Artikel Ilmiah : I1D021069 a.n. PUTRI AISYAH

Kembali Update Delete

NIMI1D021069
NamamhsPUTRI AISYAH
Judul ArtikelHUBUNGAN USIA, TINGKAT KECUKUPAN PROTEIN, RISIKO KURANG ENERGI KRONIK (KEK), DAN KEPATUHAN KONSUMSI TABLET TAMBAH DARAH (TTD) DENGAN KEJADIAN ANEMIA PADA IBU HAMIL
(Studi pada Puskesmas Purwokerto Selatan)
Abstrak (Bhs. Indonesia)Latar Belakang: Anemia pada kehamilan menjadi perhatian serius karena penyebab utama perdarahan yang berkontribusi paling tinggi terhadap kematian ibu hamil. Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia tahun 2023, prevalensi anemia pada ibu hamil di Indonesia mencapai 27,7%. Angka ini lebih tinggi di Jawa Tengah, dengan 41,8% ibu hamil mengalami anemia. Secara lebih spesifik, di Kabupaten Banyumas, data Profil Kesehatan tahun 2023 menunjukkan bahwa proporsi ibu hamil anemia di Purwokerto Selatan adalah 15,9%, mencakup sekitar 248 kasus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan usia, tingkat kecukupan protein, risiko kurang energi kronik (KEK), dan kepatuhan konsumsi tablet tambah darah (TTD) dengan kejadian anemia pada ibu hamil (Studi Pada Puskesmas Purwokerto Selatan).

Metodologi: Pendekatan cross sectional dilakukan dengan melibatkan 66 ibu hamil di Puskesmas Purwokerto Selatan. Sampel ditentukan dengan menggunakan accidental sampling. Instrumen yang digunakan berupa pengisian formulir, wawancara sq-ffq, pengukuran lingkar lengan atas, dan pengukuran kadar hemoglobin. Variabel dianalisis menggunakan uji Chi-Square dengan kemaknaan 5%.

Hasil Penelitian: Sebesar 51,5% ibu hamil mengalami anemia. Sebagian besar ibu hamil memiliki usia tidak berisiko (77,3%), memiliki tingkat kecukupan protein kurang (72,7%), tidak berisiko kurang energi kronik (69,7%) dan mayoritas ibu hamil patuh dalam mengkonsumsi tablet tambah darah (81,8%). Hubungan usia ibu (p=0,454), tingkat kecukupan protein (p=0,688), risiko kurang energi kronik (p=0,363) dan kepatuhan mengkonsumsi tablet tambah darah (p=0,002).

Kesimpulan: Terdapat hubungan antara kepatuhan konsumsi tablet tambah darah (TTD) dengan kejadian anemia, namun tidak terdapat hubungan antara usia ibu, risiko kuramg energi kronik (KEK) dan tingkat kecukupan protein dengan kejadian anemia.

Kata Kunci: usia, risiko kurang energi kronik (KEK), tingkat kecukupan protein, kepatuhan konsumsi tablet tambah darah (TTD), anemia.

Abtrak (Bhs. Inggris)Background: Pregnancy-related anemia is a serious concern, as it is a leading cause of hemorrhage and a significant contributor to maternal mortality. According to the 2023 Indonesian Health Survey, the prevalence of anemia among pregnant women in Indonesia reached 27.7%. This figure is even higher in Central Java, where 41.8% of pregnant women suffer from anemia. More specifically, in Banyumas Regency, 2023 Health Profile data shows that the proportion of anemic pregnant women in South Purwokerto was 15.9%, accounting for approximately 248 cases. This study aims to determine the relationship between age, protein intake level, risk of chronic energy deficiency (CED), and compliance with iron folic acid (IFA) with the incidence of anemia in pregnant women (A study at the South Purwokerto Community Health Center).
Methods: A cross-sectional approach was conducted involving 66 pregnant women at Puskesmas Purwokerto Selatan. The sample was determined using accidental sampling. Instruments used included questionnaire completion, SQ-FFQ interviews, mid-upper arm circumference measurements, and hemoglobin level measurements. Variables were analyzed using the Chi-Square test with a significance level of 5%.
Results: The results indicated that 51.5% of pregnant women experienced anemia. The majority of respondents were of non-risky age and had a non-risky chronic energy deficiency status. Most respondents showed good adherence to iron tablet consumption, although the majority also had inadequate protein intake. Bivariate analysis revealed a significant association between adherence to iron tablet (IT) consumption and the incidence of anemia (p=0.002). However, no significant association was found between maternal age and anemia (p=0.454), risk of chronic energy deficiency and anemia (p=0.363), or protein adequacy level and anemia (p=0.688).
Conslusion: There is a relationship between compliance with iron folic acid (IFA) and the incidence of anemia, but no relationship was found between maternal age, risk of chronic energy deficiency (CED), and level of protein adequacy with the incidence of anemia.
Keywords: Age, Chronic Energy Deficiency (CED) Risk, Protein Adequacy Level, Iron Folic Acid (IFA), Anemia
Kata kunciusia, risiko kurang energi kronik (KEK), tingkat kecukupan protein, kepatuhan konsumsi tablet tambah darah (TTD), anemia.
Pembimbing 1Hiya Alfi Rahmah, S.Gz., M.P.H., RD
Pembimbing 2Atikah Proverawati, S.K.M., M.P.H
Pembimbing 3
Tahun2025
Jumlah Halaman13
Tgl. Entri2025-08-21 12:39:25.870358
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.