Artikel Ilmiah : A1A018061 a.n. JIHAN SAKINATUL KIROM
| NIM | A1A018061 |
|---|---|
| Namamhs | JIHAN SAKINATUL KIROM |
| Judul Artikel | Analisis Kelayakan Usahatani Melon (Cucumis melo L) di Kebun Senggani Kabupaten Banyumas |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Melon merupakan komoditas hortikultura bernilai ekonomi tinggi yang digemari masyarakat Indonesia karena cita rasa, tekstur, dan kandungan airnya. Meskipun produksi nasional melon meningkat dalam beberapa tahun terakhir, produktivitas di Kabupaten Banyumas masih berfluktuasi. Salah satu bentuk pertanian modern di wilayah tersebut adalah Kebun Senggani yang membudidayakan melon golden premium dengan sistem hidroponik dalam greenhouse. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis biaya, penerimaan, pendapatan, serta kelayakan finansial usahatani melon di Kebun Senggani, Desa Kutaliman, Kecamatan Kedungbanteng. Data penelitian diperoleh melalui observasi, wawancara dengan petani, dan dokumentasi, meliputi biaya tetap, biaya variabel, harga jual, serta penerimaan per musim tanam, kemudian dianalisis menggunakan analisis biaya, penerimaan, pendapatan, serta Revenue Cost Ratio (R/C ratio). Hasil penelitian menunjukkan biaya tetap sebesar Rp14.435.335,00 dan biaya variabel Rp21.858.000,00 per musim tanam sehingga total biaya mencapai Rp36.293.335,00, dengan produksi melon sebanyak 2.383 kg dan harga jual Rp30.000,00 per buah menghasilkan penerimaan Rp71.490.000,00 dan pendapatan bersih Rp35.196.665,00. Nilai R/C ratio sebesar 1,97 menunjukkan bahwa setiap Rp1 biaya yang dikeluarkan menghasilkan Rp1,97 penerimaan, sehingga usahatani melon di Kebun Senggani layak dan menguntungkan. Penelitian ini menegaskan bahwa prospek pengembangan usahatani melon di Kabupaten Banyumas cukup potensial melalui efisiensi biaya, perbaikan sistem pemasaran, serta penguatan manajemen risiko, sekaligus dapat menjadi referensi aplikatif bagi petani, pelaku agribisnis, dan pemerintah daerah. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | Melon is a high-value horticultural commodity widely favored by Indonesian consumers for its taste, texture, and water content, with national production showing significant growth in recent years although productivity in Banyumas Regency remains fluctuating. One modern farming initiative in the area is Kebun Senggani, which cultivates premium golden melon using a hydroponic system in a greenhouse. This study aimed to analyze the costs, revenues, income, and financial feasibility of melon farming at Kebun Senggani, Kutaliman Village, Kedungbanteng District. Data were collected through field observation, farmer interviews, and documentation, covering fixed costs, variable costs, revenues, and selling prices per planting season, and were analyzed using cost, revenue, income, and feasibility analysis with the Revenue Cost Ratio (R/C ratio) approach. The results showed fixed costs of IDR 14,435,335.00 and variable costs of IDR 21,858,000.00, bringing the total to IDR 36,293,335.00 per planting season, with production reaching 2,383 fruits sold at IDR 30,000.00 each, generating revenues of IDR 71,490,000.00 and a net income of IDR 35,196,665.00. The R/C ratio of 1.97 indicated that every IDR 1 invested yielded IDR 1.97 in revenue, confirming that the business is financially feasible and profitable. The findings suggest that melon farming at Kebun Senggani has promising development prospects that can be further improved through cost efficiency, better marketing strategies, and enhanced risk management, while also serving as a practical reference for farmers, agribusiness actors, and local governments in supporting melon agribusiness development in Banyumas Regency. |
| Kata kunci | Usahatani. Melon. Analisis Kelayakan |
| Pembimbing 1 | Ratna Satriani |
| Pembimbing 2 | Malinda Aptika Rachmah |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2025 |
| Jumlah Halaman | 85 |
| Tgl. Entri | 2025-08-21 10:38:37.711701 |