Artikel Ilmiah : A1D018192 a.n. NAUFAL WICAKSONO
| NIM | A1D018192 |
|---|---|
| Namamhs | NAUFAL WICAKSONO |
| Judul Artikel | KERAGAMAN DAN KORELASI ANTAR KARAKTER AGRONOMIK PADI POPULASI F3 PERSILANGAN INPAGO UNSOED 1 DENGAN KOSHIHIKARI DAN RESIPROKALNYA |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Perakitan varietas padi guna mendapatkan jenis padi seperti beras Jepang telah dilakukan melalui persilangan Inpago Unsoed 1 dan Koshihikari dilanjutkan dengan seleksi. Penelitian ini bertujuan untuk 1) Mengetahui keragaman genotipik dan fenotipik karakter agronomik padi F3 hasil persilangan Inpago Unsoed 1 dan Koshihikari beserta resiprokalnya, 2) Mempelajari keeratan hubungan antar karakter agronomik, dan 3) Mendapatkan galur-galur terpilih dengan karakter agronomik terbaik untuk disertakan pada seleksi berikutnya. Rancangan perlakuan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok dengan dasar rancangan perlakuan Augmented Design. Perlakuan yang diuji adalah 12 famili padi populasi F3 yang terdiri atas 6 famili padi populasi F3 persilangan Inpago Unsoed 1 x Koshihikari, 6 famili padi populasi F3 persilangan Koshihikari x Inpago Unsoed 1, dan 2 varietas kontrol yaitu Inpago Unsoed 1 dan Koshihikari. Variabel yang diamati antara lain tinggi tanaman, jumlah anakan produktif, umur panen, panjang malai, jumlah gabah per malai, bobot gabah per malai, bobot gabah per rumpun, bobot 100 biji, panjang gabah, dan lebar gabah. Data pengamatan dianalisis dengan analisis ragam, nilai duga heritabilitas, dan korelasi antar karakter. Hasil penelitian menunjukkan keragaman genotipik dan fenotipik yang tinggi terutama pada jumlah anakan produktif, bobot 100 gabah, bobot gabah per malai, dan bobot gabah per rumpun. Nilai heritabilitas tinggi untuk keseluruhan karakter agronomik. Korelasi antar karakter menunjukkan bahwa jumlah anakan produktif berhubungan sangat erat dengan bobot gabah per rumpun dan bobot gabah per malai berhubungan cukup erat dengan bobot gabah per rumpun, menunjukkan karakter tersebut dapat digunakan sebagai indikator seleksi untuk daya hasil tinggi pada generasi selanjutnya. Terdapat 4 famili terpilih untuk seleksi lebih lanjut dengan performa agronomik unggul pada jumlah anakan produktif, panjang malai, jumlah gabah per malai, dan bobot gabah per rumpun didukung heritabilitas tinggi |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | Rice varietal development aimed at producing cultivars similar to Japanese rice was conducted through the hybridization of Inpago Unsoed 1 and Koshihikari, followed by selection. This study aimed to 1) determine the genotypic and phenotypic variability of agronomic traits in F3 rice populations derived from the crosses between Inpago Unsoed 1 and Koshihikari, including reciprocal crosses, 2) analyze the correlation between agronomic traits, and 3) identify selected lines with superior agronomic performance for subsequent selection stages. The experimental design employed was a Randomized Complete Block Design (RCBD) based on an Augmented Design framework. Treatments consisted of 12 F3 rice families, comprising 6 families from the cross of Inpago Unsoed 1 × Koshihikari, 6 from the reciprocal cross of Koshihikari × Inpago Unsoed 1, and 2 control varieties: Inpago Unsoed 1 and Koshihikari. Observed variables included plant height, number of productive tillers, days to maturity, panicle length, number of grains per panicle, grain weight per panicle, grain weight per clump, 100- grain weight, grain length, and grain width. The data were analyzed using analysis of variance (ANOVA), heritability estimates, and correlation analysis. The study revealed high genotypic and phenotypic variability, especially for number of productive tillers, 100-grain weight, grain weight per panicle, and grain weight per hill. Heritability estimates were high for all agronomic traits. Correlation analysis showed that number of productive tillers was very strongly associated with grain weight per hill, while grain weight per panicle was moderately associated with grain weight per hill, indicating that these traits can serve as selection criteria for high-yield potential in subsequent generations. Four F3 families exhibiting superior performance in productive tiller number, panicle length, grains per panicle, and grain weight per hill, backed by high heritability, were identified for further selection. |
| Kata kunci | Inpago Unsoed 1, Koshihikari, Keragaman Genotipik dan Fenotipik, Korelasi |
| Pembimbing 1 | Prof. Ir. Totok Agung D.H., M.P., Ph.D |
| Pembimbing 2 | Dr. Dyah Susanti, S.P., M.P. |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2025 |
| Jumlah Halaman | 13 |
| Tgl. Entri | 2025-08-20 15:25:43.809765 |