidentifikasi prospek pengembangan komoditas unggulan pangan menggunakan metode trend LQ. Untuk mengidentifikasi pola dan struktur pertumbuhan produksi komoditas unggulan pangan menggunakan metode Tipologi Klassen. Kemudian untuk merumuskan strategi pengembangan menggunakan metode SWOT. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa komoditas padi, kacang tanah, telur ayam layer, daging ayam kampung dan daging kambing, merupakan komoditas basis pangan terbanyak yang tersebar pada 27 kecamatan yang berbeda di Kabupaten Banyumas. Selain itu, komoditas-komoditas tersebut juga memiliki prospek untuk dapat terus dikembangkan. Dimana dari 21 kecamatan yang memiliki komoditas basis pangan berupa komoditas padi, terdapat 10 kecamatan yang memiliki prospek untuk dapat terus dikembangkan. Dari 18 kecamatan yang memiliki komoditas basis pangan berupa komoditas kacang tanah, terdapat 4 kecamatan yang memiliki prospek untuk dapat terus dikembangkan. Dari 22 kecamatan yang memiliki komoditas basis pangan berupa komoditas telur ayam layer, terdapat 22 kecamatan yang memiliki prospek untuk dapat terus dikembangkan. Dari 20 kecamatan yang memiliki komoditas basis pangan berupa komoditas daging ayam kampung, terdapat 17 kecamatan yang memiliki prospek untuk dapat terus dikembangkan. Dari 23 kecamatan yang memiliki komoditas basis pangan berupa komoditas daging kambing, terdapat 13 kecamatan yang memiliki prospek untuk dapat terus dikembangkan. Selanjutnya untuk komoditas yang dominan terhadap pola dan struktur pertumbuhan produksi komoditas maju dan tumbuh cepat adalah komoditas padi dan komoditas daging ayam kampung. Komoditas yang dominan terhadap pola dan struktur pertumbuhan produksi komoditas maju dan tumbuh lambat adalah komoditas daging kambing. Komoditas yang dominan terhadap pola dan struktur pertumbuhan produksi komoditas berkembang cepat adalah komoditas telur itik dan komoditas daging sapi. Komoditas yang dominan terhadap pola dan struktur pertumbuhan produksi relatif tertinggal adalah komoditas ketela pohon dan komoditas kedelai. Dalam merumuskan strategi pengembangan ketahanan pangan berdasarkan komoditas unggulan pangan di Kabupaten Banyumas, penelitian ini menghasilkan empat alternatif strategi pengembangan. Dimana kondisi pengembangan ketahanan pangan berdasarkan komoditas unggulan pangan di Kabupaten Banyumas sedang mengalami pertumbuhan dan pembangunan (grow and build). Strategi yang cocok dengan kondisi seperti ini ialah dengan strategi intensif atau strategi integratif. Implikasi dari hasil penelitian ini adalah bahwa dalam rangka mengembangkan ketahanan pangan berdasarkan komoditas unggulan pangan di Kabupaten Banyumas, setiap kecamatan perlu adanya alternatif-alternatif spesialisasi produksi komoditas pangan berdasarkan komoditas-komoditas unggulan pangan yang terdapat pada masing-masing kecamatan di Kabupaten Banyumas. Kemudian Kabupaten Banyumas perlu mengembangkan komoditas unggulan pangan yang dapat memberikan nilai tambah ekonomis yang besar sesuai potensi wilayah yang ada. Selain itu, Kabupaten Banyumas perlu meminimalkan kegiatan konversi lahan pertanian dengan cara membuat suatu kebijakan tentang lahan pertanian produktif yang harus dipertahankan, serta memanfaatkan luas lahan pertanian yang ada secara optimal agar dapat terus memenuhi kebutuhan pangan penduduk. Dalam hal kelembagaan, Kabupaten Banyumas pun perlu menambah tenaga kerja dalam lembaga ketahanan pangan mengingat terbatasnya tenaga kerja yang ada dalam lembaga ketahanan pangan Kabupaten Banyumas. Selanjutnya dalam rangka pembangunan ekonomi wilayah, Kabupaten Banyumas perlu melakukan pembangunan ekonomi wilayahnya berbasis agribisnis melihat potensi wilayah yang ada sebagian besar bersumber dari sektor pertanian. Selain itu konsep agropolitan pun perlu dipertimbangkan dalam perencanaan pembangunan wilayah Kabupaten Banyumas untuk jangka panjang, melihat komoditas basis, prospek pengembangan, serta pola dan struktur pertumbuhan produksi komoditas pangan yang ada di Kabupaten Banyumas sangat menunjang untuk mengimplementasikan konsep agropolitan di Kabupaten Banyumas. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | This research is entitled “Food Security Development Strategy Based On Leading Food Commodity In Banyumas Regency”. The objectives of the research are to identify leading food commodity in 27 sub districts in Banyumas regency, to identify food commodity development prospect as the leading food commodity in Banyumas regency and to identify any kind of pattern and structure of food commodity production growth in 27 sub districts in Banyumas regency. After all, to formulize leading food commodity development strategy in Banyumas regency. To find all the research’s objectives, so leading food commodity is analyzed by Location Quotient (LQ) method. To identify leading food commodity development prospect used trend LQ. To identify form of pattern and structure leading food commodity development growth used Klassen Typology. And then to formulize development strategy used SWOT analysis. The result of this research indicate that paddy, peanut, egg, chicken meat and mutton are the highest number of food basis commodity scattered in 27 different districts in Banyumas. In addition, these commodities also have the prospect to be developed. Among 21 sub districts that have a basis of food commodities for paddy commodity, there are 10 districts that have the prospect to be developed. among 18 districts that have a basis of food commodities for peanuts commodities, there are four districts that have the prospect to be developed. Among 22 districts that have a basis of food commodities for chicken eggs, there are 22 districts that have the prospect to be developed. Among 20 districts that have a basis of food commodities for chicken meat commodity, there are 17 districts that have the prospect to be developed. Among 23 districts that have a basis of food commodities for mutton, there are 13 districts that have the prospect to be developed. Then for the dominant commodity to the pattern and structure of commodity production growth in advanced and rapidly grow commodity is paddy and chicken meat commodity . Commodities which dominant to the pattern and structure of commodity production growth in advanced and slowly grow commodity is mutton commodity. Commodities which dominant to the pattern and structure of commodityproduction growth in the fast growing commodity is a commodity of duck eggs and beef. Commodities which dominant to the pattern and structure of commodity production growth in relatively low commodity is cassava and soybean. In formulating a development strategy based on food security of food commodities in Banyumas, this research produced four alternatives of development strategy. Where the conditions of the development of food security based on food commodities in Banyumas has been growing and developing. The fit strategy with this condition is intensive or integrative strategy. The implication of this research in order to improve food security based on leading food commodities in Banyumas is that each sub district needs for alternatives of food commodities production based on specification of leading food commodity in each sub district in Banyumas. Banyumas then need to develop a leading food commodity that can provide high economic value added according to the potential of existing areas. In addition, Banyumas needs to minimize the agricultural land conversion activities by creating a policy on productive agricultural land, as well as the use of existing agricultural land optimally in order to continue to meet of people’s food needs. In institutional terms, Banyumas also need to add more manpower focus on food security consider that the limited of manpower in the food security agency of Banyumas. Furthermore, in the context of regional economic development, Banyumas needs to undertake regional economic development based upon agribusiness consider that there are mostly derived from agriculture. Additionally agropolitan concept also needs to be considered in development planning of Banyumas for the long term, recognize commodity basis, development prospect, and the pattern and structure production growth of food commodities that exist in Banyumas is very supportive to implement the concept of agropolitan in Banyumas. |
| Kata kunci | Ketahanan Pangan, Komoditas Unggulan Pangan, Prospek Pengembangan, Pola dan Struktur Pertumbuhan Produksi Komoditas Pangan, Strategi Pengembangan. |
| Pembimbing 1 | Dra. Neni Widayaningsih, MM |
| Pembimbing 2 | Dra. Sukarsih |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2013 |
| Jumlah Halaman | 254 |
| Tgl. Entri | (belum diset) |