Artikel Ilmiah : F1B018054 a.n. MUHAMMAD RIFA`I

Kembali Update Delete

NIMF1B018054
NamamhsMUHAMMAD RIFA`I
Judul ArtikelAnalisis Peran Stakeholder Dengan Konsep Quadruplehelix Dalam Pengembangan Desa Wisata Cikakak Kecamatan Wangon
Abstrak (Bhs. Indonesia)Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran Stakeholder dengan konsep Quadruplehelix dalam pengembangan desa wisata Cikakak. Konsep Quadruple Helix yang melibatkan empat pemangku kepentingan utama yaitu pemerintah, masyarakat, bisnis, dan akademisi dapat menjadi kerangka strategis dalam pengembangannya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Pemilihan informan menggunakan purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan adanya pembagian peran yang cukup jelas dalam pengembangan Desa Wisata Cikakak, yaitu pemerintah desa sebagai regulator dan fasilitator, BUMDes sebagai penggerak bisnis melalui manajemen pariwisata dan peningkatan kualitas SDM, Pokdarwis mewakili masyarakat sebagai pelaku wisata yang berlandaskan nilai sapta pesona, serta akademisi melalui aktivitas ilmiah. Secara keseluruhan, kolaborasi antar pihak telah menunjukkan hasil yang positif, namun diperlukan penguatan koordinasi, kesinambungan program, dan konsistensi pelaksanaan agar Desa Wisata Cikakak dapat berkembang secara berkelanjutan dan memberikan manfaat yang lebih merata bagi seluruh lapisan masyarakat.
Abtrak (Bhs. Inggris)This study aims to examine the role of stakeholders within the Quadruple Helix concept in the development of Cikakak Tourism Village. The Quadruple Helix concept, which involves four key stakeholders government, community, business, and academia serves as a strategic framework for its development. The research employs a descriptive qualitative method with data collected through interviews, observations, and documentation, while informants were selected using purposive sampling. The findings indicate a clear division of roles in the development of Cikakak Tourism Village: the village government acts as regulator and facilitator, BUMDes serves as a business driver through tourism management and human resource development, Pokdarwis represents the community as tourism actors guided by the values of Sapta Pesona, and academics contribute through scientific activities. Overall, collaboration among stakeholders has produced positive outcomes; however, stronger coordination, program continuity, and consistent implementation are required to ensure that Cikakak Tourism Village develops sustainably and delivers more equitable benefits to all members of the community.
Kata kunciPariwisata, Desa Wisata, Kolaborasi, Pemangku Kepentingan, Quadruplehelix.
Pembimbing 1Prof. Dr. Slamet Rosyadi, M.Si.
Pembimbing 2Drs. Darmanto Sahat Satyawan, M.Kes M.Si.
Pembimbing 3
Tahun2025
Jumlah Halaman17
Tgl. Entri2025-08-20 15:25:12.259287
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.