Artikel Ilmiah : F1C021015 a.n. RIFKI AFIFAN PRIDIASTO

Kembali Update Delete

NIMF1C021015
NamamhsRIFKI AFIFAN PRIDIASTO
Judul ArtikelTugas Akhir Penciptaan Karya Produksi Buku Fotografi Jurnalistik "Jejak Adat Unggahan Bonokeling"
Abstrak (Bhs. Indonesia)Salah satu kebudayaan unik yang masih eksis sejak ratusan tahun berlangsung di Kabupaten Banyumas yaitu Unggahan Bonokeling. Tradisi yang bermula dari kepercayaan kejawen ini digelar setiap tahun dalam hari Jumat terakhir menjelang datangnya bulan Ramadan. Anak cucu Kyai Bonokeling berbondong-bondong menuju Makam Kyai Bonokeling untuk memanjatkan doa dan menyucikan diri. Namun, dalam perjalanannya, tradisi yang sudah melewati beberapa generasi berbeda pun diguncang permasalahan terkait kemurnian nilai dari suatu tradisi. Perkembangan teknologi membuat nilai itu terkikis. Misalnya saat laku lampah (jalan kaki dari daerah asal menuju Makam Kyai Bonokeling). Mereka meyakini setiap langkah merupakan bentuk perjuangan dan pengabdian. Akan tetapi, ditemukan pula beberapa warga yang menggunakan kendaraan untuk menempuh jarak dengan instan.
Produksi buku fotografi junalistik “Jejak Adat Unggahan Bonokeling” yang dilakukan pada tahun 2025 ini bertujuan untuk menampilkan realitas yang terjadi dalam perjalanan sebuah tradisi di tengah Gen-Z. Dokumentasi yang ditampilkan mengungkap visual kehidupan masyarakat tradisional di zaman modern. Karya ini menyangkut aspek sosial dengan memperlihatkan arti hidup bagi penganut kepercayaan Bonokeling, menyinggung aspek budaya yang harus dilestarikan bersama, hingga pelajaran tentang kerukunan dan gotong royong dengan bukti dokumentasi kehangatan. Bentuk karya yang dibuat adalah buku fotografi jurnalistik dengan pendekatan dokumenter, yang mengungkap alur cerita dibumbui narasi penguat makna. Metode penciptaan karya ini adalah kualitatif dengan pendekatan observasi, wawancara narasumber, dan menggali perspektif dari berbagai pihak melalui dokumen studi yang sudah ada. Peran penulis dalam penciptaan karya ini adalah sebagai jurnalis foto yang bertanggung jawab mendapatkan dokumentasi dan narasi sebagai sumber data penguat buku fotografi. Output yang dihasilkan berupa buku fotografi jurnalistik dengan menaruh harapan buku foto ini berguna bagi pelestarian tradisi Unggahan Bonokeling serta memberi semangat baru bagi warga Bonokeling untuk merasa bangga dengan tradisi yang mampu bertahan di tengah derasnya arus globalisasi.
Abtrak (Bhs. Inggris)One of the unique cultural traditions that has existed for hundreds of years in Banyumas Regency is the Unggahan Bonokeling. This tradition, rooted in Kejawen beliefs, is held annually on the last Friday before the arrival of Ramadan. The descendants of Kyai Bonokeling gather at his grave to offer prayers and purify themselves. However, over time, the tradition—passed down through several generations—has faced challenges concerning the preservation of its core values. Technological advancements have contributed to the erosion of these values. For example, during laku lampah (the ritual walk from the participants’ hometowns to Kyai Bonokeling’s grave), each step is believed to represent devotion and dedication. Yet, some participants have chosen to travel by vehicle, bypassing the symbolic significance of the journey.
The production of the photojournalistic book Jejak Adat Unggahan Bonokeling in 2025 aims to present the reality of this tradition’s journey amidst Generation Z. The documentation captures the visual life of a traditional community in a modern era. This work addresses social aspects by portraying the meaning of life for Bonokeling believers, touches on cultural aspects that must be preserved collectively, and offers lessons on harmony and communal cooperation through warm and intimate depictions. The project takes the form of a photojournalistic book with a documentary approach, telling the story with visual narratives enhanced by meaningful captions. The creation process employs qualitative methods, including observation, interviews with key informants, and analysis of existing documents from various perspectives. The author’s role is that of a photojournalist responsible for obtaining both visual documentation and narrative material as supporting data for the book. The final output—a photojournalistic book—is expected to contribute to the preservation of the Unggahan Bonokeling tradition and to inspire pride among the Bonokeling community for maintaining their heritage amidst the currents of globalization.
Kata kunciUnggahan Bonokeling, dokumenter, budaya, buku fotografi jurnalistik, jurnalis foto
Pembimbing 1Dr. Edi Santoso, S.Sos., M.Si.
Pembimbing 2Petrus Imam Prawoto Jati, S.Sos., M.I.Kom.
Pembimbing 3Tri Nugroho Adi, S.Sos. M.Si.
Tahun2025
Jumlah Halaman9
Tgl. Entri2025-08-20 16:33:18.615408
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.