Artikel Ilmiah : J1D021049 a.n. ANUGRAH ESA AMALINDA

Kembali Update Delete

NIMJ1D021049
NamamhsANUGRAH ESA AMALINDA
Judul ArtikelSTUDI KOMPARASI TINDAK TUTUR ILOKUSI DIREKTIF PADA FILM “TILIK” DAN FILM “BUDI PEKERTI”
Abstrak (Bhs. Indonesia)Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan membandingkan bentuk tindak tutur direktif yang terdapat dalam film pendek Tilik karya Wahyu Agung Prasetyo dan film Budi Pekerti karya Wregas Bhanuteja. Tindak tutur direktif merupakan jenis ujaran yang bertujuan memberi maksud mitra tutur untuk melakukan suatu tindakan. Kajian ini menggunakan pendekatan pragmatik dengan metode deskriptif kualitatif, serta teknik analisis data dilakukan dengan model interaktif Miles dan Huberman (1984). Hasil analisis menunjukkan bahwa Tilik dan Budi Pekerti sama-sama memuat berbagai bentuk tindak tutur direktif, seperti perintah, ajakan, nasihat, kritikan dan larangan. Namun, perbedaan terlihat dalam strategi penyampaian dan konteks sosial yang melatarbelakangi penggunaan tuturan direktif di masing-masing film. Film Tilik lebih banyak menyajikan tindak tutur kritikan dalam interaksi antartokoh masyarakat, sedangkan Budi Pekerti menampilkan tuturan direktif permintaan, terutama dalam situasi sosial yang menekan. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap kajian pragmatik.
Abtrak (Bhs. Inggris)This study aims to examine and compare the forms of directive speech acts found in the short film Tilik by Wahyu Agung Prasetyo and the film Budi Pekerti by Wregas Bhanuteja. Directive speech acts are types of utterances that aim to convey the intention of the interlocutor to perform an action. This study uses a pragmatic approach with a qualitative descriptive method, and data analysis techniques were conducted using the interactive model of Miles and Huberman (1984). The analysis results show that Tilik and Budi Pekerti both contain various forms of directive speech acts, such as commands, invitations, advice, criticism, and prohibitions. However, differences are evident in the delivery strategies and social contexts underlying the use of directive speech acts in each film. Tilik presents more criticism in interactions between community figures, while Budi Pekerti presents directive requests, especially in stressful social situations. This research is expected to contribute to the study of pragmatics.
Kata kuncifilm Budi Pekerti, film Tilik, pragmatik, studi komparatif, tindak tutur direktif
Pembimbing 1Lalita Melasarianti, S.Pd., M.Pd.
Pembimbing 2Dr. Memet Sudaryanto, M.Pd.
Pembimbing 3
Tahun2025
Jumlah Halaman14
Tgl. Entri2025-08-22 13:34:48.500174
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.