Artikel Ilmiah : A1A020090 a.n. SUNDARI WARDATUN NI'MAH

Kembali Update Delete

NIMA1A020090
NamamhsSUNDARI WARDATUN NI'MAH
Judul ArtikelEfisiensi Produksi Usahatani Jagung Di Kecamatan Kembaran Kabupaten Banyumas
Abstrak (Bhs. Indonesia)Efisiensi produksi jagung menjadi kunci ketahanan pangan nasional, namun petani jagung Indonesia menghadapi penurunan produktivitas dan alokasi sumber daya yang belum optimal. Penelitian ini bertujuan menganalisis efisiensi teknis, alokatif, dan ekonomi usahatani jagung di Kecamatan Kembaran, Kabupaten Banyumas, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi inefisiensi teknis. Metode penelitian menggunakan pendekatan survei kuantitatif terhadap 50 petani jagung yang dipilih melalui simple random sampling dari tiga desa dengan produksi jagung tertinggi. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara terstruktur, observasi langsung, dan studi pustaka pada periode Mei-Juni 2025. Analisis menggunakan Stochastic Frontier Analysis (SFA) dengan fungsi produksi Cobb-Douglass yang diestimasi menggunakan Maximum Likelihood Estimation (MLE) dalam software Frontier 4.1. Hasil penelitian menunjukkan efisiensi teknis rata-rata mencapai 0,890 dengan 90% petani berada pada kategori efisien (0,81-1,00), mengindikasikan potensi peningkatan produksi 11% tanpa penambahan input. Efisiensi ekonomis rata-rata 1,590 menunjukkan biaya produksi 59% lebih tinggi dari biaya minimum optimal, sedangkan efisiensi alokatif mencapai 1,817 yang mengindikasikan kombinasi input 81,7% lebih mahal dari kombinasi optimal. Seluruh input produksi (lahan, benih, pupuk NPK, pestisida, dan tenaga kerja) berpengaruh signifikan terhadap produksi jagung pada tingkat kepercayaan 99%. Benih dan pestisida memberikan kontribusi positif tertinggi dengan koefisien masing-masing 0,5589 dan 0,7206. Tingkat pendidikan berpengaruh signifikan terhadap inefisiensi teknis (α = 5%) dengan koefisien -0,6990, mengonfirmasi bahwa peningkatan pendidikan petani dapat menurunkan inefisiensi melalui adopsi teknologi pertanian yang lebih baik. Temuan ini merekomendasikan prioritas program peningkatan pendidikan, optimalisasi alokasi input melalui penyuluhan, dan fasilitasi akses terhadap lahan produktif serta peralatan pertanian modern untuk mencapai efisiensi usahatani jagung yang berkelanjutan.
Abtrak (Bhs. Inggris)Maize production efficiency is crucial for national food security, yet Indonesian maize farmers face declining productivity and suboptimal resource allocation. This study aims to analyze the technical, allocative, and economic efficiency of maize farming in Kembaran Subdistrict, Banyumas Regency, and identify factors affecting technical inefficiency. The research employed a quantitative survey method involving 50 maize farmers selected through simple random sampling from three villages with the highest maize production. Data were collected through structured interviews, direct observation, and literature review during May-June 2025. The analysis utilized Stochastic Frontier Analysis (SFA) with Cobb-Douglas production function estimated using Maximum Likelihood Estimation (MLE) in Frontier 4.1 software. Results indicate that technical efficiency averaged 0.890, with 90% of farmers achieving efficient levels (0.81-1.00), suggesting potential for 11% production increase without additional inputs. Economic efficiency averaged 1.590, indicating production costs 59% higher than optimal minimum costs, while allocative efficiency reached 1.817, showing input combinations 81.7% more expensive than optimal. All production inputs (land, seeds, NPK fertilizer, pesticides, and labor) significantly influenced maize production at 99% confidence level. Seeds and pesticides demonstrated the highest positive contributions with coefficients of 0.5589 and 0.7206, respectively. Education level significantly affected technical inefficiency (α = 5%) with a coefficient of -0.6990, confirming that higher farmer education reduces inefficiency through improved agricultural technology adoption. The findings suggest prioritizing educational enhancement programs, optimizing input allocation through extension services, and facilitating access to productive land and modern agricultural equipment to achieve sustainable maize farming efficiency.
Kata kunciEfisiensi Produksi, Stochastic Frontier Analysis, Usahatani Jagung, Optimalisasi Produksi
Pembimbing 1Dindy Darmawati Putri
Pembimbing 2Indah Setiawati
Pembimbing 3
Tahun2025
Jumlah Halaman15
Tgl. Entri2025-08-20 15:28:33.7106
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.